Tampilkan postingan dengan label The Special One. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Special One. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 11, 2011

Me and My New 'Door'

Yah .... Kayak biasa, sehabis selesai perkuliahan, entah kuliah, entah praktikum dan kawan-kawannya, aku mulai ngobrol lagi (sebenarnya dari praktikum sih kami ngobrol, tapi dia adalah sosok yang paling tidak menyita perhatian jadi tidak ada yang sadar) ... Dan komentarnya hari ini yang paling mengejutkan dan 'sumpah' membuat aku terlonjak adalah, dia sempat bilang


"Aku gak pernah liat manusia sebusuk itu sebelumnya"


What the hell kind of comment was that? ...........


Dan dia mungkin benar, aku juga tidak pernah menemui orang seperti itu ... "seperti itu" bukan "sebusuk itu" seperti yang dia bilang ... Maklumlah dia kan agak labil dan pemarah, mulutnya juga kasar, dia akan bilang sesuatu itu 'taik' pada satu saat dan di menit selanjutnya dia akan memaafkan sesuatu itu dan bilang benda itu lebih berharga dari indra penglihatan yang dia miliki... Sesuatu yang pada awalnya dia bilang 'taik' itu menit berikutnya dia rela kehilangan matanya untuk mendapatkannya, Ni anak labil level setan deh kayaknya


Tapi it's so surprise ... dia bilang "Aku gak pernah liat manusia sebusuk itu sebelumnya" haha komentar unik
Aku dari awal sudah tahu ya .... biasa aja .....


Keinget sama lirik lagunya Jessie J yang "Nobody's perfect" tu keren banget waktu dia bilang "Treat the people I love like I wanna be loved" , I'm actually ruling it for me but not others, aku memberlakukan itu untuk diriku tapi tidak mengharuskan orang lain untuk memberlakukannya juga, itu adalah sejenis estetika dalam hidup, jadi ketika orang memperlakukan aku 'seperti apa yang terlihat' itu tidak masalah bagiku, aku akan tetap memperlakukan mereka sesuai estetika hidup yang aku pakai....


[Tapi dia sepertinya bermasalah dengan itu, she was threw shit comment, it's the proof]


Aku? biasa aja .....
Anjing, sumpah bener, biasa aja ....
Aku merdeka sekarang ... Dan aku paham betul dimana aku
Dan aku akan terus memperlakukan setiap orang sesuai estetika yang aku pakai dalam berteman, baik, manis, kebencian yang cukup disembunyikan, kecemburuan yang hanya cukup ditutupi dengan senyum, sapaan manis, manja, bitchy kadang-kadang kalo sama temen cowok, suka godain, santai, cheerful, manusiawi .... gak ada masalah dengan itu... Dan gak harus ada masalah ...
Aku merasa telah bersikap normal seperti layaknya aku bersikap pada si A si B si C si D si E si FGHIJKLMNOPQ .... blah blah blah ... hagh!




Kayak pagi tadi .... It's such a suck when you need someone and you call everyone and no one could help and you realize that you just have LITTLE number of friends ..... Such a shit! Semua temen cewek dah aku telponin (of course yang available aja, gak mungkin aku tiba-tiba minta nebeng sama tetangga yang okay kami saling sapa tapi kami gak akrab) lalu karena kebingungan, temen yang cowok ... Yah urutan permintaan tolong disesuaikan agar tidak ada kesalahan tapi ternyata semua yang terpikir sudah 'habis' .. jinx !!! dan disitulah sebelnya, ketika kamu membutuhkan bantuan ternyata gak ada yang jamin kan orang yang mengajukan bantuan kemarin, hari ini bisa beri bantuan yang sama .... Lalu aku memutuskan untuk jalan kaki aja (gawd ,,, dengan keadaan kaki separuh zombie, biru biru merah kuning hijau kayak pelangi gitu) pas diluar muncul temen sekampus, cowok (kebetulan kuliah diundur jadi dia masih kaosan oblong) dateng pake motor, dia emang sering ke rumah itu, lucunya kok aku gak kepikiran minta tolong dia pada awalnya, pas didepan dia bilang, "AKu antar gih sini .." waow such unpredictable help! Tuhan makasih, ketika aku mengira gak ada yang bisa nolong, justru orang yang gak kepikiran bakal muncul datang menolong, kebetulan yang tepat dengan orang yang tepat ... Even when I have just little number of friends, I still have a chance for 'unpredictable help' ... Puji Tuhan!


Hari ini, setelah aku menelaah beberapa hari dengan hidupku yang tidak berdaya, serasa sekarat setelah kecelakaan tabrakan itu aku sadar... dan pikiranku lebih tenang sekarang .. Aku berusaha tidak mengambil kesimpulan dengan rasa marah yang terlalu cepat .. dan aku berusaha untuk tidak sensitif, hanya saja masih bermulut pedas (itu genetik tak bisa diubah okay)


Ketika seseorang tidak bisa bukan berarti mereka tidak mau, tapi keadaan tidak mendukung ...


Siangnya, ya sama sejenis itulah .... Dengan urutan sesuai estetika, bagaimana aku memperlakukan teman seperti aku ingin diperlakukan ... Jujur aku punya anggapan, ketika kamu punya teman dekat, dan teman itu membutuhkan pertolongan dan ketika itu aku ada aku akan sangat tersinggung ketika dia tidak meminta bantuan padaku, apa gunanya teman kalo gitu? jadi aku juga berpikir mereka akan tersinggung jika aku mencari bantuan 'jauh' sedangkan yang 'dekat' belum disinggahi, even walau aku tahu kadang mungkin bantuan itu tidak bisa diberikan, seperti yang kubilang itu adalah estetika, tapi kadang ada yang mempermasalahkan estetika itu mungkin. Jadinya aku ya biasa aja, akhirnya aku nelpon temen yang ternyata sudah nyampe kos, dia muncul pake sendal jepit, mio-an ... sepanjang jalan aku cuma minta maaf dan makasih sama dia yang gak bilang "Aduh gak bisa, udah sampai di kos" dia justru bilang "Iya gak papa, tunggu disana" astaga, I have such a big friend ..... Dan aku tahu setelah ini dia akan terus jadi sahabat baik apapun keadaannya dan segimanapun busuknya dia, segimanapun anjingnya dia, segimanapun babinya dia, karena kami semua berteman dengan menjadi diri kami sendiri, biar anjing tapi anjing kiyut, biar babi tapi babi unyu ... hagh ...


