Tampilkan postingan dengan label Story from ME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story from ME. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 10, 2011

Hello Campus

Okay, it will be my last post tonight... *Put my fingers up* ^^V swear....
Pathetic huh? I can't feel time goes by.... It's already (all of sudden) two months after last day I went to campus for exam and last day at 4th semester then tomorrow Monday will comes again as 5th semester student... And I don't prepare anything... Such a fail -_-"

Okay *karena galau* so I take some photos few times ago for my preparation to campus... What what, it just some outfit -fail again, it's exactly not a fashion blog, gawd- but yeah... wanna share little :)

Mom's veil (I always use head-cover or veil when going outside :) ), dark pink shirt [I don't really know the name of this color, just pink maybe] the shirt just cute, it has a ribbon belt around the waist. Green safir ring, gift from my auntie who had been from mekkah few days ago for umroh, green bandana and bow brooch (made by myself ^^ as well the bow brooch)

Sorry for lame picture, I don't really know why resolution just changed anyway :(, and ignore the mess room haha... Shirt and skirt are old, tight shirt and my mom's skirt yeah ^^, pink glasses (I use glasses :p ), and a pink lace that I put on my hand as accessories

Here... I love this shoes, nice shoes, Merk : Yongki Komaladi, I bought it in cheap cost when they had opened "the sale" haha ... *always have the girl taste for shopping

Ignore the mess... That such a hell XD *just shame......


Purple purple purple XD






Just simple head-cover without any accessories but the pink lace that I tied on ^^, Purple and pink just cute (I love full-color)

The last, pink veil with green "bandana". Sometimes I just getting bored with usual veil-style so I make the new. Ahhh if you never use, you won't see how it changed.. haha .... but I still love it XD


See... yeah, I ready for campus tomorrow Monday XD ... and okay, I have to comeback for my paper, -Horrison about Osteoporosis and Surgical principle Orthopaedics wait for me yeah...--- See ya later ^^

*WetKiss to screen hahaha....

Handmade


What I did, I lost ... hew… kidnapped by ghost and sleep at the weird world? Lol -_-“
Yeah after long time no see, no write, seems no doing useful something, I thought why I cant just to be more productive so I made some handmade stuffs…

See, first, cute flower … At first I wanna put it on my motorcycle key, but suddenly I change my mind and put it on my new purple school bag. Isn’t it cute? Kawai … ^^

The second one I made, the pathetic doll ever… ha…
Somehow It looks like voodoo doll, but can you remember who it looks alike? Yeah, it’s look like Pon at PonZi my favorite comic character ^^, but I cant said it really Pon, even if it’s blue but the eyes black not white, and he really pathetic… He said “See, I take my heart off to give it for you, but now I know it just vain because you can’t take it, I have no idea how to put it back so I just bring it in my hand”
*crying…….

Then (almost forget) about this box... one day I cleaned my room and found this milk box just already empty, when I wanna put it on trash suddenly I thought why I have to throw it away, I can make something, and here ... Haha, just simple one, but it useful right...


The next one, a bow brooch! I can put it on ‘bandana’ or on the veil, or my shirt. I love this one too J


It’s really fun when you can see what you made is cute, yeah everyone couldn't buy it anywhere so I can make them envy …. Haha *EvilGrin

But I can see, I'm not an expert, everything I made just in a mess T_T" ... and when I made, my room just in a mess too XD

The Queen Bracelet


Woa…… it already 10 September 2011 and my post only two, two lame post that I don’t know exactly wkwkwk….
Sorry it seems my brain was stolen by something or what, I don’t know (still can feel the effect at all XD help!)

Few days ago I just hanged around at Pasar Martapura, alone… *I enjoy hanging around alone by the way** J… yeah after long long holiday, It seems I need more stuff to buy, for no reason suddenly getting ‘laper mata’ and went to ‘diamond shop’ a.k.a pasar intan and then again for no reason (I’ll always like this if I going to somewhere without any clear purpose, just follow my heart, haha, I’m look geek huh) came to ‘Kalimantan’s shop’

Guess what just I found, voila…. I found the super cute and elegant bracelet. At the first I though it too ‘adult’ and ‘crowded’ for me, but after I took it on my hand, oh my good, it’s really queen’s bracelet XD





Kamis, September 01, 2011

Cookies Kismis

Hari ini kayaknya hari memasak sedunia atau apa... gitu. Barusan habis dari rumah guru SMA ngumpul sama temen-temen sambil masakkkkk... Trus sampe kerumah bikin kue lagi, asik bener...

Here...
Cookies kismis ala Sari :))


Hmmm.... How it looks ??? ^^

Practically aku bikinnya sendiri tapi ada beberapa asisten-asisten kecil yang duduk sekedar bantuin kocok mentega dan telur, ngambilin cetakan kue dan oven,. bahkan usil bikin bentuk-bentuk kue yang aneh bin ancur.

Resep hasil eksperimen :
350 gr tepung terigu
50 gr coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
campur jadi satu (kalo keliatannya gak halus, ayak dulu biar gak ngegumpal)

mentega 200 gr
gula halus 250 gr
vanilli 1 sdt
di mixer sampai nyatu dan halus, trus kasil telur satu-persatu (1 telur dan 2 kuning telur aja). Habis itu campurin sama campuran tepung coklat sebelumnya, aduk pake tangan aja, sampai bener-bener kalis, kalo terlalu lembek tambahin tepung. (semua ukuran sebenarnya gak pas banget, kira-kira aja, pake feeling)

Kalo udah dicetak sesuai kesukaan, aku bikinnya bentuk hati, bukan karena lagi kasmaran tapi emang itu pilihan asisten-asisten kecil :p (kasih kismis tengahnya) trus dipanggang, nah susahnya bikin kue coklat adalah kadang matang sama gak matang tu susahhhh banget dibedain. Tapi kalo udah peka bikin kue, bisa tau ko. Rajin-rajin aja buka oven buat diliat (ini kalo oven gak disetting) tapi jangan sering-sering juga, kalo masih agak lembab dan warna coklatnya masih gelap berarti belum matang, bisa ketahuan juga dari baunya kalo wangi berarti udah matang, trus tanda lainnya gak nempel di loyang jadi gampang diambil.

nah kalo udah beres tunggu dingin, pas lagi panas wajar kalo masih belum keras dan voila.....


Kamis, Agustus 18, 2011

Beo Hilang -_-"

Beberapa hari yang lalu (udah lebih seminggu rasanya) saat itu aku berada pada masa mengantara, masa transisi (secara harfiah sebuah transisi besar). Aku melakukan banyak hal dan melupakan banyak hal. Aku mulai melupakan hal-hal yang ada disampingku, tapi ada satu hal yang kupikir tidak akan aku lupakan, aku sedikit salah karena beberapa hari setelah masa transisi dimulai, saat aku memutar pandang ke seantero kamar akhirnya aku sadar, -Beo sama Mpus- HILANG! Anjrit......

Lo gak tau rasanya kehilangan dua benda itu kayak pengen nangis darah tapi air mata bukan darah! Antara pengen dan ngeri dan gak sanggup dan sedikit hiperbola

Aku bingung, muter, nyari ...

