Selasa, April 19, 2011
Secret Admirer?
Rasanya tiba-tiba punya secret admirer ???
Ketika aku mengecek pesan di dinding, aku temukan kata 'I love you' lain selain yang pernah dia tulis
Dan aku yakin seyakin-yakinnya itu adalah tulisan orang asing yang sebelumnya tidak pernah aku lihat
clue? It looks I know that person ...
Lalu aku berpikir ....
Unik cara Tuhan membuat skenario!
Kenapa muncul disaat sekarang? Apa maksudnya ...
Aku mencoba untuk membuka mata
Aku tertekan dengan keadaan sekarang, aku kebingungan dengan keberadaanku, aku memang seorang teman, tapi aku tidak pernah bisa netral untuk menjadi teman, aku orang yang ekspresif dan perasaan itu terlalu kentara untuk disembunyikan dan memang terlalu naif untuk menyembunyikan tiap ekspresi yang aku buat karena itu mustahil! Lalu muncul sebuah isyarat, untuk aku keluar dari semua ini?
ENtahlah....
Aku memikirkannya .. Cukup lama untuk membuat aku pusing...
Well! Ini kelihatannya seperti "Aku punya pilihan"
Tapi pada kenyataannya, setelah aku mencoba memaksa diriku berpikir banyak kemungkinan, semuanya jatuh kembali pada satu keadaan
"Bahwa sesungguhnya aku tidak punya pilihan"
AKu tidak bisa ,... Itu sudah terucap dan memang tidak pernah bisa ....
Aku memakai kata Aku .... Aku tidak punya pilihan
Pilihan yang aku punya sekarang adalah
Menjalaninya dengan ribut, atau dengan tenang .... Keduanya sama! Aku harus menjalaninya karena AKU tidak bisa keluar dari semua ini
Entah harus menunggu diusir atau ditendang, tapi semua yang terjadi, semua kemungkinan yang aku susun, tetap tidak bisa membuat aku berpikir jernih untuk mencari pintu keluar karena pintu itu aku sendiri yang menghancurkan dengan tanganku ....
Untuk siapapun dia, yang dengan tulus mencintaiku ... Maaf :(
Seperti apapun aku menyusun sebuah penjelasan yang bagus untuk mengakhirinya
Seperti apapun aku menghapalkan semua dialognya lengkap dengan koma, tanda tanya, dan intonasi setegas yang aku bisa
Setiap bertemu, yang aku tahu aku terdiam .... Everyone says it 'speechless'
Hingga akhirnya aku sadar bahwa aku tidak pernah tahu bagaimana caranya mengucapkan selamat tinggal itu
Aku tidak bisa kemana-mana dan pada akhirnya, dengan wajah tolol seperti seorang anak bodoh ingusan yang tercecer di tengah pasar menatap lalu lalang orang asing "Aku tetap disini dan tak akan kemana-mana"
Bukan karena aku memilihi seperti itu tapi aku harus menjalani semua itu, aku tak punya pilihan apapun meski kelihatan ada pilihan didepan mataku!
Mungkin aku jadi tahu rasanya ............
WELL DONE, SARI! BERHENTILAH BERSIKAP KEKANAK-KANAKAN.....!!!
Minggu, April 17, 2011
UN (Ujian Nasional) dan Sistem yang Selalu Disalahkan
Aku punya adik
dia kelas 3 SMA sekarang
dan besok dia UN
Well! I've ever been done it ...
Tapi aku selalu merasa khawatir oleh sesuatu ...
Oke, untuk menghindari ketersinggungan suatu pihak dan agar bahasanya semakin etis mari rame-rame kita salahkan "Sistem" yang notabene tidak ada orangnya dan tidak ada subjeknya ....
Jadi dari tadi ngomongin siapa? Damnit!
Aku bukan orang yang anti UN
tapi satu hal yang terlintas melihat proses UN yang sekarang adalah....