Yang lain? they're my best friend, sejak semua yang terjadi padaku aku selalu mencoba paham, aku hanya tidak tahu karena tidak diberitahu, coba kasih tahu benar-benar maka aku gak bakal aneh deng ... Kan berusaha melakukan estetika hidup yang aku punya menghormati seorang teman seperti aku ingin dihormati, yang lain pengen juga tuh kayaknya bantuin, tapi gak bisa, karena ya ada alasan masing-masing, ada yang ternyata motornya dipake papahnya, ada yang gak bisa dihubungi sama sekali, ada yang udah ada yang nebeng (biasa malam minggu ceria), ada yang awalnya mau ngasih bantuan tapi akunya yang gak mau karena mengira sudah dapat tumpangan, pas dia pergi eh tumpangannya gak jadi, ah macam macam Tuhan membuatkan alasan buat mereka,... Disitu aku belajar, bahwa manusia yang katanya makhluk sosial itu tidak harus melulu bersosial karena mereka punya urusan sendiri ...


Lha gue juga kalo lagi sibuk ngurus mama gue sakit gue lebih milih bilang "Sorry gue gak bisa bantu" daripada maksain ......




Jadi sayang, komentar pedas kamu saat bilang "Aku gak pernah liat manusia sebusuk itu sebelumnya" hanyalah komentar karena marah, hal yang akan kamu sesali setelahnya, aku belajar, kenapa kamu tidak mencoba belajar ..... Tidak perlu merasa marah, merasa tertindas, atau merasa dipermalukan dan semacamnya ... Kita kan satu, kita kuat! Kita saling mendukung... Cacilah sesuatu yang cocok untuk dicaci


[for a while, aku merasa puas dia mencaci, aku juga esmosi, tapi lalu redaaaaa.... *ekspresinya kayak orang sakit tenggorokan dan sariawan habis minum larutan pelega]


Pulang kekos, aku mandi, dandan (aku lupa sejak kapan aku mulai merasa pake bedak itu penting, maskara is the one I can't forget, dan eyeliner tipis yang bikin mataku keliatan bantuknya), sisiran rambut (kalo tanpa jilbab, ni rambut binal abis sumpah), pake baju terus kabur lagi ... Lari ke funcity meluapkan emosi dengan anarkis ..... habis 60 koin gilakkkkk .... hasilnya 440 tiket, gak expert banget sih, beberapa kali kena tipu mainan rusak anjrit .... tapi saat itu setelah semua tenaga terkuras habis, aku berkeringat, aku melempar bola, memukul, menembak, balapan, aku merasa MERDEKA ....


Lalu aku ke toko buku sebelahnya, dapat buku 2, satu buku humor, satunya buku inspiratif.. Cape sama buku fantasi (tetep kesukaan), dan masih agak galau kalo baca buku-buku vulgar (bukan buku porno) sejenis bedroom story gitu ... Dan disinilah aku sekarang,... Merdeka dan tetap berusaha dewasa ..


Lucu, untuk beberapa saat aku adalah orang yang labil, tapi setelahnya aku dewasa, aku merasa kurang enak dengan euforia 'merdeka' ini karena biasanya akan ada hal yang 'menghentak' perasaan dan mood di saat selanjutnya, keadaan selalu membuat afek ku tidak menentu dalam satu minggu, benar-benar tidak sehat, tapi kali ini aku akan mencoba menjadi penuh kendali .....


Well, here I'm now .... I promise tomorrow I'll still be myself, and I'll be stronger than before... always!!! I'm stronger, I'll be your strongest friend, I'll be strongest girl that you ever know!








nb : Letter special


Satu hal yang aku dapat saat ini setelah pemikiran terus-menerus yang sangat panjang dan membuang waktu dan jujur agak terlambat darimu ... AKu akhirnya sadar, ternyata benar bahwa selama ini aku egois, kadang aku seperti memaksakan sesuatu, aku berjanji itu tidak akan terjadi lagi, aku memaksa diriku untuk menepati itu ... Aku sudah memulainya dengan merobohkan 'pintu' nya dan membangun pintu baru yang lebih kokoh .. Aku tetap akan ada didepan pintu, ketuklah, aku ada di dalamnya, tapi kamu actually tidak pegang kunci pintuku yang baru, dan kamu tidak memerlukan itu sekarang, jika suatu hari kau membutuhkan kuncinya, bilang saja dengan cara yang baik, aku akan berikan... Sekarang aku ada dibalik pintu, masih melihat, kadang dibalik jendela memperhatikan ... dan tak perlu sembunyikan apapun lagi ..... aku sekarang adalah perempuan kuat (tapi maaf jika aku masih bermulut pedas, sumpah itu adalah genetik, mungkin suatu hari hanya suamiku yang bisa merubah bagian itu) tak perlu sembunyikan foto di balik dompet itu, well gantilah dengan yang baru .. masih itu itu saja yang kau pakai, jadul tuhhh!!!, jika karena kehadiranku dia cemburu, bilang lah biar aku tidak muncul-muncul ketika dia ada, aku akan sembunyi di bawah ketek laki-laki lain, apa gunanya ada banyak lelaki disekelilingku (masih kan binal!), jika dia menunggumu didepan kampus bilang lah biar aku bisa mengambil salah satu pilihan dari (1. Meluncur lebih cepat darimu untuk menyapanya, atau 2. Sengaja melambat agar tidak bertemu dengannya) tergantung mana yang tidak menimbulkan masalah, lucu kan melihat orang-orang menggunjing (aku sih asek asek aja, aku kan sayang kamu, orang bilang kita pacaran juga aku ketawa aja, tapi dirimu yang kasian, dan dia lebih kasian jika mendengar berita macam itu), dan keadaan pertemanan kita sekarang menyenangkan, jangan ada pola yang dirubah  tolong!, karena aku merasa senang dan aman berteman dengan kalian semua dengan cara ini, aku merasa lega, walau kadang ada hal-hal yang bikin 'nyesek' tapi itu biasa, bukankah sebuah perjanjian itu harus dijalani dengan lapang dada? ......... Sekarang aku lebih tenang .... dan akhirnya aku tahu bagaimana caranya cinta tidak mengendalikan dan membawaku terus jatuh lebih dalam ... Aku berusaha terus mencari cara agar cinta bisa membuatku merdeka, dan aku sedikit demi sedikit telah menemukannya ......


Sungguh, lelah, tapi aku lega telah menemukan sebuah cara dimana aku tidak melanggar janji, aku tetap ditempatku, aku tetap mencintaimu tapi aku tidak menghancurkan diriku, dan aku tidak menghancurkanmu perlahan-lahan ataupun menghancurkan kalian ..... It's good isn't it?




Aku merobohkan pintu yang rusak itu, membuat pintu baru yang lebih bagus, mengganti kuncinya, tapi aku tetap berdiri dibalik pintu, kadang dibalik jendela untuk memperhatikan keadaan ... Aku baik-baik saja, kalian baik-baik saja, kau baik-baik saja, dan diapun baik-baik saja ....
Aku telah merasa merdeka ... dan pada fase ini aku berharap ini tidak sementara!




yeah, by the way few months ago she just removed me from her facebook, it's kinda she angry with me "I really know" but I hope can make a new friendship if I could, I'm so sorry, really sorry, real sorry, not such fake sorry, I'm sorry, and for what she can forgive me, I'll do anything, really, I'm serious, even if she ask me to do something like *bringing you around the town while yelling "He's not my boyfriend, he's her boyfriend and he's my best friend* I'll do it, it'll make me sick, but it can heal everyone ... Tapi aku cuma ketawa ngebayangin itu, kamu kan bukan barang, gak layak tampil tuh ....