See, jujur ya. Dari sekian benda yang aku punyai, dua boneka manis imut unyu ini adalah yang paling aku sayang, diluar dari asal-usulnya, aku sudah terlanjur menyukai mereka. Itu tu kayak kamu pernah liat mereka senyum saat kamu lagi tidur, senenngggg banget. Masa nih ya, aku tu telak sadar Mpus sama Beo tu BONEKA (gak nyante nih ampe di capslock), tapi aku tu bingung selalu meperlakukan mereka seakan mereka bisa nafas, bisa ngerasain senang dan sedih. Aku berkali-kali menanamkan di kepala "Sari Helooo..... Mereka cuma boneka" trus aku lempar mereka kepojokan, beberapa detik kemudian aku udah balik kekamar ngambil mereka dari pojokan trus taroh mereka diatas kotak berdampingan berdua (kucing sama anjing romantis betul)sambil aku ajak ngomong -GILA- (masa aku sampai minta minta maaf sama mereka, SARAP)

-Oke, mungkin itu bagian dari galau- Kembali ke pokok permasalahan.
Ini gara-gara masa transisi, aku mulai mencoba membuka pikiran dan melupakan hal-hal yang menurutku telah mengurungku dalam sangkar (astaga burung kali), maksudnya melupakan hal-hal yang kupikir telah membuat aku terlalu lama bersedih, berkenang, merana, merindu, AMPAS, lebay gue ya! Dan aku menuduh Beo yang tidak tahu menahu (sekarang Beo sama Mpus sepaket soalnya jadi satu hilang yang lain ikut hilang) sebagai salah satu alasan.

Setelah dia hilang baru aku nyadar, dia gak ada hubungannya. Sekali lagi, diluar dari asal-usulnya, even ketika segala hal yang berhubungan dengan tetek bengek semua ini aku lupakan (misalnya gara-gara amnesia gitu! Oh dimana aku, siapa kamu, siapa kalian, aku siapa *megang-megang kepala trus liat matanya Beo langsung berkaca, kamu apa? nama kamu siapa? Ma, Pa,bawa dia pulang yang *Peluk-peluk) Beo tetap sebuah boneka unyu yang aku sayang banget!Tanpa pamrih dan tanpa sebab persis seperti aku menyayangi Mpus, si kucing berbulu imut...

Aduh, dimana mereka?
Aku muter kamar, trus ada mama masuk.
"Ma..... Mama liat boneka aku gak? yang disini *nunjuk pojokan Beo Ma..."
"Oh, ada disebelah"
Telingaku berdiri
"Maksudnya?"
"Di kamar sebelah, dikamar adek kamu"
-Gue mencerna sesaat-
Aku anak tertua dan punya adik tiga, satu cewek dan kami sekamar, sisanya dua cowok dan mereka sekamar. Don't say kalo dua orang adek cowok aku suka maen boneka PLISSS......

Aku lari ke kamar sebelah dan bener aja, ada Beo sama Mpus (tetep berdua) duduk di atas kardus deket lemari. Aku lega tujuh turunan!

Pas aku mendekat, mau ambil mereka mau dibalikin ke tempat semula aku mulai mikir lagi "Ma..." teriaku "Kok bisa disini"

"Adik kamu kali yang bawa"
Aku membatalkan niat membawa mereka dan kubiarkan mereka duduk mesra bersama ditempat baru itu, dengan hati yang penuh penasaran.

Beberapa hari kemudian, aku liat adikku yang paling kecil, cowok, ketawa ketawa sambil mainin Beo sama Mpus (tetep berdua) akupun mendekat.
"Kenapa kok main ini?"
"Gak apa-apa" katanya
"Suka ya?"
Dia ketawa
Trus dia baringan di ruang tipi sambil bawa dua sejoli itu, aku heran aja, kok dia ketularan aku *lebih parah kah?*

Aku diem aja setelah itu. Niatku untuk bawa mereka balik aku urungkan, Aku biarkan dia sama Beo dan Mpus, diajak tidur pula -unyu-

Well! Sebelumnya, masa transisi sempat membuat aku ingin mengacuhkan keberadaan Beo, tapi ternyata pikiranku gak tenang, pas aku tau adik aku sayang juga sama dia, aku jadi bisa biarin dia main sama Beo. Paling gak ada yang bisa sayangin dia selain aku, jadi pas aku gak ada Beo tetep aman, dan aku gak harus lagi bawa Beo kemana-mana karena alasan khawatir Beo bakal kesepian.

-Aku masih gak ngerti kenapa aku masih nganggap Beo bisa ngerasain itu semua- Lebih ekstrimnya lagi, aku selalu ngerasa wajah Beo terlihat lebih cerah sejak ketemu sama Mpus... XD -unyuuuuuu-

Ni dia mereka, serasi gak?

Sabtu, Juli 30, 2011

Kastengel yang Dibuat Penuh Cinta XD

Besok puasa kan ya hehe ..... Berarti gak bisa masak-masak lagi dongs ya ....
Hari ini jadinya bikin kastengel tadi, kue kering keju gituuuu ..... Hehe .....

Here. voila ......


How it's look? :)

Gampang loh bikinnya

Mentega 150 gram di kocok pake mixer dengan kecepatan tinggi sampe 3 menit trus kasih telur dua biji, mixer lagi sampai 2 menit atau yahhhh sampai intuisi kamu bilang it's enough, aku gak pernah berpatokan dengan waktu yang spesifik. kamu akan menemukan ciri khas kamu ketika make intuisi (atau menemukan kamu berbakat atau tidak dalam memasak hehe), trus berhenti pake mixer, campur adonan tadi sama tepung (lebih enak pake tepung pondan yang khusus kastangel, tapi pake tepung lain kaya segitiga biru atau yang lain juga oke kayaknya), aduk rata pake soletan atau tangan ga pa pa asal bersih, malah lebih rata kalo pake tangan (makanya enak kan, lo makan bekas tangan gue, wkwk becanda ^^), kalo udah rata campur sama keju yang udah diparut sebelumnya sebanyak kurang lebih 90-100 gram lah (keju cheddar yah), it will better kalo dikasih gula juga, tapi gak wajib, jumlah gulanya gak tahu ya, kira-kira aja aku biasanya, sekitar 3-4 sendok makan mungkin. Aduk lagi mpe rata banget.
Panasin oven, trus cetak adonan tadi satu-satu diatas plat oven, diolesi (kuning telur dua biji campur minyak sayur satu sendok makan) diatasnya dan taburi keju lagi. Panggang sampai matang.

This's it .... Kastangel Ala Sari .... ye .... hehe XD

Jumat, Juli 22, 2011

My New Haircut

Rasanya lama betul ya gak nulis di blog. Akhir-akhir ini gak terlalu punya cerita nih. Aduh liburannya payah abis nih -_-“ gak kemana-mana. Kerjaan cuma bolak-balik bjm-bjb buat rapat acara disna, hiks …..
Well, ya but I be a new me ….
I got new haircut …
Voila J
Before : 


After : 



Ga jauh beda ya? Haha, I think it’s so different. Rasanya emang sayang sih rambut sepanjang itu dipotong, waktu di salon tadi aja liat jasad-jasad rambut yang telah terlepas dari tuannya, begitu banyak pengen menyelamatkan lagi tapi gak bisa …

Tapi ada leganya juga. Udah gak terlalu gerah lagi, habis ni rambut bandel banget. Masih panjang juga rambutnya, paling juga 4 bulan lagi balik ke ukuran semula. Wondering kalo aku gak potong rambut sama sekali kayaknya bakalan sampai kelutut udah ni rambut Samson … hagh…

Kata orang, kalo orang potong rambut itu buat ngelupain kenangan yang lama dan menjadi orang yang baru dengan semangat baru. Untuk yang kedua, okelah tapi untuk yang pertama kayaknya emang gak ada hubungannya deh. Yeah walaupun aku masih berharap potong rambut bisa ikut memotong sakit hati, tapi gak mungkin kan yah haha ….