Ilustrasi :
Jika aku mendaftar di sebuah sekolah ternama, lalu dengan pandainya aku selalu mengisi absen dan kerjaanku di sekolah hanyalah tidur saat jam pelajaran, nyontek semua PR pada saat H-1menit PR dikumpulin, dan menjadi orang yang I-even-never-fucking-care-with-what-I-get-for-my-examination karena itu gak bakal guna selain buat dipamerin ke temen-temen ortu kamu kalo kamu emang pinter. selain itu aku gak dapat apa kegunaan nilai ulangan yang tinggi sekarang selain cuma bikin ego anak-anak SMA labil yang merasa pinter-cool-banget-deh-gue makin tinggi, karena itu sama sekali bukan lagi patokan untuk ujian akhir. Lalu, pada kelas tiga semester 2, semester akhir tepatnya, kamu baru jadi anak rajin, ikut pengayaan, dan belajar semua contoh soal dari ujian tahun lalu, dan menggembleng diri di tiga bulan terakhir sebelum ujian. Lalu aku lulus.... Well! Apa bedanya aku yang seakan cuma sekolah 3 bulan dengan yang sekolah 3 tahun.... setelah UN semuanya gak ada bedanya ... Parahnya lagi yang sekolah 3 taon itu justru ada yang gak lulus
WELL DONE!!!!
jadi?
Siapa yang salah?
Masih mau nyalahin sistem?
Aku disini bukan anti-UN
Hanya mengeluhkan kenapa harus UN, UN itu tidak merata, semua anak sekolahan setuju
Sisi baik UN?
-Tingkat atau tolak ukur kelulusan menjadi universal di Indonesia dan itu membuat jadi adil. Adil? What the hell dengan keadilan yang dimaksud. Do you Know sistem kayak gini emang ada sisi bagusnya, benar sekali, yang belajar serius akan dapatkan yang baik dan yang gak belajar bakalan cuma nangis bombay ...
Tapi manusia itu bertumbuhan, begitu pula kelicikannya!
Dan munculah sebuah pola yang membentuk lingkaran setan. Pada awalnya hanya orang-orang tertentu yang menganutnya namun semakin lama semakin kuat lingkaran itu sehingga orang yang tidak berniat masuk juga jadi masuk ke lingkaran itu karena tak punya pilihan selain itu....
Rasa tidak percaya diri pun muncul
(Bayangin di H-1 UN yang jadi trending topic di twitter bukannya #YeyAkuLulus atau #LulusUjianBanget eh ini malah TIDAK LULUS tanpa tag dan capslock pula)
Yang disiapkan sebelum ujian bukannya kesehatan dan mental justru cara-cara ampuh untuk nyembunyikan contekan dan menyalurkan jawaban ke seantero peserta ujian dimanapun di belahan Indonesia.
Bangsa Indonesia tidak menjadi pintar
Bangsa Indonesia menjadi licik
Aku?
Aku sudah kuliah sejak dua tahun yang lalu
Dua tahun yang lalu proses itu sudah berjalan, aku berada dimana? Tak perlu dibahas.... *I'm not part of bullshit but I'm never warn anyone... Aku bukan bagian mereka tapi aku juga bukan penentang, aku hanya diam mengangguk dengan semua itu!
Sekarang?
Aku masih punya saudara dan teman-teman diluar sana yang harus masuk dalam lingkaran setan sialan itu
Yang menakutkan lagi adalah .... I don't know why tapi aku merasa sistem sekarang terlalu banyak menimbulkan "Human Error" yang gak bisa diintervensi dan susah dilacak
Banyak contoh anak-anak pintar yang gak lulus dan anak-anak bodoh yang lulus
Bukan bilang gak adil ....
Kadang memang itulah rencana Tuhan untuk memperingatkan kita
Tapi ingat .... Kesalahan yang merugikan dan membohongi sekian banyak manusia akan menjadi akar dosa yang tidak kalah berat......
Jika memang harus UN, kenapa gak sekalian ujian di rumah masing-masing di depan komputer dengan pengawasnya adalah orang tua masing-masing. It's more efisien menurut ku .... Sama aja kan dengan sekarang.
Kenapa Ujian harus jadi universal jika sarana belajar dan sistem belajar dan siswa berkualitas dan guru berkualitas juga tidak disebar merata dan universal?
Ah melelahkan memang membahas hal macam itu?
Sekali lagi kita tidak bisa menyalahkan siapapun selain 'sistem' ?
It's absurd .... siapa itu 'sistem'
Gak worth banget menyalahkan sistem tanpa memberi solusi, mending balikin lagi pola lama dengan mempercayakan semuanya kepada sekolah yang notabene lebih tahu keadaan dan kelayakan siswanya...
Tapi ya setiap keputusan pasti dipikirkan dengan sangat matang
I'm not the master. aku bukan ahli dibidang macam ini jadi aku tidak tahu betul alasan-alasan masuk akal.