Well, paling gak, pintunya sudah kelar, bagus dan elegan, mewah dan sukar ditembus .... Hahahaha .... Suatu hari (I never hope it happens, I mean, if it was happen it's mean you break up with her, it sucks for me to imagine that) coba saja, itupun jika hasrat -mungkin kita ditakdirkan bersama karena terlalu banyak kecocokan diantara kita- masih ada ... bagiku itu tidak akan pernah hilang, paling gak sampai ada pangeran berkuda yang naudzubilah tampan dan sempurnanya sehingga lututku lemah menatapnya dan tidak bisa menolak cintanya, ajibbb dah! ....




Baru kali ini aku merasa cinta membuatku merdeka ... Terima kasih :)






Meet you later if have a chance, I miss your hug and your kiss actually, it will end if I get the alternate-warm-hug-kiss , I'm not such a player or adventurer so in long time I just know your taste, not the other boy hahaha .. It was funny and cute ...


I never regret anything


I just sad it happen in wrong time


But I learned


And thanks ........



Kamis, Mei 26, 2011

Where I should to be ...





Mungkin aku bisa saja melangkah lebih cepat dan mendahuluimu
Tapi ... Aku merasa lebih suka mengikutimu dari belakang ....


Aku benci melihat punggungmu yang terus menjauh
Tapi ... Paling tidak aku bisa memastikan didepanku semuanya berjalan dengan baik


Aku bukan seorang yang penakut
Tapi .... Akan sangat menakutkan ketika aku berjalan begitu cepat dan ketika aku berbalik aku menyadari bahwa aku telah sendirian ...


Aku akan terus berada dibelakangmu .... Mencintaimu hingga episode terakhir!

Minggu, Mei 15, 2011

Just Innocent Love from Innocent Girl that Never got Love like a kids ;' )

I miss my analgesics
your hug and your kiss ....



---Why I love those all kids --- I love the pure one --- and I love kids --- and I love you ^_^
---If we were met since I was born, it would be the best --- but it shouldn't ---

















And my favorite one <3

for the best one who gave me the best moment in my life that never I could to forget even after years, time goes by ... It'll feels like, I'm kid forever ...

E.T by Katy Perry feat Kanye West






[Kanye West]
I got a dirty mind
I got filthy ways
I’m tryna Bathe my Ape in your Milky Way
I’m a legend, I’m irreverent
I be reverand
I be so fa-a-ar up, we don’t give a f-f-f-f-ck
Welcome to the danger zone
Step into the fantasy
You are not invited to the otherside of sanity
They calling me an alien
A big headed astronaut
Maybe it’s because your boy Yeezy get ass a lot



[Katy Perry]
You’re so hypnotizing
Could you be the devil
Could you be an angel

Your touch magnetizing
Feels like I am floating
Leaves my body glowing

They say be afraid
You’re not like the others
Futuristic lover
Different DNA
They don’t understand you

Your from a whole other world
A different dimension
You open my eyes
And I’m ready to go
Lead me into the light

Kiss me, ki-ki-kiss me
Infect me with your love and
Fill me with your poison

Take me, ta-ta-take me
Wanna be a victim
Ready for abduction

Boy, you’re an alien
Your touch so foreign
It’s supernatural
Extraterrestrial

Your so supersonic
Wanna feel your powers
Stun me with your lasers
Your kiss is cosmic
Every move is magic

Your from a whole other world
A different dimension
You open my eyes
And I’m ready to go
Lead me into the light

Kiss me, ki-ki-kiss me
Infect me with your love and
Fill me with your poison

Take me, ta-ta-take me
Wanna be a victim
Ready for abduction

Boy, you’re an alien
Your touch so foreign
It’s supernatural
Extraterrestrial



[Kanye West]
I know a bar out in Mars
Where they driving spaceships instead of cars
Cop a Prada spacesuit about the stars
Getting stupid ass straight out the jar
Pockets on Shrek, Rockets on deck
Tell me what’s next, alien sex
I’ma disrobe you, than I’mma probe you
See I abducted you, so I tell ya what to do
I tell ya what to do, what to do, what to do



[Katy Perry]
Kiss me, ki-ki-kiss me
Infect me with your love and
Fill me with your poison

Take me, ta-ta-take me
Wanna be a victim
Ready for abduction

Boy, you’re an alien
Your touch so foreign
It’s supernatural
Extraterrestrial

Extraterrestrial
Extraterrestrial

Boy, you’re an alien
Your touch so foreign
It’s supernatural
Extraterrestrial

Selasa, Mei 03, 2011

Mengasihi Membuatku Merasa Sempurna

this quote had been put at 1st July 2011
Everytime I getting angry with everything that had been you did or everything that hurt me, I'll read this writing. I wrote this writing spontaneously and honest, so it's what in the deepest of my heart. No payback. And just in half second, I don't angry or hurt anymore ....
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku bahagia memiliki mata untuk melihat, memandang, menatap ......






Aku bahagia memiliki telinga untuk mendengar dan menghayati .....






Aku bahagia memiliki hidung untuk mencium .......






Aku bahagia memiliki tangan untuk menyentuh, merangkul, dan memeluk ....






Semua indera yang kumiliki, sempurna untukku saat ini ....


Jika aku harus kehilangan mataku, aku kecewa namun tak apa, tanpa mata aku masih bisa merasakannya


Jika aku harus kehilangan telinga, aku kecewa namun tak apa, tanpa telinga aku masih bisa merasakannya


Jika aku harus kehilangan hidung, aku kecewa namun tak apa tanpa hidung aku masih bisa merasakannya


Jika aku harus kehilangan tanganku, aku kecewa namun tak apa tanpa tangan aku masih bisa merasakannya


Tanpa indera itu aku masih bisa merasakannya, aku akan kecewa tapi aku tetap bisa merasakannya meski akan muncul banyak keraguan akan kebenaran sebuah eksistensi


Bahkan sekarang ketika inderaku sempurna


Aku seperti merasa dipaksa tak punya mata, aku dipaksa menutup mata dan pura-pura buta hanya karena terlalu kuat merasakannya


Aku seperti dipaksa tak punya telinga, aku dipaksa untuk menjadi tuli dan tidak mendengar apapun karena aku terlalu tahu banyak dari yang aku dengar


Aku seperti dipaksa tak punya hidung, aku dipaksa untuk berhenti mengingat semuanya lewat apa yang kuhidu ...


Aku seperti tidak punya tangan ,.... Aku dipaksa untuk berhenti mengasihi dan membiarkan ia tergenggam erat tanpa tahu apa yang harus dikerjakan ....