Lagian salah siapa kemaren ‘main-main’nya terlalu pake hati .. Aduh! Berabe kan …

Tapi yasudahlah … karena sekarang aku sudah jadi orang yang baru dan pasti harus lebih bersemangat maka yang kemaren udahan aja dulu. Besok-besok eke main gak pake hati lagi deh, pake tangan aja cukup…. -_-“

Ngerasa cantik banget nih ceritanya … hihi


Tapi anjrit juga ya … gue masih pesek aja … hwa hiks T_T

Minggu, Juli 10, 2011

Sirkumsisi Pertamaku (Aih judul yang ambigu XD )



Hari ini begitu berkesan. Beside kesenangan yang udah aku cuap-cuapin waktu di Tabanio Pleihari di pantainya, kami actually ada acara sirkumsisi masal disana and then It’s really definitely my first circumcision. Jujur sebenarnya aku agak merasa bersalah disaat aku belum punya SIP atau ijin prakter yang legal sebagai seorang dokter, hanya berbekal sebagai seorang mahasiswa kedokteran dengan di backing oleh dokter kami melakukan sirkum, tapi yah berbekal profesionalitas (cieee bahasanya) aku ikut untuk belajar and yeah gawd, aku belajar, nonton video gimana cara sirkum (practically aku kan udah terbiasa juga sama  hal potong-memotong, bedanya kan yang aku potong biasanya punya orang yang udah meninggal alias cadaver waktu praktikum anatomi, kalo sekarang yang dipotong ‘titit’nya orang hidup, punyanya adik kecil lagi, kasian tau tapi emang harus ‘tega’ mo gimana lagi he…
Pas itu aku dapet sift 1 kelompok 1 ketua kelompok pula, alamak, dua orang adik tingkat yang ngasih ABM ini cuma senyum sumringah dengan berbisik “Ah ada kakak, kakak yang ngerjain ya.. “ gubrak deh!
“Aduh, oke oke” sok ngerti sok berpengalaman, eh ujung-ujungnya “Ada aja si …” *nyebutin nama temen seangkatan yang jadi pendamping di kelompok sebagai panitia dan sudah pernah ikut acara sirkum sirkuman …
Pas dikasih sama adik tingkat ABM nya, isinya gunting, klip, benang dan jarum (bukan buat jahit baju ya emangnya usaha konveksi) hal pertama yang aku tanya adalah “Udah direbus?”
Well …. STERILISASI ITU SANGAT PENTING SEKALI, TUHAN JIKA ADA YANG MEREMEHKAN INI MAKA SETENGAH KAKINYA SEPERTINYA BAKAL NYANGKUT DI API NERAKA, PLEASE, HAL BERISIKO NIH -_-“

Trus masuk ke sebuah kelas. Kebetulan yang dipake waktu itu adalah sebuah SD di Tabanio pleihari, enak deh SD nya di pinggir pantai pas istirahat sekolah bisa langsung main di pinggir pantai hehe.. Kembali mengamati TKP yang terdiri dari ABM (Alat bedah minor), kasa steril, kasa biasa, duk steril(?Au deh panitia), obat anastesi, jarum suntik beserta spuit, dan lain-lain yang dibutuhkan untuk pembedahan dan ‘pemotongan’ (gak nemu bahasa yang lebih halus nih).
Seorang anak muncul dengan wajah datar “poker face” boo … dan asle tu anak tangguh abis. Saat itu aku diminta kasih anastesi, berhasil sih but too (ceroboh apa sih bahasa inggrisnya) careless ketika itu aku menyuntikan tidak merata sehingga terlalu banyak disatu sisi, mukosanya membengkak (gak apa sih, bakal hilang juga saat obatnya nyebar, tapi rada kasian aja liat ‘titit’nya kembung), setelah sekitar 5 menit kemudian kami tes dan dia benar-benar sudah tidak merasa apapun yang dilakukan pada ‘titit’ nya. Namanya Mukti, aku sempet inform consent bentar ma ortunya, dia sekolah SD umurnya 7 tahun, anaknya pinter banget, diem aja, waktu ditanya pusingkah? Ngantukkah? Sakitkah? Dia cuma geleng-geleng, so lucky dia anak yang paling rileks diantara teman-temannya yang lain yang meraung-raung (bingung juga padahal kan dianastesi, antara anastesinya meleset atau emang anaknya yang parnoan, gak berasa sakit tapi tetep nangis, maklum anak kecil/maklum masih mahasiswa FK, entahlah). Lalu kami membersihkan smegma yang masih ada di ‘titit’nya, membuka foreskin nya supaya gak nempel lagi dari gland nya, trus di klep di arah jam 11 dan jam 1. Oke voila, selanjutnya aku mulai potong, klek. Sumpah tu anak rileks banget, gak gerak sama sekali, oke it’s not bad for the first time, meskipun agak berlebihan dengan anastesi (bukan berlebihan obat, cuma posisi aja ko yang bikin bengkak, hwe) sisanya berhasil berarti, kami *ralat* aku mulai potong preputiumnya dengan hati-hati. Dia diam, eh aku malah gugup liat tu anak diem aja, jangan-jangan tadi nyuntiknya kena pembuluh darah sampe dia ‘mabok’ tapi pas diajak ngobrol ditanya pusing apa gak, yah baik-baik aja. Thanks God!
Aku melanjutkan, sampai darah mulai mengucur. Panik nih disini.
Okay pelajaran yang aku dapat sampai situ, I’m not afraid with the cutting part, I’m nervous for bleeding part. Sebenarnya normal kan berdarah (gak berdarah itu yang tidak normal), gak sampe se bak mandi juga darahnya kali, dikit aja, cuma ya was-was kan, rasanya kok di selangkangan gue ngilu gitu liat ‘titit’nya dia berdarah (sorry aku gak konsisten dalam pemakaian ‘gue’ dan ‘aku. Lupakan!). Datanglah dokter, komentar beliau cuma, “Kerjain cepet, itu gak apa-apa perdarahan gitu, langsung potong aja” kata beliau. Tapi akhirnya beliau ikut mengambil langkah terakhir yaitu ‘merapikan’ hasil dari sirkum kami, setelah itu lah mulai yang gawat-gawat, si anak mulai merasakan sakit
“Ini sih pake Lidokain, bukan pehakain” errrr sebenarnya ada pehakain tapi takut ketinggian obatnya, tar ni anak fly lagi. Cuma dalam hati ini
“Memang di guideline lidokain, tapi sesuaikan keadaan, itu kan buat dokter, kalian sekali ngerjakan lama, kalo pake lidokain yah begini hasilnya, sunat belum selesai mereka sudah merasakan sakit” kata dokternya, aku angguk angguk paham. Baiklah, skill sirkum harus ditingkatkan nanti (sayang gak ada jual penis palsu buat latihan sunat siehhh).
Sisanya adalah mengikat perdarahan, lalu menjahitnya. Semua ketentuan sesuai dengan buku petunjuk, dokternya juga ngajarinnya sabar (makasih dok), masalahnya si Mukti ini mulai meraung, aku kasian juga liatnya, aku berdiri di deketnya sambil tiupin dan kipasin trus ngomong biar dia gak nangis lagi, trus yang lain bantuin buat iket dan jahit juga, dan setelah beberapa saat tangisan, selesai deng (jujur gue gak enak banget sama ortunya, mereka baik banget, gak marah liat anaknya digituin, aku aja merasa jahat sumpah deh T_T maaf, ini karena kami amatir). Si Mukti selesai dan surprise, dia yang pertama (atau kedua, entahlah) yang selesai, yang lain masih ngamuk dan meraung. Kami membersihkan TKP kami dan aku menuju meja TKP lain untuk berpartisipasi secara tidak langsung, “Mendiamkan anak-anak kecil yang tersiksa”
Meja tengah, seorang anak kecil hitem, tampang agak preman tapi nangisnya paling keras dari yang lain, dia keringatan, kepala dipegangin sama mamanya, dia memukul bahkan MENYUMPAH, sambil menyumpah bilang ‘bungul’ (is stupid in English) dan menghina dokter yang lagi jahit bekas sunatnya, okelah kalo kesakitan trus ngamuk, yang ajaib ya itu dia menampar, memberontak dengan kekerasan, dan menyumpah (he’s not a kid, dia preman yang lagi sunat heu…) tapi aku tetap membantu, aku tidak emosi sih mendengarnya cuma ketawa aja, sambil elus dahinya, ngomong ke dia, bantuin mamanya keringin keringat yang membasahi seluruh kepalanya (lebay nih bahasanya), dan selesai juga. Dia pasien sift 1 yang paling spektakuler kayaknya wkwk…
Trus meja selanjutnya, ada seorang anak, dia sebenarnya udah kelar disunat dan dijahit, cuma aku gak tahu ni apa operatornya lagi blank, atau gimana pas mau kelarin ada aja yang gak lengkap dimeja, jadi kesannya lama. Pas mau ditutup kasa eh malah bilang, mana kasanya tadi? Errrr … uh okay! At least penyunatan selesai dan tangisnya hanya tangis syok, sakitnya udah mulai kurang, aku udah lepas handscoon jadi ya cuma bisa bantu diemin di adek, gak bisa ikut kasih betadin, atau yang lain deh. Trus aku panggil si temen yang bertugas memberikan sarung *gratis buat adek yang pemberani, yay …. Dan obat yang diminum untuk membantu penyembuhan luka. Dan dia berhenti menangis, dia pake sarung dan turun, selesai. Aku berusaha tersenyum semanis mungkin pada sang orang tua, how could kalian tidak merasa marah. Aku masih merasa bersalah sampai sekarang atas kelalaian yang kami buat sekecil apapun, bahkan ketika itu hanya sekedar ‘lambat’ mengerjakan. Rasa sakit harusnya bisa diminimalisir.