Aku juga berusaha jadi orang netral yang gak nge-judge (walopun kayaknya gagal) tapi ya cherish lah buat keadaan sekarang untuk bikin anak bangsa jadi lebih baik (red : bukan lebih licik)
Mungkin ada hal atau keuntungan lain yang dipikirkan oleh tuan besar diluar sana
Mungkin kerugiannya terlalu kentara
Atau mungkin proses perubahan tak semudah yang dipikir orang
Siapa tahu ....
Yang jelas kita berdoa saja
Untuk adikku yang besok akan memulai UN nya ... I'm here , I'm proud of you and every-white-effort you did untuk melaluinya ... aku percaya dengan saudaraku well! paling gak dia pasti besok menjalaninya dengan berdoa sebelumnya ........ dan semua anak bangsa yang akan menjalani ujian juga besok ... *semangat!
Bulan Purnama Malam Ini
Malam ini aku lihat bulan purnama
Indah
Sedih
Takjub
Terkenang
Semua menjadi satu seperti jus .....
Asam manis pahit pedas kalo cabe masuk.......
Aku suka
Kangen ....
Aku pernah bilang padamu aku suka bulan purnama
Tapi satu hal yang tak pernah kuceritakan
Mengapa aku suka bulan purnama
Lihatlah dia begitu terang dan indah
Rasanya seperti ingin keatas sana dan meraihnya
Berdiri diatasnya dan berteriak sekeras-kerasnya
Bulan purnama itu
Ketika itu aku lahir
Ketika itu ibu dan ayahku tersenyum
Ketika itu aku menjadi yakin bahwa aku adalah rembulan yang dilahirkan untuk keluargaku
Bulan purnama itu
Ketika aku pejamkan mata
Aku seperti bisa menggapainya
Penampakannya menipu
Begitu dekat rasanya, padahal jauh
Ketika aku ulurkan tangan
Aku seperti bisa memeluknya
Padahal bahkan untuk mencium wanginya saja aku tak bisa
Kehadirannya menipu
Begitu rindu rasanya, meski hampir setiap hari bisa melihatnya
Suatu hari aku ingin ke bulan tepat saat dibumi sedang purnama :)
Aku kangen!
Kejang Demam
Definisi :
Kejang demam : bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (Rectal di atas 38o C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium (Ngastiyah, 1997: 229)
Kejang demam : bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu tubuh rectal di atas 38o C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (Mansjoer, A.dkk. 2000: 434)
Kejang demam : kejang yang terjadi pada suhu badan yang tinggi yang disebabkan oleh kelainan ekstrakranium (Lumban tobing, 1995: 1)
Kejang demam : gannguan sementara yang terjadi pada anak-anak yang ditandai dengan demam (Wong, D.T. 1999: 182)
Kejang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara (Hudak and Gallo,1996).
Kejang demam adalah serangan pada anak yang terjadi dari kumpulan gejala dengan demam (Walley and Wong’s edisi III,1996).
Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam sering juga disebut kejang demam tonik-klonik, sangat sering dijumpai pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kejang ini disebabkan oleh adanya suatu awitan hypertermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau virus. (Sylvia A. Price, Latraine M. Wikson, 1995).
Kalsifikasi
Menurut Ngastiyah ( 1997: 231), klasikfikasi kejang demam adalah
1. Kejang demam sederhana
yaitu kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan umum. Adapun pedoman untuk mendiagnosa kejang demam sederhana dapat diketahui melalui criteria Livingstone, yaitu :
1. Kejang demam sederhana
yaitu kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan umum. Adapun pedoman untuk mendiagnosa kejang demam sederhana dapat diketahui melalui criteria Livingstone, yaitu :
a. umur anak ketika kejang antara 6 bulan sampai 4 tahun
b. kejang berlangsung hanya sebentar, tidak lebih dari 15 menit.
c. Kejang bersifat umum
d. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam.
e. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kjang normal
f. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukan kelainan.
g. Frekuensi kejang bangkitan dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kali
b. kejang berlangsung hanya sebentar, tidak lebih dari 15 menit.
c. Kejang bersifat umum
d. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam.
e. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kjang normal
f. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukan kelainan.
g. Frekuensi kejang bangkitan dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kali
Kejang kompleks
Kejang kompleks adalah tidak memenuhi salah satu lebih dari ketujuh criteria Livingstone. Menurut Mansyur ( 2000: 434) biasanya dari kejang kompleks diandai dengan kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit, fokal atau multiple ( lebih dari 1 kali dalam 24jam). Di sini anak sebelumnya dapat mempunyai kelainan neurology atau riwayat kejang dalam atau tanpa kejang dalam riwayat keluarga.