Kadang aku lupa dan mau tidak mau kesempurnaan inderaku mengendalikan diriku!
Bukan aku, tapi kasih sayang itu yang mengendalikan diriku ...






I'll more frustrated when I have nobody to be loved than I don't have anyone who loves me
tidak penting apakah aku dicintai atau tidak
mendapatkan kasih sayang atau tidak
Aku hanya ingin mengasihi, itu saja ....
dan itu benar .....






Apakah aku kecewa? Tidak :)
Aku merasa bahagia ketika diberi kesempatan untuk mengasihi .....
dan meski kadang dipaksa seakan aku harus jadi tak sempurna, aku akan tetap merasa sempurna karena kasih sayang yang aku punya didalam sini! :')




Dahulu sering terpikir untuk mati
Dahulu sering aku putus asa lalu mencoba bunuh diri






Sejak kapan aku berhenti aku lupa, yang aku ingat aku ingin menjaga diri saja ...
Ketika aku depresi -dan aku masih sering depresi- aku masih sering melukai diriku sendiri, menggores tangan dengan pisau berkarat, melihatnya berdarah lalu terasa nyeri dan tertawa sambil mata mengeluarkan cairan yang rasanya asin dan menggatalkan pipiku ketika kering -It's tears-






Tapi satu hal yang aku tahu sekarang .....
Selama aku masih bisa merasa sempurna...
Meski kadang dipaksa untuk menjadi tidak sempurna
Selama aku masih bisa sempurna untuk mengasihi
Selama aku masih memiliki seseorang untuk dikasihi -bukan seseorang yang harus mengasihi-
Selama kau masih ada






Aku akan bertahan hidup


Tidak ada alasan untukku berharap mati


Aku ingin hidup seribu tahun lagi


----------------------------------------------
----------------------------------------------


AKU

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

Chairil Anwar




I said, "I love" -point- (Aku bilang "Aku cinta" -titik-)
I said, "I heart" -point- (Aku bilang "Aku sayang" -titik-)
It's not like "I love you if ....." -blablabla- (Ini bukan seperti "Aku cinta kamu seandainya....." -blablabla-)
It's not kinda "I heart you but....." -blablabla- (Ini bukan seperti "Aku sayang kamu tapi....." -blablabla-)




I dunno what kind of this feeling
But everyone said That is 'Unconditional'

Minggu, Maret 27, 2011

Eyes Set To Kill --- Give You My All Video

Your Lips ........
Gentle Kiss to cure My Pain ....




Selalu nangis kalo nonton ini :((

Eyes Set To Kill --- Give You My All



Glass hailed from the sky that night
I couldn't hide to save my life
Standing drenched in open wounds
You took my hand and pulled me through

I want to give you everything I'll give you my all
Because you gave me, you gave me your lips a gentle kiss
The medicine to cure my pain


Listen to all of this glass shatter
It pierced my ears and made them bleed
Now it sounds so beautiful, cause you're beautiful you're beautiful

I want to give you everything I'll give you my all
Because you gave me, you gave me your lips a gentle kiss
The medicine to cure my pain

I want to give you everything I'll give you my all
Because you gave me, you gave me your lips a gentle kiss
The medicine to cure my pain
------------------------------------------

Well ... sekarang aku disini ... jatuh ditempat dimana aku seharusnya gak berada
Satu-satunya yang bisa kulakuin sekarang adalah bertahan disini dengan segala kemampuan yang aku bisa ...
bertahan di tempat ini, duduk menatap keatas kepada bintang-bintang yang kucoba sapa
bertahan di tempat ini bersama kebahagiaan yang sinis ....

Well ... meski sekarang aku disini,.. terduduk di tempat yang aku seharusnya tak berada ...
menyesal? tidak
Ingin pergi? tidak

Waktu-waktu yang telah terlewatkan bersamamu tak satu 'part' pun yang aku sesalkan, justru yang aku sesalkan sekarang adalah, waktu-waktu yang dulu seharusnya bisa bersamamu namun waktu itu terlewat begitu saja tanpamu ...

Keinginan untuk pergi itu pernah terlintas, tapi bahkan untuk pergi, untuk berdiri saja kaki ini tak sudi, karena kaki ini bilang dia ingin tetap berada disini, tangan ini juga bilang ingin tetap berada disini, rambut ini juga bilang ingin tetap berada disini, hati ini bilang ingin terus disini, tubuh ini bilang ingin menghabiskan selamanya disini, roh ini bilang ingin tetap disini, batang otak bilang ingin tetap ditempat ini. semua bagian dari diriku bilang ingin tetap disini, hingga akhirnya aku bingung, bagian dari diriku yang mana yang pada awalnya tadi menginginkan untuk pergi, atau sebenarnya itu tak pernah ada dan cuma halusinasiku saja karena sebenarnya aku dan semua dari diriku ingin tetap berada di tempat ini tidak ingin pergi.....


I want to give you my all if I can ...
I want to give you my all if I available for that .....
Even now, when I couldn't do anything, I just still want to give you my all .....



Rabu, Maret 23, 2011

I cant stop raining







Malam ini hujan begitu deras....
Dengan petir yang keras
Dingin yang merasuk ke dalam kulit
Menusuk rusuk
Meretakan tulang
Ketakutan ....
Aku merasakan sebuah rasa rindu yang membabi buta
Aku merasakan sebuah perasaan kehilangan yang tak bisa dideskripsikan
Aku merasakan sebuah keinginan di dalam sini... Sakit rasanya ...


Hujan semakin deras


dan setiap tetes air yang jatuh ke bumi, bagaimana aku merindukanmu
dan setiap rasa dingin yang tereguk bersama aliran air hujan diatas tanah, bagaimana aku membutuhkanmu
tapi ...... aku bahkan tak tahu harus berbuat apa selain menangis


Even, I cant stop this raining in myself
How, I could to stop raining in the night?
It just raining and raining
Like my eyes that always raining
The water just falling to the earth coldly
Like the tears running out on my cheek warmly
I cant do anything
I cant stop raining, tonight ...


Dear ... I miss you :(
and more ... I miss us ...


by : Peri Hujan



Jumat, Maret 04, 2011

Sebuah perasaan yang sangat menggangguku .... about our friendship

Aku berbalik dan kulihat punggung kalian
Sahabat-sahabat yang selalu berada dibelakangku untuk mendorongku maju
Sahabat-sahabat yang selalu berada didepanku untuk menjagaku
Sahabat-sahabat yang selalu berada disampingku untuk menopangku
Aku berbalik dan kulihat wajah kalian


Tawa ...
Marah ....
Iya ... aku bukan siapa-siapa
dan hingga sekarang bukan siapa-siapa
tapi kalian membuatku merasa begitu penting
kalian membuatku merasa berharga
dan jauh didalam sini
aku merasa senang ... Bahagia
Jauh didalam sini...
Aku tak pernah menyesali apapun tentang diri kalian
Kalian yang kadang kasar
Kadang tak mengerti
Kadang nakal
Kadang membuatku marah
Kadang membuatku menangis
Kadang menyakiti perasaanku
Tak pernah kusesali
Diantara begitu sedikit orang, ...
Cuma kalian sahabat yang aku punya
Kalian mengisi retakan kosong dalam hidupku
Kalian berusaha
Meski ada retakan yang tak bisa diganti oleh siapapun untuk mengisinya
Kalian telah berusaha
dan kalian yang terbaik ...