Today is really fun dan banyak pelajaran yang kudapat. Aku mau mengucapkna terima kasih sebanyak-banyaknya pada mereka yang memberi kami kesempatan mempelajari sebuah skill dan aku juga meminta maaf atas kelalaian yang membuat mereka tidak nyaman, terutama si mukti, de meskipun kamu gak merasa sakit tapi ‘titit’mu sempet bengkak beberapa menit karena saya menyuntikan anastesi tidak merata. I feel very guilty T_T. Sisanya mereka asik aja, enjoy aja… Luar biasa mereka semua memang J
Thanks for today, kalian hebat adik adik … Aku mau sirkum lagi *ketagihan mode on XD, tapi tetep harus menghormati mereka yang telah berjasa percaya pada kita yang sebenarnya mungkin tak seahli yang mereka kira, mereka yang memberi kesempatan pada kita untuk belajar lebih dan menjadi lebih baik pasti …. Thanks J
Today is realllllyyyyyy fun dan sangat berkesan ^^

NB : Aduh bingung cari gambar yang pas, bukannya yang menggambarkan sirkumsisi malahan anak kecil (perempuan pula) lagi senyum. Ah begini saja, itu menggambarkan senyuman dari seorang gadis yang berjodoh dengan sianak yang lagi disunat dan dia bergumam "Alhamdulillah, calon suamiku sudah disunat" hahaha ...

NB II : Buat panitia, for the first time it's awesome. Ada banyak kekurangan tapi semuanya practically success, tapi lain kali perhatikan obat bius, sterilisasi dan saran teman-teman ya :) (you're guys cool, bukan bermaksud mengajari, mari kita belajar bersama ^^)

Aneh aneh aja ni Fisik -_-"

Keadaan fisikku akhir-akhir ini semakin aneh, entah ada apa. Tapi setelah peristiwa menyakitkan (fisik lo ya) pertama ketika tabrakan dulu itu yang bikin aku jadi zombie dengan warna kaki yang hijau merah biru sekaligus jalan terseok persis deh zombie yang ngejar mangsa, argh argh argh, jalan pincang tapi tetep nyeremin wkwk ditambah lagi pas hari setelahnya jalan kaki eh keselip nih kaki aduh …. Ampun sakit sumpah. Trus disambung (bahkan sakit sebelumnya belum sembuh) sama batuk selama dua minggu *okay, lebih dikit lah gak nyampe tiga minggu (ini penyakit beneran kena setiap tahun, sakit batuk selama dua minggu, obat apapun dikasihnya pasti sembuhnya dua minggu kemudian, cuma ya bedanya tahun ini rada sok gitu meramu resep sendiri, ya sembuh sakitnya tapi lebih lama beberapa hari, hehe), trus pas sembuh (biru merah hijau masih ada tapi dah mendingan eh tapi sakit bekas ‘keselip’ kaki masih ada bengkaknya nih) malah dilanjutkan dengan munculnya sebuah UKK aneh berbentuk ‘ring’ waw, dipaha keduanya, kadang gatal kadang kagak, awalnya aku pikir scabies tapi ternyata bukan gak gatal malam hari kok, gatalnya pas pengen aja, UKK nya juga gak scabies banget, trus diliat lagi aku kira creeping eruption (anjrit masa kena larva migrant hare geneee….) ternyata bukan juga, pokoknya bentuknya merah kasar agak meninggi sikit (sedikit maksutnya) trus tengahnya menyembuh, jadi persis ‘ring’ gitu bentuknya, melingkar merah ha … aneh, sampe sekarang gak ilang tu UKK, gak terlalu mengganggu sih, secara estetik juga gak terlalu keliatan (masih putih kok gak jadi item, masih bohay juga gak bikin kempes paha hahahaha), eh sekarang malah ditambah lagi munculnya sesuatu aneh di gusi, awalnya aku kira gusi bengkak eh pas diperhatikan itu kayak daging tumbuh, gusinya gak nempel di gigi jadi kayak meninggi dengan badan sendiri, mungkin kayak veruka tapi berupa gusi (ada ada aja) trus gampang berdarah (familier banget ni kayak pelajaran di patologi anatomi. Aduh! Jangan deh jadi parno), kalo makan atau kesenggol dikit berdarah, sebenarnya gak ganggu, gak sakit, gak nyeri, gak kerasa apapun cuma ya bikin parno apalagi kalo udah berdarah hiks … mana ditambah masalah hemoroid yang gak juga beres, trus lagi alergi kulit dikaki yang mirip sama almarhum om aku, jadi di kaki sebelah kiri pas di mata kaki itu kulitnya kayak menebal dan mengeras, jadi kering, dikasih lotion dan temen se geng nya gak ada yang mempan, gitu gitu aja, keturunan kayaknya. Mana lagi kulit aku ni manja, sensitive padahal si pemilik kulit petualang abis alhasil ni kaki penuh dengan tato alamiah bekas tabrakan bekas knalpot bekas luka lecet bekas macam-macam luka lah, aku sih jarang luka kena gores atau segala macam (terutama kaki) tapi masalahnya almost luka yang terjadi meninggalkan bekas, hampir semua luka dari kecil, bayangkan, orang lain kalo luka yang setelah sembuh bekasnya hilang, kalo aku enggak, belum lagi dihitung self-injury lagi kambuh, gak semua bekas luka juga sih yang keliatan tapi bekas goresan yang dalam atau kasar (maksudnya pisaunya tumpul, jadi lukanya malah gak ‘rapi) bahkan goresan waktu pertama kali percobaan suicide masih keliatan nih nih mau liat hagh, (eh salah deng, actually second, pertama kali waktu SMP tapi gak pake pisau tapi pake kuku, eh jangan salah kuku ku tajem lo beneran bikin bedarah waktu itu tapi kadang gak aku hitung sebagai percobaan suicide hehe) jelek banget (dan ketawanya palsu banget njing -_-“). Sekarang aku  kebingungan akan kemana, mau dibawa kemana diagnosis ini (judul lagu ni ceritanya galau) ke dokter umumkah, penyakit dalam kah, spesialis kulit kah, atau psikiater kah? Hmmmmm …..