Kejang kompleks adalah tidak memenuhi salah satu lebih dari ketujuh criteria Livingstone. Menurut Mansyur ( 2000: 434) biasanya dari kejang kompleks diandai dengan kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit, fokal atau multiple ( lebih dari 1 kali dalam 24jam). Di sini anak sebelumnya dapat mempunyai kelainan neurology atau riwayat kejang dalam atau tanpa kejang dalam riwayat keluarga.
Etiologi
Hingga kini belum diketahui dengan pasti penyebab kejang demam. Demam sering disebabkan infeksi saluran pernafasan atas, radang telinga tengah, infeksi saluran cerna dan infeksi saluran kemih. Kejang tidak selalu timbul pada suhu yang tinggi. Kadang kadang demam yang tidak begitu tinggi dapat menyebabkan kejang.
Menurut Mansjoer, dkk (2000: 434) Lumban Tobing (1995: 18-19) dan Whaley and Wong (1995: 1929)
Menurut Mansjoer, dkk (2000: 434) Lumban Tobing (1995: 18-19) dan Whaley and Wong (1995: 1929)
Demam itu sendiri
Demam yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, otitis media, pneumonia, gastroenteritis, dan infeksi saluran kemih, kejang tidak selalu timbul pada suhu yang tinggi.
Demam yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, otitis media, pneumonia, gastroenteritis, dan infeksi saluran kemih, kejang tidak selalu timbul pada suhu yang tinggi.
Efek produk toksik daripada mikroorganisme
Respon alergik atau keadaan umum yang abnormal oleh infeksi.
Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Ensefalitis viral (radang otak akibat virus) yang ringan, yang tidak diketahui atau enselofati toksik sepintas.
Menurut staf pengajar ilmu kesehatan anak FKUI (1985: 50), faktor presipitasi kejang demam: cenderung timbul 24 jam pertama pada waktu sakit demam atau dimana demam mendadak tinggi karena infeksi pernafasan bagian atas. Demam lebih sering disebabkan oleh virus daripada bakterial.
Epidemiologi
Kejang demam merupakan salah satu kelainan saraf yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Sekitar 2,2% hingga 5% anak pernah mengalami kejang demam sebelum mereka mencapai usia 5 tahun. Sampai saat ini masih terdapat perbedaan pendapat mengenai akibat yang ditimbulkan oleh penyakit ini namun pendapat yang dominan saat ini kejang pada kejang demam tidak menyebabkan akibat buruk atau kerusakan pada otak namun kita tetap berupaya untuk menghentikan kejang secepat mungkin
Anak yang menderita kejang demam mungkin berkembang menjadi penderita epilepsi. Penelitian yang dilakukan oleh The American National Collaborative Perinatal Project mengidentifikasi 3 faktor resiko, yaitu :
Adanya riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung
Terdapat kelainan neurologis sebelum KD pertama
Kejang demam bersifat kompleks (berlangsung lama atau fokal, atau multipel selama 1 hari
Mereka yang memiliki salah satu faktor resiko diatas kemungkinan menjadi epilepsi adalah 2%. Bila terdapat 2 atau lebih kemungkinan menjadi epilepsi adalah 10% . Bila tanpa faktor resiko diatas kemungkinannya adalah 1,6%.
Faktor resiko kejang demam yang penting adalah demam. Selain itu terdapat faktor riwayat kejang demam pada orang tua atau saudara kandung, perkembangan terlambat, problem pada masa neonatus, anak dalam perawatan khusus, dan kadar natrium rendah. Setelah kejang demam pertama kira kira 33% anak akan mengalami satu kali rekurensi (kekambuhan), dan kira kira 9 % anak mengalami recurensi 3 kali atau lebih, resiko rekurensi meningkat dengan usia dini, cepatnya anak mendapat kejang setelah demam timbul, temperature yang rendah saat kejang, riwayat keluarga kejang demam, dan riwayat keluarga epilepsi.
Kejang demam terjadi pada 2-4% populasi anak berumur 6 bulan – 5 tahun. Paling sering pada usia 17-23 bulan. Sedikit yang mengalami kejang demam pertama sebelum umur 5-6 bulan atau setelah 5-8 tahun. Biasanya setelah usia 6 tahun pasien tidak kejang demam lagi. Kejang demam diturunkan secara dominant autosomal sederhana. Faktor prenatal dan perinatal berperan dalam kejang demam.