Untuk sahabat-sahabatku
Yang jumlahnya tak lebih dari jari-jari tanganku
Aku sayang kalian !!!!
Maafkan aku dan kekuranganku .. :))

==================================

Teman ... jujur ... jauh jauh didalam hatiku aku merasa iri pada kalian
Aku merasa marah dan benci
Meski kita, sekumpulan orang-orang yang kesepian, tapi ada satu sisi hati kalian yang terisi ...
Kalian memiliki seseorang disamping kalian, dihati kalian, menyempurnakan kalian, kalian punya seseorang yang aku tak miliki dan tak bisa miliki ....
Kalian punya dan aku tidak ....
Meski kita adalah orang-orang kesepian, ada satu lubang kesepianku yang tak kalian miliki, entah bagaimana caranya supaya ada seseorang yang paham, tapi aku tak bisa paksa ....
Suatu hari kalian dengan hidup kalian dan aku dengan hidupku ...


Aku senang melihat kalian bahagia
Tapi jujur, sakit rasanya ... melihat kalian memiliki apa yang aku tak miliki, apa yang terus aku perjuangkan dengan sepenuh hati tapi tak pernah bisa kudapatkan ....


Sungguh maaf ....


Aku iri pada kalian ...


Maaf!!!


Kalian adalah sahabat terbaik, sungguh!!!



When Falling Star ....

Well, every-time 'Time' gives me holes for thinking and being quiet here without anything to do ...
I just have big time to make everything in my mind real ...
Extremely expressive, yes I am ....
It was so .... me ...
Well ... God ... Falling star ... Moon ! everyone ...
=======================================
Fin : night, 9.40 PM
At the lonely Friday_ 4 March 2011



“Bintang-bintang kemarilah sejenak untuk malam ini… aku kesepian sekali” teriaku pada bintang terdekat yang bisa kusapa
“Mustahil aku kesana, ini siklusku, jika aku jatuh maka aku tidak bisa kembali” jawab bintang sambil berteriak
“Bintang-bintang, lalu bagaimana caranya agar aku mendapatkan seseorang untuk menemaniku malam ini?”
“Aku tidak bisa kesana, jika aku kesana maka aku tidak bisa kembali, percuma aku kesana lalu mati, tapi jika kau melihat sebuah bintang jatuh dari orbitnya, memohonlah!”
“Bintang-bintang, kenapa kau harus menjatuhkan diri dan mati dulu agar bisa memenuhi permintaan, tidakkah itu tak adil untukmu?”
“Kami bintang, tak memiliki perasaan sepertimu. Kami bintang tak merasa sepi, tak pernah merasa tak adil, tak pernah merasa iri, untuk apa kami diciptakan, untuk itulah aku melakukan segalanya. Maaf jika aku tidak pernah mendengar atau merasa kasihan kepadamu, aku tak punya perasaan semacam itu, semua bintang tak punya”
“Bintang-bintang … aku iri kepadamu”
“Jangan iri, ketika kau merasakan jadi bintang yang kosong begini, kau akan mensyukuri perasaanmu sekarang. Bersemi”
“Bintang-bintang, tidakah kau lihat sekarang sedang musim dingin? Aku tidak sedang bersemi, aku kesepian”
“Benarkah?”
“Iya iya bintang”
“Aku mau jatuh” bintang berkata padaku “Pejamkan matamu dan ucapkan sebuah permintaan”
“Bintang-bintang, berikanlah aku saran doa apa yang paling baik untuk kuucapkan?”
“Aku tidak tahu, tapi saranku, kau merasa kesepian, maka mintalah seorang teman yang bisa membuat kesepianmu hilang”
“Bintang-bintang. Teman macam apa, aku tak temukan teman macam itu”
“Kau yakin”
“Bintang-bintang, aku punya seseorang, dia teman, iya dia seorang teman, tapi sekarang sudah tidak bisa benar-benar menemaniku lagi. Terlalu sulit, diluar sana banyak hal” aku mulai murung lagi, tapi kupaksa senyum, aku merasa tidak enak bersedih didepan bintang yang hidupnya akan berakhir.
“Nah, itu dia. Mungkin kau bisa meminta dia berada disampingmu selamanya, atau kau bisa membuat semua hal yang membuat dia tak bisa disampingmu itu dilenyapkan, atau mungkin kau bisa meminta sesuatu yang mirip dengan temanmu itu untuk menggantikannya”
“Bintang-bintang, berikan aku satu saja saran, itu terlalu banyak”
“Tidak sempat sayang, aku akan segera jatuh dan mati. Cepat tutup matamu dan ucapkan sebuah permintaan. Kau mau membuat kepergianku sia-sia?”
“Bintang-bintang, aku akan ucapkan permintaanku”
Bintang itu mulai oleng, dia memejamkan mata dengan damai, lalu tersenyum manis kepadaku sebelum orbitnya hilang tertiup oleh waktu, dia kehilangan tempat berpegang, membiarkan dirinya jatuh ringan menciptakan segaris putih yang cantik dilangit yang hitam. Aku bisa rasakan semua yang ada didalam diriku berdoa setelah melihat pemandangan itu. Akupun mengikuti, aku berdoa, aku sudah memilih permintaanku sendiri.
Aku tutup mataku rapat-rapat
Aku merentangkan kedua tanganku. Kusuk
Aku bahkan berlutut, dengan dramatis agar bintang senang melihatnya
“Bintang-bintang, aku akan ucapkan permintaanku”

Tuhan. Aku memohon kepada Engkau, apapun yang terjadi nanti, setelah ini, dia dekat, dia jauh, dia bersamaku, atau tidak bersamaku, jadikan dia orang paling bahagia didunia, jadikan dia agar tidak pernah kesepian lagi, jaga dia dan terus berikan alasan agar dia tetap tertawa.

Bintang terus meluncur, kehilangan daya untuk melayang. Dia tertarik sebuah jalan, sebuah jalur, sebuah gravitasi yang membuatnya terus jatuh menyusut menjadi batu putih indah dari jauh. Dia tersenyum lagi padaku, tapi dengan wajah kebingung. Matanya penuh dengan pertanyaan.
Kau meminta saran sebuah permohonan, kenapa kau meminta jauh dari yang aku sarankan
Mengapa kau memohon begitu banyak, mintalah cukup satu
Mengapa kau menggunakan kata ‘dia’ bukan ‘aku’ … Dia yang mana? Siapa?