Selasa, Juni 28, 2011

Ujian OSCE mata ceria



Pengen ketawa rasanya ….
Pasiennya dokter yang nguji, bukan temen sendiri, well done! Beliau bisa ngerjain kami semua dengan leluasa ….
Aku? Dapat giliran terakhir kayak biasa
Dan melihat satu persatu teman teman masuk dan keluar dengan muka stress khas mereka masing-masing, aku entah kenapa –gugup sih- tapi gak terlalu menghayati, santaiae lo …… bisa aja jua, apapun kasus yang dikasih beliau, berelaan gin lo lah…
Macam-macam …
Ada yang cerita kalo dia salah diagnose, ada yang ditanya tapi aneh jawaban dokternya.
Ilustrasi :
1.
Dokter : jadi, keluhan bapak apa?
Pasien : gak ada, saya kesini cuma mau check up kesehatan mata … kan ada catatan medis saya kan
Dokter : hening … krik krik krik …. Asli meleset!
2.
Dokter : Jadi keluhan bapak apa?
Pasien : Mata saya merah dok
Dokter : ooo … itu sejak kapan..
Pasien : cepetan dong dok, saya buru-buru nih *marah-marah sambil desak dokternya
Dokter : alhasil anamnesis gak kelar dan langsung diagnosis
3.
Dokter : Jadi keluhan bapak apa?
Pasien : Ada yang berubah di mata saya dok
Dokter : Perubahannya seperti apa ya pak?
Pasien : Loh, dokter bisa lihat sendiri kan ini perubahannya gimana
Dokter : ini kan pura-pura, mata dokter baik-baik saja … krikkkkk *hening lagi
4.
Dokter : Jadi keluhannya apa bapak?
Pasien : Penglihatan saya agak kabur dok
Dokter : ada nyeri?
Pasien : ada nyeri dikit …
Dokter : -_-“
5.
Dokter : Jadi keluhan bapak apa?
Pasien : sakit mata
Dokter : iya, itu sakitnya gimana, nyeri atau apa?
Pasien : Iya nyeri
Dokter : Bapak pernah makan obat atau semacamnya?
Pasien : oh, extra joss itu obat bukan dok? Soalnya kan kata iklan, laki minum extra joss, jadi saya minum itu sebelum kerja
Dokter : -_-“
6. Kalo aku dapatnya, si pasien orang tua dan … jeng tuli .. . astaga, aku mesti teriak nanya sama si bapak, aku ingat betul ketidaknyambungan yang menggelikan didalam, well, nguras pikiran, ngeles juga gak bisa lha apa yang mau diomongkan coba beliau juga ceritanya gak denger apa-apa, jadi nya ya gitu deh
Ilustrasi :
Dokter : Iya saya yang akan bantu bapak, dengan bapak siapa ya?
Pasien : *cuek** hah, iya dok, maaf apa tadi, maaf saya agak-agak kurang bisa denger
Dokter : manggut-manggut gaje* Nama bapak siapa? *tereak
Pasien : Oh saya …. *sensor wkwkwk
Dokter : umur bapak berapa?
Pasien : oh ini dok saya sakit mata
Dokter : Oh sakit mata, boleh tahu dulu UMUR BAPAK BERAPA?
Pasien : 50 tahun dok
Dokter : manggut-manggut, Jadi bapak sakit matanya seperti apa? NYERI? MERAH? KABUR?
Pasien : Oh apa dok, ini saya agak kurang melihat
Dokter : Kabur berarti pak ya
Pasien : apa dok, oh iya dok.
Dokter : Sejak kapan kaburnya pak?
Pasien : iya dok, ini mata sebelah kanan kabur, kalo yang kiri malah gak bisa lihat sama sekali. Sudah tuli, mana mata saya juga ikut terganggu
Dokter : Oh .. sebelah susah liat dan yang satu sudah gak bisa lihat. Sejak kapan kenanya bapak?
Pasien : iya, ada kencing manis
Dokter : -catat aja semua, tebal muka- NYERI ADA PAK?
Pasien : apa dok?
Dokter : NYERI ….
Pasien : gak ada
Dokter : kalo berbayang, misalnya kalo bapak liat kursi itu kelihatan kayak ada dua kursi
Pasien : Itu dua dok *nunjuk jari
Dokter : -hampir speechless- Kalo penyakit lain bapak ada, hipertensi?
Pasien : iya, saya kesini tadi sama anak saya, berdua
Dokter : oh, iya bapak, bapak ada DARAH TINGGI BAPAK?
Pasien : Iya dok, saya tinggi 162 cm
Dokter : -pengen garuk meja- Maksud saya SAKIT DARAH TINGGI, PENYAKIT!
Pasien : Oh, iya dok sebelah aja matanya yang kena
Dokter : -Mikir apa lagi yang perlu ditanya, habis- Baiklah bapak, ini saja cukup, terima kasih ..
Pasien : Oh, iya dok saya ada darah tinggi juga
Dokter : -Pengen salto rasanya- Darah tinggi juga … baiklah! Sudah mungkin segitu aja dulu bapak ya terima kasih sudah mau kerja sama …
NORMAL LAGI
Dosen penguji : Jadi diagnosisnya apa?
Saya : polos dan masih dengan keinginan salto …. Retinopati diabetic
Dosen penguji : apa lagi?
Saya : Glaukoma
Dosen penguji : Glaukoma apa?
Saya : Glaukoma kronis
Dosen penguji : Apa lagi?
Saya : Katarak
Dosen penguji nya manggut-manggut dan akhirnya berlanjut ke pemeriksaan fisik mata, aku dapat pemeriksaan segmen anterior .. Not bad lah … ditambah pemeriksaan tekanan bola mata digitalis, pake jari …..
Stupid, waktu ditanya pemeriksaan penunjang buat glaucoma kronis, aku bilang pemeriksaan tonometri dan alatnya “Apa itu dok, yang alat buat memeriksa tekanan bola mata, jadi sebelumnya matanya dianastesi dulu trus alatnya ditempelin kemata buat ngecek tekanannya, lupa namanya dok?”
“Tonometer” aku tambahin lagi dengan ragu-ragu *ngeblank asli
Kepergok ragu “Ha, tonometer?”
“Err … gak tau dok, lupa namanya ….” Hening,
“Kalo buat memeriksa lapangan pandang?”
“Itu, dokter berdiri di depan pasien, pasien disuruh liat jari pasien” sambil meragain “Tapi itu pemeriksaan fisik dok” kataku menjatuhkan jawabanku sendiri
“Penunjangnya?”
Geleng-geleng
“Yasudah … “
“Tuker ni dok” sambil nunjuk temen
“Iya, sudah selesai”
Fyuh …. Finally …
Meskipun hari ini begitu ‘unik’ ujiannya, tapi semuanya berhasil ‘sepertinya’ …. I hope! J
Semangka…. Semangat kaka …….