Sebanyak 80 % kasus kejang demam adalah kejang demam sederhana,dan 20 % nya kejang demam kompleks. Sekitar 8% berlangsung lama (> 15 menit), 16 % berulang dalam waktu 24 jam.
Patogenesis
Kenaikan suhu 10 C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10% -15% dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%. Pada anak sirkulasi otak bisa mencapai 65% dari seluruh tubuh, dibandingkan dewasa yang hanya 15-20%. Jadi pada kenaikan suhu tubuh tertentu dapat terjadi perubahan keseimbangan dari membran sel neuron dan dalam waktu singkat terjadi difusi dari ion kalium maupun ion natrium melalui membran sel sehingga terjadi lepas muatan listrik yang dapat meluas keseluruh sel maupun ke membran sel sebelahnya melalui neurotransmitter dan terjadilah kejang
Kejang demam yang berlangsung singkat pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala sisa. Tetapi pada kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit ) biasanya disertai apneu, meningkatnya kebutuhan oksigen dan energi untuk kontraksi otot skelet yang akhirnya terjadi hipoksemia, hiperkapnia, asidosis laktat disebabkan oleh metabolisme anaerob, hipotensi disertai denyut jantung yang tidak teratur dan suhu tubuh makin meningkat karena aktifitas otot dan menyebabkan metabolisme otak meningkat. Hal ini akan menyebabkan kerusakan neuron otak selama berlangsungnya kejang lama.
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel/organ otak diperlukan energi yang didapat dari metabolisme. Bahan baku untuk metabolisme otak yaitu glukosa sifat proses ini adalah oksidasi dengan perantaraan fungsi paru-paru dan diteruskan ke otak melalui sestem kardiovaskuler.
Dari uraian di atas, diketahui bahwa sumber energi otak adalah glukosa yang melalui proses oksidasi dipecah menjadi CO2 dan air. Sel yang dikelilingi oleh membran yang terdiri dari permukaan dalam yaitu lipoid dan permukaan luar yaitu ionik. Dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui dengan mudah oleh ion kalium (K+) dan sangat sulit oleh natrium (Na+) dan elektrolit lainnya kecuali ion klorida (Cl-). Akibatnya konentrasi K+ dalam sel neuron tinggi dan ion Na+ rendah, sedang di luar sel neuron terdapat keadaan sebaliknya. Karena keadaan tersebut, maka terjadi perbedaan potensial membran yang disebut potesial membran dari neuron. Untuk menjaga keseimbangan potensial membran ini diperlukan energi dan bantuan enzim Na - K Atp – ase yang terdapat pada permukaan sel.
Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah oleh perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraseluler.
Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah oleh perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraseluler.
Rangsangan yang datangnya mendadak seperti mekanis, kimiawi atau aliran listrik dari sekitarnya dan perubahan patofisiologi dan membran sendiri karena penyakit atau keturunan.
Pada demam, kenaikan suhu 1o C akan mengakibatkan kenaikan suhu 1o C akan mengakibatkan metabolisme basal 10 - 15 % dan kebutuhan O2 meningkat 20 %.
Pada seorang anak berumur 3 tahun sirkulasi otak mencapai 65% dari seluruh tubuh dibandingkan dengan orang dewasa (hanya 15%) oleh karena itu, kenaikan suhu tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dan dalam waktu singkat terjadi difusi dari ion kalium dan natrium melalui membran listrik. Ini demikian besarnya sehingga meluas dengan seluruh sel dan membran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang tersebut ”neurotransmitter” dan terjadi kejang.
Pada demam, kenaikan suhu 1o C akan mengakibatkan kenaikan suhu 1o C akan mengakibatkan metabolisme basal 10 - 15 % dan kebutuhan O2 meningkat 20 %.
Pada seorang anak berumur 3 tahun sirkulasi otak mencapai 65% dari seluruh tubuh dibandingkan dengan orang dewasa (hanya 15%) oleh karena itu, kenaikan suhu tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dan dalam waktu singkat terjadi difusi dari ion kalium dan natrium melalui membran listrik. Ini demikian besarnya sehingga meluas dengan seluruh sel dan membran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang tersebut ”neurotransmitter” dan terjadi kejang.