Aku hanya tersenyum mendengarnya, melihatnya. Wajah bintang itu ketika pergi begitu tenang, aku hanya melambaikan tangan tanpa menjawab apapun padanya. Dia tidak mengatakan bahwa aku tidak boleh meminta lebih dari satu dalam satu doa, dia tidak tahu bahwa aku punya sahabat yang sangat aku cintai, dia Rembulan, dia tidak tahu aku lebih suka memakai kata ganti ketiga daripada kesatu. Satu hal lagi, dia tak tahu bahwa aku keras kepala.

Aku melambai lagi sambil berteriak “Bintang-bintang, kapan bintang selanjutnya akan jatuh?”
Bintang menggeleng “Aku tidak tahu” jawabnya dengan suara yang semakin lama semakin kecil
“Bintang-bintang, apakah doaku tadi akan dikabulkan?”
Bintang hanya tersenyum lalu dia menghilang dalam kegelapan, meninggalkan sebuah bekas kehangatan dari tempatnya jatuh. Indahnya menjadi bintang. Tapi kosong, mungkin karena itu aku tidak cocok jadi bintang…

Baiklah, aku akan tetap berada disini, menunggu rembulan berkunjung lagi, dan menunggu bintang selanjutnya jatuh dan memohon, aku tak punya doa lain yang sangat ingin ku wujudkan jadi mungkin jika ada bintang jatuh lagi dalam waktu dekat aku akan mengucapkan doa yang sama….


Dear God ---
I just forgot for a while, about something ….
Maya peeped me then … I was afraid if Moon just knew what I’ve been said when falling star happened … I shy …. X))
I just realized for a while ago, about another thing …
Game is not over … Did Moon smile?


Jumat, Februari 25, 2011

KISAH SEPOTONG BUMI KECIL



Aku duduk sendirian di tepi jurang itu, menatap segaris oranye batas langit senja sendirian. Dengan air mata. Entahlah, tidak ada kesedihan di dalam sini, kosong, tapi tiba-tiba ada rasa sakit. Langit semakin gelap, menutup diri dari kecerahan dan warna, menyalin diri dengan baju hitam, menutup diri dengan kelambu suram. Aku tetap disana dengan tatapan kosong penuh keingintahuan. Sepotong benda kecil bernama bumi.
Langit itu terus bergulir mengujudkan diri menjadi sesuatu yang tidak tergambarkan lagi.
Seperti sebuah jam pasir yang terus-menerus bergerak namun tetap sama, tidak terlihat perubahan kecuali jika suatu masa setelah si pasir telah habis. Seonggok kegelapan melingkupi. Aku takut, merasa takut.
Ibuku tersenyum padaku, dia adalah makhluk bernama waktu, seorang yang kadang sangat sabar namun kadang juga sangat buru-buru. Aku sangatlah penurut, apa yang dia inginkan harus wajib aku ikuti. Aku berputar mengikutinya, mengikuti geraknya. Dan kini aku mengikuti dia berhenti disana, dalam lubang kegelapan langit yang kosong melompong seperti sebuah lubang neraka yang tidak ada dasarnya.
Ayahku menepuk bahuku, hangat. Dia adalah Kala, sesuatu yang besar dan berkuasa, seperti ibuku. Dan aku hanyalah anak manis yang masih meratap disini. Dipinggir jurang sang ibu, di pangkuan sang waktu, berpegang dengan kala, menatap langit gelap yang tanpa kehidupan itu. Sungguh saat-saat yang tidak berharga yang berlalu begitu lambat dan tidak berkesan, tanpa warna dan ketidakpastian.
Lalu aku lihat setitik putih disana, jauh jauh jauh, tapi aku merasa seperti bisa menggapainya…
Aku bertanya kepada ibu “Ibu, apakah itu?”
Ibuku menjawab “Dialah bintang anaku, sama sepertimu, duduk dipangkuan ibunya, disana menatap kita, setitik putih dalam gelap” ibuku tersenyum hangat
“Apakah dia saudaraku ibu?”
“Dia sepupumu sayangku, tapi dia sangat jauh disana, kalian akan sulit bertemu” jawab ibuku kecewa
Semangatku ketika mengira akan mendapatkan seorang temanpun surut.
Beberapa lama aku menatap langit. Lalu aku melihat setitik putih yang kedua.
Aku berbalik ke sebelahku, ayahku disana, duduk disamping ibuku, tersenyum gagah bak seorang dewa. Menggenggam tanganku erat. Aku bertanya padanya “Itu bintang juga ayah?”
“Iya anakku” jawabnya
“Tapi itu terlihat lebih besar”
“Bukan lebih besar, tapi lebih dekat”
Wajahku mulai senang. Ada bintang yang lebih dekat, mungkin aku bisa menyapanya dan menemaniku disini ketika nanti setelah ini kedua orangtuaku sibuk bekerja mengatur rumah kami, sang semesta.
“Ajak dia kesini, ke rumah. Aku kesepian” ucapku
Ayahku hanya mengernyitkan wajah kecewa “Tidak bisa sayang, dia juga terlalu jauh”
Aku menangis
Mengapa setitik putih itu terlihat begitu indah, dan menggiurkan, dan bersahabat, dan ketika aku pejamkan mata, mereka seakan terjangkau oleh tanganku, namun kenyataannya mereka jauh. Aku kesepian, aku ingin mereka disini.
Melihat mereka muncul satu-persatu, titik-titik putih lain, bintang-bintang lain yang bermunculan, saling menyapa satu sama lain, namun tak tergapai membuatku semakin sakit. Mengapa Tuhan membiarkan aku melihat mereka, ini tak lebih baik dari ketika aku menatap langit kosong… Paling tidak saat aku menatap langit gelap yang mendung dan kosong, aku tidak mencoba untuk berharap. Aku menangis semakin keras karena aku merasa kesepian.
Ayahku mengelus kepalaku “Sayang, mengapa menangis, sudah cukup kami disini, mengapa kau masih kesepian?”
“Ayah, ini berbeda, kalian adalah orang tuaku, melengkapi siklusku. Tapi aku bumi, aku bertumbuh. Menjadi hijau lalu biru, lalu hitam dan kembali hijau, terus bertumbuh membawa banyak perasaan hidup didalam sini” sambil terisak aku jelaskan kepada mereka
Wajah ibuku tampak kasihan “Anaku, kami tak kuasa, ini adalah putusan kakekmua untuk tetap melakukannya” kata ibuku putus asa.
Iya, aku punya kakek, yang waktu dan kala tak kuasa melawannya. Dia adalah Jarak, aku benci jarak, aku benci kakek, dia mebuatku melihat namun tak bisa menggapai, dia membuatku merasa gagal.
TAPI DIA MEMBUATMU KUAT. DIA YANG MEMBUAT ULAT MENJADI KUPU-KUPU. DIA YANG MEMBUAT BINTANG-BINTANG ITU DAN DIRIMU TAMPAK CERAH DI KEJAUHAN
Aku membenci JARAK….