Senin, Juni 27, 2011

Ujian OSCE pemeriksaan fisik mata ceria ...

Catatan kedua, 28 Juni 2011 pagi …
Oke, after all. Anamnesis kelar, *kagak tau dah nasib hari ini gimana, mana penguji dokter yang itu lagi, suka ngerjain gitu -_-“. Siapkan mental aja dah buat anamnesis.
Recall pemeriksaan fisik.
Untuk blok ini, secara umum dalam pemeriksaan mata, ada 4 pemeriksaan yaitu :
1.       Pemeriksaan visus
2.       Pemeriksaan segmen anterior mata
3.       Pemeriksaan tekanan
4.       Pemeriksaan segmen posterior mata
Hal pertama yang perlu diingat jangan lupa aspek komunikasi ya……
Pemeriksaan visus
Pemeriksaan visus berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya penurunan penglihatan pada pasien, biasanya kalo yang sederhana tu pake optotip snellen, itu lo kertas yang ditempel didinding bersusun kebawah trus pasien disuruh bilang itu huruf apa sampai kebawah. Jarak si pasien dengan tulisan adalah 6 meter. Untuk selanjutnya tentang pemeriksaan visus bisa dibaca sendiri, ini cuma recall pemeriksaannya aja.
-          Siapkan kertas optotip snellen, jarak 6 meter
-          Mengatur penerangan yang baik di ruangan tersebut
-          Pasien diminta berdiri/duduk di posisi yang sudah ditentukan, tutup mata sebelah (jangan ditekan) dengan satu tangan dan biarkan mata yang lain di tes
-          Minta pasien mengucapkan setiap huruf yang ditunjuk, sampai habis, atau sampai baris mana pasien bisa membaca tulisan dengan benar
-          Ulangi pada mata sebelahnya
-          Interpretasikan dan catat hasil pemeriksaan
Pemeriksaan fisik lainnya :
-          Siapkan alat apa saja yang diperlukan, oftalmoskop, pen light
-          Menjelaskan ke pasien pemeriksaan apa yang akan dijalani
-          Berada dekat dengan pasien dan pada jangkauan tangan anda
Pemeriksaan segmen anterior :
-          Perhatikan palpebra pasien, apakah ada luka, lihat fisura palpebra juga, lihat secara keseluruhan adakah sikatrik, benjolan, atau perubahan warna/hipopigmentasi pada palpebra.
-          Perhatikan bulu matanya, apakah normal arah tumbuhnya.
-          Lihat konjungtiva bulbi pasien dengan meminta pasien menatap kedepan dan perhatikan adakah luka, merah, atau infeksi
-          Lihat konjungtiva palpebra inferior, mintalah pasien melihat keatas dan dengan ibu jari tarik bagian bawah palpebra untuk melihata keadaan konjungtiva palpebra inferior, lihat adakah merah, lesi, infeksi, atau benda asing.
-          Untuk konjungtiva palpebra superior, minta pasien melihat kebawah, dan dengan perlahan buka palpebra superior untuk melihat adakah luka, infeksi, benda asing, cairan, atau semacamnya di konjungtiva palpebra superior.
-          Periksa kornea dengan memberi cahaya menggunakan penlight dari arah depan dan samping. Perhatikan ukuran kornea, lihat warnanya, apakah bening, atau tidak
-          Periksa ruang depan mata dengan menggunakan penlight dari arah depan dan samping, lihat adakah pembesaran disana, bayangannya normal atau ada pembesaran.
-          Periksa reflek pupil direk dan indirek dengan memberi cahaya menggunakan penlight pada salah satu mata misalkan kanan, lihat apakah pupil secara otomastis bermiosis, lalu perhatikan juga pupil mata kiri, apakah ikut bermiosis mengikuti sebelah kanan atau tidak.
-          Periksa lensa mata dengan memberi cahaya menggunakan penlight dari arah depan. Lihat kejernihan lensa, adakah benda asing, cairan, luka, ukuran, warna, ada katarak atau tidak
Pemeriksaan tekanan mata :
-          Pemeriksaan dengan tehnik digital yaitu menggunakan jari. Pasien diminta melihat kebawah dan pemeriksa dengan dua jari telunjuk menekan bola mata bagian atas yang ditutup oleh palpebra superior, dan menilai konsistensi dari mata apakah normal yaitu agak kenyal atau terlalu lunak, atau sangat keras. Lakukan pada kedua mata secara bergantian
Pemeriksaan segmen posterior mata :
-          Pasien dan dokter duduk berhadapan, minta pasien melihat sesuatu dibelakang atau dibalik punggung pemeriksa
-          Siapkan oftalmoskop dan set sesuai dari fokus mata pasien dan dokter (sesuai ukuran kaca mata pasien)
-          Pegang oftalmoskop ditangan kanan untuk memeriksa mata kanan dan gunakan mata kanan pula untuk melihatnya. Begitu pula untuk kiri, pegang oftalmoskop di tangan kiri dan gunakan mata kiri untuk melihat keadaan mata kiri.
-          Nyalakan oftalmoskop, dari jarak 30 cm sinari pupil pasien lalu dekatkan perlahan oftalmoskop agar fokus
-          Letakan jari telunjuk pada panel lensa, putar lensa untuk memfokuskan. Hal yang dapat dilihat adalah, diskus nervus optikus, pembuluh darah retina, macula dan fovea.
-          Catat hasil pemeriksaan
Terakhir, ucapkan terima kasih kepada pasien atas kerjasamanya dan akhiri pemeriksaan.

Ujian OSCE anamnesis mata ceria ...