Pada anak dengan ambang kejang yang rendah, kejang dapat terjadi pada suhu 38o C dan anak dengan ambang kejang tinggi, kejang baru terjadi pada suhu 40o C atau lebih, kejang yang berlangsung lama (>15 menit) biasanya disertai apnea. Meningkatnya kebutuhan O2 dan untuk kontraksi otot skelet yang akhirnya terjadi hipoksemia, hiperkapnia, denyut jantung yang tidak teratur dan makin meningkatnya suhu tubuh karena tingginya aktifitas otot dan selanjutnya menyebabkan metabolisme otek meningkat. Faktor terpenting adalah gangguan peredaran darah yang mengakibatkan hipoksia sehingga meningkatkan permeabilitas kapiler dan timbul oedema otak yang mengakibatkan kerusakan sel neuron otak (Hasan dan Alatas, 1985: 847 dan Ngastiyah, 1997: 229)
Diagnosa
Anamnesis :
· Demam (suhu > 380)
· Adanya infeksi di luar susunan saraf pusat (misalnya tonsillitis, tonsilofaringitis, otitis media akut, pneumonia, bronkhitis, infeksi saluran kemih). Gejala klinis berdasarkan etiologi yang menimbulkan kejang demam.
· Serangan kejang (frekuensi, kejang pertama kali atau berulang, jenis/bentuk kejang, antara kejang sadar atau tidak,berapa lama kejang, riwayat kejang sebelumnya (obat dan pemeriksaan yang didapat, umur), riwayat kejang dengan atau tanpa demam pada keluarga, riwayat trauma)
· Riwayat penyakit sebelumnya, riwayat penyakit keluarga, riwayat kehamilan ibu dan kelahiran, riwayat pertumbuhan dan perkembangan, riwayat gizi, riwayat imunisasi
· Adanya infeksi susunan saraf pusat dan riwayat trauma atau kelainan lain di otak yang juga memiliki gejala kejang untuk menyingkirkan diagnosis lain yang bukan penyebab kejang demam
· Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP, atau epilepsy yang kebetulan terjadi bersama demam.
Pemeriksaan fisik :
· Keadaan umum, kesadaran, tekanan darah ,nadi, nafas,suhu
· Pemeriksaan sistemik (kulit, kepala, kelenjer getah bening, rambut,mata , telinga, hidung, mulut, tenggorokan, leher, thorax : paru dan jantung, abdomen, alat kelamin, anus, ekstremitas : refilling kapiler, reflek fisiologis dan patologis, tanda rangsangan meningeal)
· Status gizi (TB, BB, Umur, lingkar kepala)
Pemeriksaan laboratorium :
· Darah rutin ,glukosa darah, elektrolit
· Urin dan feses rutin (makroskopis dan mikroskopik)
· Kultur darah
Pemeriksaan penunjang :
· Lumbal pungsi
Untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis dan ensefalitis. Resiko terjadinya meningitis bakterialis 0,6-6,7 %. Pada bayi manifestasi meningitis bakterialis tidak jelas karena itu Lumbal Pungsi dianjurkan pada :
1. Bayi < style=""> : sangat dianjurkan
2. Bayi 12-18 bln : dianjurkan
3. Bayi > 18 bln : tidak rutin
Tes ini untuk memperoleh cairan cerebrospinalis dan untuk mengetahui keadaan lintas likuor. Tes ini dapaat mendeteksi penyebab kejang demam atau kejang karena infeksi pada otak.
- Pada kejang demam tidak terdapat gambaran patologhis dan pemeriksaan lumbal pungsi
- Pada kejang oleh infeksi pada otak ditemukan :
1)Warna cairan cerebrospinal : berwarna kuning, menunjukan pigmen kuning santokrom
2)Jumlah cairan dalam cerebrospinal menigkat lebih dari normal (normal bayi 40-60ml, anak muda 60-100ml, anak lebih tua 80-120ml dan dewasa 130-150ml)
3) Perubahan biokimia : kadar Kalium menigkat ( normal dewasa 3.5-5.0 mEq/L, bayi 3.6-5.8mEq/L)
- Pada kejang demam tidak terdapat gambaran patologhis dan pemeriksaan lumbal pungsi
- Pada kejang oleh infeksi pada otak ditemukan :
1)Warna cairan cerebrospinal : berwarna kuning, menunjukan pigmen kuning santokrom
2)Jumlah cairan dalam cerebrospinal menigkat lebih dari normal (normal bayi 40-60ml, anak muda 60-100ml, anak lebih tua 80-120ml dan dewasa 130-150ml)
3) Perubahan biokimia : kadar Kalium menigkat ( normal dewasa 3.5-5.0 mEq/L, bayi 3.6-5.8mEq/L)
· EEG
EEG-->Pemeriksaan EEG dibuat 10-14 hari setelah bebas panas tidak menunjukan kelainan likuor. Gelombang EEG lambat didaerah belakang dan unilateral menunjukan kejang demam kompleks.