Lama aku merenung, menangis, duduk sendirian… kedua orang tuaku telah lenyap. Menyatu bersama detak waktu didalam jantungku, menyatu bersama aliran semesta penghias rumahku, menyatu bersama jam-jam pasir didalam pikiranku. Aku duduk sendirian berharap ada bintang yang paling dekat yang bisa paling tidak kusapa dan memberikan senyuman untukku.

Lama aku menunggu……..
Lalu aku menyadari sesuatu bahwa …. AKU DIAM
Aku ingin bergerak… mencari… aku memang hanya bumi yang kecil, tapi aku punya perasaan. Banyak perasaan, banyak hati. Kebencian, cinta, kepasrahan, semangat, kekecewaan, yang penghuni semesta lain tak punya. Ibu bilang aku istimewa, ayah bilang aku yang terbaik, tapi aku merasa aku aneh karena kini aku sendirian tidak ada teman….

Debu debu semesta saling berpapasan dan tersenyum satu sama lain, tapi mereka semua menatap benci kepadaku. Apa salahku.
Aku menangis … aku sendirian….

Lalu aku memutuskan untuk tidak diam. Aku tidak bisa berpindah, tapi aku bisa membuka mata, aku bisa berputar untuk melihat kesekeliling. Mungkin ada kesempatan untukku ketika kakekku lengah dan menghilangkan jarak pada salah satu bintang-bintang itu. aku ingin bertemu salah satu bintang itu.

Aku berputar, mataku ingin keluar, terbelalak, takjub menatapnya…
Susuatu yang bulat indah, bersih, bercahaya, tersenyum dengan hangat, membuka tangan, dan dia DEKAT

Aku berteriak untuk menyapanya “Hai ..” teriaku
“Hai” jawabnya
“Apakah kau bintang?” tanyaku
Dia tertawa
“Kenapa tertawa?”
“Tak ada bintang sedekat ini”
“Lalu apa kau ini? kau mirip bintang-bintang itu, tapi kau dekat” aku memejamkan mataku, mengulurkan tanganku, mencoba menggapainya. Tak sampai, tapi aku bisa rasakan hangat tubuhnya, sebuah aura yang begitu hangat. Tanganku bergetar, tubuhku bergetar, sebuah kebahagiaan. Aku merasa tak lagi sendirian.

“Aku adalah rembulan”
“REMBULAN?”
“Iya” katanya sambil mengangguk.
Dan sejak itu aku tidak merasa kesepian lagi.
Bulan bilang padaku dia tidak bisa datang saat siang, karena dia harus berada ditempat dimana kegelapan muncul untuk menghiasi kekosongannya, tapi dia berjanji, dia mengawasiku dibelakang, meski aku tak melihatnya. Aku percaya padanya.

Suatu hari, di pagi yang cerah dengan embun dingin yang menyiram seluruh tubuhku, menumbuhkan kesejukan di separuh kepalaku, menyenangkan sebagian hati yang hidup didalamku. Aku duduk disamping ibuku. Aku bercerita tentang rembulan padanya.
“Ibu, kau tahu siapa rembulan itu?”
Ibuku menggeleng
“Dia menjadi sahabatku dan menemani aku setiap malam” kataku penuh semangat
“Benarkah, aku tidak tahu ada hal yang seperti itu”
“Iya, kataku. Aku meminta bintang kepada Tuhan, dia tak berikan karena kakek merintanginya, tapi Tuhan berikan hal lain yang tak kalah hebat, yang lebih baik, Tuhan berikan aku rembulan untuk menemaniku”
Ibuku tersenyum
Ayahku datang dan ibu bercerita tentang rembulan pula kepadanya.
Ayahku mendekat dan mencium keningku
“Ada apa ayah?” tanyaku
“Suatu hari kau akan tau dan belajar sesuatu anaku” katanya
Aku hanyalah seonggok bumi kecil yang kesepian dan merasa sendirian, aneh, dan polos. Aku hanyalah seonggok bumi tak berharga yang selalu mengikuti apa yang kuinginkan tanpa pikir panjang, aku adalah seonggok bumi kecil yang jarang merasa bahagia karena terlalu banyak kebencian hidup didalamku. Bumi itu meski kecil namun berat.
Maka, saat rembulan disisiku, aku merasa senang. Aku merasa tenang. Aku tidak merasa takut. Dan perasaanku ringan. Gejolak air dalam tubuhku menjadi pasang saat rembulan muncul, lebih dari setengah pikiran dan hati di dalam diriku, ribuan, menjadi tenang saat ikut menatap rembulan bersamaku dari jauh. Andai kalian tahu rembulan begitu dekat disini disampingku.
Semuanya terasa seperti akan selalu baik-baik saja saat berada disamping rembulanku ….

Lalu suatu hari …..

Aku ………..
Aku duduk sendirian di tepi jurang itu, menatap segaris oranye batas langit senja sendirian. Dengan air mata. Entahlah, tidak ada kesedihan di dalam sini, kosong, tapi tiba-tiba ada rasa sakit. Langit semakin gelap, menutup diri dari kecerahan dan warna, menyalin diri dengan baju hitam, menutup diri dengan kelambu suram. Aku tetap disana dengan tatapan kosong penuh keingintahuan. Sepotong benda kecil bernama bumi.
Aku menunggu rembulan …..
Aku duduk ditempat dimana aku bertemu dengan rembulan.
Aku menghadap kearahnya … karena aku tidak bisa kemana-mana dan tidak akan kemana-mana
Aku menunggu penuh semangat TAPI ….
Ayah mulai lelah bekerja
Ibu telah lelah menyusun jam pasir
Kakek pun berbisik-bisik memintaku tidur
Rembulan tidak muncul dan aku menangis ….
Rasanya seperti tsunami didalam diriku, rasanya ratusan nyawa dalam hatiku mati satu-persatu, yang lain ketakutan, dan yang lain berteriak, yang lain bersedih, tak ada satupun rasa senang disana. Tsunami itu menghabiskan tubuhku sendiri.
Aku gemetar, gempa diseluruh tubuhku. Ketakutan melanda, tiada tara. Aku tak berdaya
Air mata terus jatuh. Hujan membanjiri semua sel-sel darahku, semua pembuluh-pembuluh nadiku, bahkan otakku. Semua tersiram hujam lebat yang tak henti menenggelamkan akal sehatku. Satu malam rembulan tiada, semuanya menjadi seperti neraka. Semua jadi sangat gelap dan sepi seperti dahulu, bahkan lebih buruk ….