Catatan, 27 Juni 2011, malam …

Hell, yeah! Besok ujian OSCE anamnesis dan pemeriksaan fisik mata, and what the hell am I doing until now? Not more than nothing -_-“
Oke, mari kita recall kalo gitu, pertama anamnesis dulu …
Pada anamnesis keluhan mata, sama kayak anamnesis pada umumnya, ingatlah terus yang namanya aspek komunikasi, karena aspek ini penting menyangkut kenyamanan pasien nantinya berkeluh kesah kepada kita, kalo komunikasi bagus dan pasien merasa nyaman dengan kepandaian kita menanggapi keluhannya maka informasi yang kita perlukan akan lebih mudah didapat.

Aspek komunikasi :
-          Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri. SKSD juga gak papa ko’, buat pasien merasa akrab dengan kita, kalo kita tiba-tiba duduk didepan pasien trus maen interogasi aja tanpa nyapa, kasih salam, dan memperkenalkan diri, apa kata dunia?? -_-“
-          Mendengarkan secara aktif, tunjukan pada pasien kalo kita tu emang dengerin apa yang dia omongin, catat informasi penting, simak betul-betul, maka pasien akan merasa yakin bahwa kita memang ‘berniat’ dengan suka cita mengobati penyakitnya dan si pasien juga suka cita menyampaikan informasi yang berhubungan dengan keluhannya
-          Pakailah bahasa yang mudah dipahami oleh pasien
-          Jangan memotong pembicaraan pasien terutama jika dia sedang bercerita tentang keluhan yang dia alami, kecuali kalo si pasien dah ngomong ngalor ngidul sampai curhat masalah rumah tangga, pekerjaan, dan keadaan politik Negara kita barulah kita terindikasi untuk ‘mengembalikan’ jalur pembicaraan kearah yang normal
-          Kontak mata dengan pasien, kontak mata akan membuat pasien merasa apa yang disampaikannya didengar, kalo kita gak kontak mata sama pasien memang sih kita masih bisa nyimak tapi gimana perasaan pasien, dia akan merasa kalo dokter yang ada didepannya adalah dokter yang sangat tidak empati dengan penderitaannya. Well, kontak mata disini maksudnya adalah kontak mata sewajarnya, bukannya main pelototin pasien dan terdiam seperti memandang model iklan shampoo yang habis mandi. Kita bisa melepaskan kontak mata sesaat ketika menulis dan sebagainya.
-          Menunjukan empati, empati disini maksudnya kita tunjukan pada pasien kalo kita tu bisa juga merasakan penderitaan dari pasien itu. Misalnya ketika pasien bilang “Ini dok, mata saya perih banget”, sambil kita catat informasi itu di catatan, kita jawab ke pasien “Oh, gitu ya pak, iya pasti sangat mengganggu ya pak, saya juga dulu pernah nyeri seperti itu, memang rasanya kurang enak, jadi sejak kapan mata bapak terasa nyeri?” tapi kalo berempati usahakan emang jujur, gak usah bohong, masa pas pasien cerita “dok, kata dokter sebelah saya kena HIV dok, aduh saya frustasi nih dok” … trus si dokter berpura-pura empati, sambil manggut-manggut jawab “Oh gitu ya mas, iya emang kalo kita kena HIV tu rasanya frustasi banget, saya juga dulu pernah kena HIV dan memang sangat depresi sekali, jadi sejak kapan HIV nya” krik krik krik … si dokternya yang o’on atau ….

Yang kedua dan inti dari segala inti kenapa kita disini mencari sesuap predikat lulus dalam OSCE, yaitu … Aspek Anamnesis.
Aspek Anamnesis :
-          Menanyakan identitas pasien. Pada saat pembelajaran di dunia perkuliahan kedokteran (bahasanya beribet banget sih) kita sangat wajib melakukan yang satu ini, nantinya kalo di praktek nyata, akan ada bermacam cara buat kita tahu identitas pasien, bisa aja kita sudah dapat data beliau dari seorang perawat, jadi bagian ini gak dilakukan lagi, tapi untuk ujian OSCE, apapun alasan, identitas pasien wajib ditanya. Hal yang ditanya biasanya adalah nama, alamat (mungkin aja lingkungan tempat tinggal ada hubungannya nantinya dengan keluhan beliau, di pinggir jalan mungkin, daerah endemic mungkin), pekerjaan (beberapa pekerjaan dapat menimbulkan penyakit tertentu, misalnya kerjanya di pabrik bahan kimia bisa kena radiasi atau iritasi kulit, kerjanya depan komputer mulu, orangnya hipertensi karena kurang gerak dan olahraga, kerjanya PSK mungkin, who knows), usia (faktor risiko), jenis kelamin (dicatat di status, tapi keterlaluan kalo yang beginian sampai ditanya kepasien, mukanya bakal mesem), beberapa hal juga ada yang boleh ditanyakan jika memang sangat diperlukan, misalnya agama (kita bisa nebak dari penampilan atau namanya, tapi kalo agama sangat penting untuk terapi, misalnya nantinya kita akan mengusulkan saran diet sehat untuk pasien dan kita takut salah bikin karena kendala agama, it’s ok untuk ditanya dengan baik-baik ke pasien, kalo perlu dijelasin alasan kita, tapi untuk ujian OSCE, yang diatas aja udah cukup)
Ilustrasi :
Dokter dan pasien salaman
Dokter : Pagi bapak, kenalkan nama saya Andi, saya yang akan membantu bapak. Sebelumnya boleh tahu nama bapak siapa?
Pasien : Udin, dok
Dokter : Udin ya … Umurnya berapa bapak?
Pasien : 50 tahun dok
Dokter : sekarang bapak tinggal dimana?
Pasien : Saya tinggal di komplek melati dok
Dokter : (dokter mengingat dimana itu komplek melati, keadaan lingkungan disana apakah sehat, atau kah berpolusi, ternyata komplek melati adalah perumahan elit, si dokter nyengir, ehkhhh *yang terakhir becanda XD) Oh gitu ya pak, tinggalnya sekarang dengan siapa aja?
Pasien : sama anak dok, berdua aja
Dokter : pekerjaannya apa ya bapak?
Pasien : Kalo sekarang saya lebih sering dirumah, udah mau pensiun dan dilarang sama anak saya kerja capek, dulunya saya kerja sebagai dosen ekonomi dok
Dokter : Ohhhh … baik kalo gitu, jadi apa yang membawa bapak kemari?
Bla blab la … dan seterusnya …..

Nah kalo di tempat praktik nantinya kamu menyediakan sebuah tempat registrasi buat identitas, pas ketemu pasien baiknya kamu tanya ulang untuk konfirmasi, takutnya pasiennya ketuker, catatannya jadi kacau, identitas disini juga membantu pasien merasa akrab dengan dokter. Ntar pasiennya bingung sama dokternya yang main tebak langsung sok tau.
Ilustrasi
Dokter : Siang bapak, silakan duduk, saya Andi. Pasti dengan bapak udin ya *sambil main tunjuk
Pasien : *bingung, manggut, “Iya dok, saya udin”
Dokter : Wah, umur bapak 50 tahun kan ya, yang tinggal di komplek melati perumahan elit itu. yang udah pensiun jadi dosen dan tinggal sama anaknya disana
Pasien : manggut-manggut speechless
Dokter : Jadi keluhan bapak kemari apa pak
Pasien : diem bentar … “Lha, coba dokter tebak, apa hayo … tebak hayo …..” pasien balas tunjuk sambil loncat-loncat, trus kayang, trus nungging, trus buka baju … *stress -_-
Dokter : mana saya tahu …
Pasien : Saya kirain tadi dokter cenayang … *krik krik krik ….