Pemeriksaan elektroensefalogram (EEG) tidak dapat memprediksi berulangnya kejang, atau memprediksi berulangnya kejang, atau memperkirakan kemungkinan kejadian epilepsi pada pasien kejang demam. Oleh karena itu tidak direkomendasikan. Pemeriksaan EEG dilakukan pada keadaan kejang demam yang tidak khas, misalnya kejang demam kompleks pada anak usia lebih dari 6 tahun atau kejang demam fokal
· Pencitraan
Foto X-ray, CT-Scan, MRI dilakukan atas indikasi :
a. Kelainan neurologic fokal yang menetap (hemiparesis)
b. Paresis nervus VI
c. Papiledema
Manifestasi Klinis
Kebanyakan kejang demam berlangsung singkat, bilateral, serangan berupa klonik atau tonik-klonik. Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf.
Kebanyakan kejang demam berlangsung singkat, bilateral, serangan berupa klonik atau tonik-klonik. Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf.
Kejang demam dapat berlangsung lama dan atau parsial. Pada kejang yang unilateral kadang-kadang diikuti oleh hemiplegi sementara (Todd’s hemiplegia) yang berlangsung beberapa jam atau bebarapa hari. Kejang unilateral yang lama dapat diikuti oleh hemiplegi yang menetap. (Lumbantobing,SM.1989:43)
Menurut Behman (2000: 843) kejang demam terkait dengan kenaikan suhu yang tinggi dan biasanya berkembang bila suhu tubuh mencapai 39o C atau lebih ditandai dengan adanya kejang khas menyeluruh tionik klonik lama beberapa detik sampai 10 menit. Kejang demam yang menetap > 15 menit menunjukkan penyebab organik seperti proses infeksi atau toksik selain itu juga dapat terjadi mata terbalik ke atas dengan disertai kekakuan dan kelemahan serta gerakan sentakan terulang.
Menurut Behman (2000: 843) kejang demam terkait dengan kenaikan suhu yang tinggi dan biasanya berkembang bila suhu tubuh mencapai 39o C atau lebih ditandai dengan adanya kejang khas menyeluruh tionik klonik lama beberapa detik sampai 10 menit. Kejang demam yang menetap > 15 menit menunjukkan penyebab organik seperti proses infeksi atau toksik selain itu juga dapat terjadi mata terbalik ke atas dengan disertai kekakuan dan kelemahan serta gerakan sentakan terulang.
PENATALAKSANAAN
Menurut Ngastiyah (1997: 232-235) dan Hassan & Alatas (195: 850-854) ada 4 faktor yang perlu dikerjakan :
Segera diberikan diezepam intravena -->dosis rata-rata 0,3mg/kg
atau diazepam rektal ---------------->dosis ≤ 10 kg = 5mg/kg
Bila diazepam tidak tersedia langsung memakai fenobarbital dengan dosis awal selanjutnya diteruskan dengan dosis rumat.
atau diazepam rektal ---------------->dosis ≤ 10 kg = 5mg/kg
Bila diazepam tidak tersedia langsung memakai fenobarbital dengan dosis awal selanjutnya diteruskan dengan dosis rumat.
Membebaskan jalan nafas, oksigenasi secukupnya
Meurunkan panas bila demam atau hipereaksi, dengan kompres seluruh tubuh dan bila telah memungkinkan dapat diberikan parasetamol 10 mg/kgBB/kali kombinasi diazepam oral 0,3 mg/kgBB
memberikan cairan yang cukup bila kejang berlangsung cukup lama (> 10 menit) dengan IV : D5 1/4, D5 1/5, RL.
Ada juga penatalaksanaan yang lain yaitu:
a. Bila etiologi telah diketahui pengobatan terhadap penyakit primer segera dilakukan. Bila terdapat hipogikemia, beri larutan glukosa 20 % dengan dosis 2 - 4 ml/kg BB secara intravena dan perlahan kemudian dilanjutkan dengan larutan glukosa 10 % sebanyak 60 - 80 ml/kg secara intravena. Pemberian Ca - glukosa hendaknya disertai dengan monitoring jantung karena dapat menyebabkan bradikardi. Kemudian dilanjutkan dengan peroral sesuai kebutuhan. Bila secara intravena tidak mungkin, berikan larutan Ca glukosa 10 % sebanyak 10 ml per oral setiap sebelum minum susu.