Ayah mendatangi dan mencoba mendiamkanku…
“Rembulan akan kembali” katanya “Dia tidak bisa selalu berada disampingmu setiap saat. Banyak hal diluar sana yang harus tetap dia lakukan”
“Aku takut ayah” kataku tersedu
“Jangan takut, bukankah aku pernah bilang padamu bahwa kau akan belajar? Belajarlah sekarang”
“Kenapa aku dipertemukan dengan bulan, kenapa kakek lengah sehingga tak ada jarak diantar kami, kenapa sekarang Tuhan membuat dia tidak datang?”
“Besok dia akan kembali, sekarang dia hanya akan mengintip dibalik awan gelap dari kejauhan, menjaga bumi lain sambil memperhatikan dan berdoa kau baik-baik saja”
“Mengapa kau tahu ayah?”
“Aku bertemu dengannya setiap bekerja, dia menyatu dengan orang lain namun aku kenal dia yang selalu sendirian dan berbeda dari yang lainnya. Apakah bagimu dia sangat terang?”
“Iya” aku mengangguk
“Padahal dia bulan paling gelap yang pernah kutemui” gumam ayah
“Dia bahkan lebih terang dari bintang terdekat yang bisa kulihat” sahutku dengan air mata
Ayah tersenyum. Mengelus kepalaku, hingga aku terjatuh dan tidur. Tenggelam dalam pangkuan waktu. Terdiam dan kosong menanti rembulan kembali dalam kegelisahan.

Besoknya … Rembulan kembali …..
Aku bahagia ………………..

“Wahai rembulan, kenapa kemarin kau tidak datang?”
“Ada banyak hal yang kau tidak mengerti, tapi kau tahu aku berada disini saat aku bisa”
Aku mengangguk polos tanpa pikiran apapun. Aku kosong, pikiranku hanya dipenuhi oleh rembulan dan setiap kata yang keluar darinya akan terus kubenarkan selama itu membuatku senang, aku merasa tenang. Dan semuanya kembali ….

Besoknya ….
Besoknya …..
Besoknya …..
Besoknya …..

Rembulan itu, kadang ada kadang hilang ……….
Lama kelamaan, semakin lama hilang, tapi … dia masih ada.
Saat kututup mata, kegapai tanganku ketempat dia seharusnya berada, aku bisa rasakan keberadaannya, sebuah kehangatan. Dingin! Tanganku gemetar, wajahku pucat….

Kenapa dingin?

Rembulan datang dan tersenyum… tapi dingin… aku ingin bertanya tapi tidak kutanyakan apapun karena aku takut …..

Lalu rembulan tidak ada…. Lalu dia ada …. Lalu menghilang lagi ….
Dari kejauhan dia mengawasi, itu yang selalu ayah katakan padaku ….

Dalam hati ini merasa resah …. Aku sebuah bumi kecil yang terus berputar pada siklusku, aku tidak bisa kemana-mana dan tidak akan kemana-mana. Saat kutatap langit dimalam hari, aku selalu berharap melihat rembulan disana, aku sering melihatnya. Namun kadang tidak.
Rasa kesepian tanpanya seperti ribuan tahun lamanya ….
Tapi aku tahu, dia tetap disana mengawasi ….





Aku mulai khawatir …………
Rembulan berjanji akan berada ditempat dimana dia akan datang ….. saat dia ada aku merasa tenang, tapi aku merasakan dingin…. Saat dia tak ada, ada sebuah kegelisahan didalam sini …
Pernah aku bilang kepada orang tuaku agar berhenti bekerja, hentika siklus saat rembulan ada disini, tapi mereka menolak
“Tidak bisa sayang, kakek akan marah, Tuhan juga”
Aku diam, oh iya benar, aku egois ….
Lalu aku hanya diam menunggu ….
Dalam hatiku ada sebuah rasa takut, bahwa mungkin nanti suatu hari, rembulan itu takkan pernah ada lagi ….. aku menangis dan ketakutan, saat itulah dia ada …… dan ketakutanku sirna
Tapi ketakutan itu akan datang lagi nanti …. Tapi aku hanya tersenyum sekarang ….
Mungkin iya suatu hari rembulan tidak akan pernah bisa muncul lagi, namun saat itu seharusnya adalah saat dimana rembulan akan terang selamanya menjadi bulan paling terang diantara bulan yang lain dan tidak lagi menjadi rembulan yang penyendiri, meski saat itu dia hanya mengintip dari semesta sebelah karena sedang menerangi bumi yang lain …
Mungkin iya suatu hari rembulan tidak akan pernah bisa muncul lagi, tapi seharusnya saat itu adalah saat dimana kakek menjadi ramah dan menghilangkan jarak antara aku dan bintang-bintang disana, meski sebanyak dan seterang apapun semua bintang itu, satupun tak bisa mengaggantikan rembulanku yang baik …..

Kakek mendekatiku dan tertawa “kau sangka ini konspirasiku bersama Tuhan?”
Aku mengangguk
Kakek menjawab “Tidak, aku tidak ikut campur. Aku hanya merintangi jarak antara kau dan bintang, bukan kau dan rembulan. Jarak yang tercipta adalah langsung buatan Tuhan. Bujuklah Tuhan”

Aku tersenyum lirih
Aku akan bujuk Tuhan ….
Tuhan lebih mudah dibujuk daripada kakek ;)
Aku lalu berbalik, duduk manis dipinggir jurang, menanti malam dan menanti rembulan. Jika dia tidak ada aku akan pulang dan kembali malam berikutnya dan malam berikutnya dan malam berikutnya lagi … aku akan berhenti hingga Tuhan terbujuk atau malam takkan pernah lagi datang …..

Keduanya adalah tidak mungkin
Tuhan selalu akan terbujuk karena dia luar biasa baik
Malam akan terus datang karena kedua orang tuaku tak pernah berhenti berputar
Itu artinya aku akan tetap datang ke tempat yang sama dimana mungkin malam itu rembulan ada …

TUHAN LEBIH MUDAH DIBUJUK DARIPADA KAKEKKU
DAN MEMANG …. APA YANG AYAHKU, SANG KALA, KATAKAN, AKU BELAJAR SESUATU, MESKI HINGGA SEKARANG AKU MASIH TERLALU KECIL UNTUK MEMAHAMI APA YANG TELAH AKU DAPAT DARI PELAJARAN ITU ……

Mungkin agar aku berhenti merasa kesepian dan agar rembulan itu menjadi rembulan yang tidak penyendiri lagi ……….

Dalam semesta ini tidak akan pernah ada akhir yang benar-benar bahagia … tapi!  Tuhan kan bisa dibujuk ;’p
===================================
Fin, 12.01 midnight, 26 feb. 2011
Bumi tidak pernah tau semudah apa dia akan lenyap tertutup awan
Bumi juga tak pernah tahu, sejauh apa jarak akan menjauhkan
Bumi juga tak pernah tau secepat atau selambat apa waktu menimangnya
Bumi tak ingin tahu bagaimana cara Kala membuat kepalanya penuh dengan kenangan
Mereka semua adalah keluarga Bumi ....

Bumi tak pernah tahu semudah apa dia akan hilang dan dilupakan .... Hanya saja satu hal yang diyakini oleh bumi .... Rembulan adalah teman terbaiknya hingga saat ini!