-          Menanyakan keluhan utama. Ini adalah lanjutan yang diatas. Kita bisa menanyakan yang satu ini dengan berbagai macam penyampaian pertanyaan, sebaik mungkin, sejelas mungkin, semudah mungkin untuk dimengerti. Misalnya “Jadi, keluhan bapak apa?” atau “Jadi apa tujuan bapak datang kesini?” bisa juga “Jadi apa yang membawa bapak kemari?” gak perlu pake kalimat setinggi langit kayak “Jadi apa intuisi bapak sehingga menemui saya dan bertatap muka saat ini dengan saya dengan harapan akan sebuah bantuan dari sebuah kesulitan yang bapak tidak pahami apa esensinya sehingga saya dengan senang hati akan berusaha dengan seluruh hati nurani saya mencarikan jalan keluar atas semuanya”, pasien bakal meneteskan keringat, dijamin deh!
Kalo ujian OSCE sih kadang enak soalnya pasiennya ya temen kita sendiri yang notabene paham dengan bahasa kita, misalnya kita tanya “Apa yang membawa ibu kesini?” lalu si temen dengan gaya ngucek mata ngomong “Gini dok, mata saya berair, gak enak banget lengket-lengket gitu”. Kita bakal manggut-manggut nyatat keluhan utama sambil nyengir dalam hati karena dengan sok tau nya telah menangkap satu diagnosa yaitu konjungtivitis. Lha, kalo pas praktek beneran, datanglah seorang petani gandum di sebuah desa yang makmur (btw, gandum kan gak tumbuh di Indonesia ya?) ganti petani singkong, datang ke kita sambil ngucek-ngucek mata. Dokter tanya “Jadi apa yang membawa bapak kemari?”, si pasien terdiam sesaat sambil dalam hati berpikir, kok ni dokter pengen tau aja sih, si pasien kemudian jawab “Becak dok!” hening ……..

-          Selanjutnya setelah didapat keluhan utama dari pasien, saatnya kita melakukan penggalian. Penggalian pertama adalah tentang riwayat penyakit sekarang, atau riwayat dari penyakit yang dikeluhkannya saat itu.
Secara umum, ada lima keluhan utama yang kemungkinan besar akan disampaikan oleh pasien ke dokter. Penglihatan kabur, mata merah, mata berair, penglihatan ganda, dan mata nyeri. Semuanya itu harus kita gali betul-betul untuk mendapatkan diagnose banding dari pasien.
Penurunan penglihatan : Hal yang perlu ditanya adalah, onset (sejak kapan?), sifat muncul (Apakah mendadak atau perlahan), apakah dikedua mata atau salah satu saja, kalo salah satu mata bagian mana yang terkena, apakah diikuti dengan mata nyeri, diikuti dengan mata merah, disertai dengan penglihatan berbayang, adakah riwayat trauma sebelumnya misalnya pernah jatuh ditangga, kepala terbentur, kecelakaan lalu lintas, matanya terbentur sesuatu, bahkan mungkin trauma yang kadang tidak terlalu dihiraukan pasien kayak kemasukan serangga harus juga diperhatikan. Nah ketika pasien menjawab bahwa keluhannya diikuti dengan nyeri juga, atau mata memerah juga maka penggalian dilanjutkan ke aspek itu, kalo ternyata tidak ada keluhan tambahan maka bisa diteruskan ke step selanjutnya.
Mata merah : Onset (Kapan pertama kali muncul? Baru aja atau dah tahunan), apakah di satu mata aja atau dikedua mata?, apakah disertai dengan produksi cairan? Kalo iya, cari tahu cairan macam apa itu, apakah encer, seros, mukoid, purulen, warnanya juga ditanya, disertai penurunan penglihatan atau tidak?, mata nyeri atau tidak?, ada penglihatan berganda atau tidak?. Sekali lagi, ketika aspek utama berhubungan dengan aspek lain maka aspek lain itupun harus selesai digali, tapi nanyanya gak perlu diulang-ulang dengan membolak-balik kata, tar pasien jadi kebingungan sendiri jawabnya.
Penglihatan ganda (diplopia) : Onset (sejak kapan), apakah dikedua mata atau salah satu aja?, apakah ada kedutan juga? Kalo ada sejak kapan? Apakah bersama dengan munculnya diplopia atau kedutannya sudah lama, apakah ada mata merah juga? Adakah nyeri juga? Penurunan visus?
Mata berair : Onset, sifat cairan yang keluar apakah kental atau encer (seros, mucus, purulen), warnanya. Adakah mata merah? Nyeri atau rasa tidak nyaman pada mata? Salah satu atau kedua mata yang terkena?
Nyeri mata : Onset, mata yang dikenai apakah keduanya (bilateral) atau salah satu saja (unilateral), tingkat keparahan apakah progresif atau seperti itu itu saja, gejala penyerta (mual, muntah, aura, cahaya kelap-kelip), mata merah? Mata berair? Penglihatan menurun? Berbayang?

-          Step selanjutnya setelah puas menggali riwayat penyakit sekarang, lanjut ke riwayat penyakit keluarga. Apakah ada keluarga yang terkena atau mengeluh hal yang sama? Penyakit infeksi lain yang baru-baru ini si pasien terpapar
-          Selanjutnya cari tahu riwayat penyakit dahulu, ada atau tidak penyakit sistemik kayak diabetes, hipertensi, dan yang lainnya. Riwayat pengobatan juga, adakah riwayat menggunakan obat-obatan tertentu secara topical atau sistemik, adakah riwayat pemakaian steroid, riwayat alergi juga dicek, ada penyakit asma atau bronchitis akut, sebelumnya apakah pernah sakit misalnya infeksi telinga tengah.
-          Terakhir, buatlah resume dari anamnesis anda. Ini adalah bagian yang cukup vital dari anamnesis, beberapa dosen (dan memang benar) beranggapan bahwa seharusnya setelah resume, si dokter seharusnya bisa memberikan option dari diagnose banding yang tepat, kalo semua pilihan penyakit tidak berhubungan dan tidak sesuai, errrrr …….. Jadi kasus-kasus ane perlu baca banyak nih …. Ha X( #Nangis #NgaisTanah

Beberapa Diagnosis banding yang mungkin muncul sebagai kasus buat OSCE :
-          Mata merah dengan penglihatan normal
a.       Pinguekula
b.      Episkleritis
c.       Konjungtivitis
-          Mata merah dengan penglihatan menurun mendadak
a.       Keratitis
b.      Ulkus kornea
c.       Glaukoma akut
d.      Uveitis
e.      Endoftalmus
-          Visus turun mendadak, namun mata tidak merah
a.       Neuritis optic
b.      Migren
c.       Ablasi retina
-          Visus turun perlahan, mata tidak merah
a.       Katarak
b.      Glaukoma
c.       Retinopati
-          Strabismus
a.       Diplopia
b.      Ekstropia