Ada juga penatalaksanaan yang lain yaitu:
a. Bila etiologi telah diketahui pengobatan terhadap penyakit primer segera dilakukan. Bila terdapat hipogikemia, beri larutan glukosa 20 % dengan dosis 2 - 4 ml/kg BB secara intravena dan perlahan kemudian dilanjutkan dengan larutan glukosa 10 % sebanyak 60 - 80 ml/kg secara intravena. Pemberian Ca - glukosa hendaknya disertai dengan monitoring jantung karena dapat menyebabkan bradikardi. Kemudian dilanjutkan dengan peroral sesuai kebutuhan. Bila secara intravena tidak mungkin, berikan larutan Ca glukosa 10 % sebanyak 10 ml per oral setiap sebelum minum susu.
b. Bila kejang tidak hilang, harus pikirkan pemberian magnesium dalam bentuk larutan 50% Mg SO4 dengan dosis 0,2 ml/kg BB (IM) atau larutan 2-3 % mg SO4 (IV) sebanyak 2 – 6 ml. Hati-hati terjadi hipermagnesemia sebab gejala hipotonia umum menyerupai floppy infant dapat muncul.
c. Pengobatan dengan antikonvulsan dapat dimulai bila gangguan metabolik seperti hipoglikemia atau hipokalsemia tidak dijumpai. Obat konvulsan pilihan utama untuk bayi baru lahir adalah Fenobarbital (Efek mengatasi kejang, mengurangi metabolisme sel yang rusak dan memperbaiki sirkulasi otak sehingga melindungi sel yang rusak karena asfiksia dan anoxia). Fenobarbital dengan dosis awal 20 mg . kg BB IV berikan dalam 2 dosis selama 20 menit.
Banyak penulis tidak atau jarang menggunakan diazepam untuk memberantas kejang pada BBL dengan alasan efek diazepam hanya sebentar dan tidak dapat mencegah kejang berikutnya. Disamping itu pemberian bersama-sama dengan fenobarbital akan mempengaruhi pusat pernafasan karena zat pelarut diazepam mengandung natrium benzoat yang dapat menghalangi peningkatan bilirubin dalam darah
Banyak penulis tidak atau jarang menggunakan diazepam untuk memberantas kejang pada BBL dengan alasan efek diazepam hanya sebentar dan tidak dapat mencegah kejang berikutnya. Disamping itu pemberian bersama-sama dengan fenobarbital akan mempengaruhi pusat pernafasan karena zat pelarut diazepam mengandung natrium benzoat yang dapat menghalangi peningkatan bilirubin dalam darah
Penatalaksanaan kejang :
Pemberantasan kejang secepat mungkin(bagan penatalaksanaan kejang)
Pengobatan penunjang : semua pakaian ketat dibuka, posisi kepala sebaiknya miring untuk mencegah terjadinya aspirasi isi lambung. Penting sekali untuk mengusahakan agar jalan nafas bebas agar oksigenisasi terjamin,kalau perlu dilakukan intubasi atau trakeostomi. Pengisapan lendir dilakukan secara teratur dan pengobatan ditambahkan dengan pemberian oksigen.
Pemberian obat demam
Asetaminofen 10-15 mg/kgbb/4-5 kali/hari
Ibuprofen 5-10 mg/kgbb/3-4 kali/hari
PENCEGAHAN
Menurut Ngastiyah ( 1997: 236-239) pencegahan difokuskan pada pencegahan kekambuhan berulang dan penegahan segera saat kejang berlangsung.
1. Pencegahan berulang
a. Mengobati infeksi yang mendasari kejang
b. Penkes tentang
1) Tersedianya obat penurun panas yang didapat atas resep dokter
2) Tersedianya obat pengukur suhu dan catatan penggunaan termometer, cara pengukuran suhu tubuh anak, serta keterangan batas-batas suhu normal pada anak ( 36-37ºC)
3) Anak diberi obat anti piretik bila orang tua mengetahuinya pada saat mulai demam dan jangan menunggu sampai meningkat
4) Memberitahukan pada petugas imunisasi bahwa anaknya pernah mengalami kejang demam bila anak akan diimunisasi.
2. Mencegah cedera saat kejang berlangsung kegiatan ini meliputi :
a. Baringkan pasien pada tempat yang rata
b. Kepala dimiringkan unutk menghindari aspirasi cairan tubuh
c. Pertahankan lidah untuk tidak menutupi jalan napas
d. Lepaskan pakaian yang ketat
e. Jangan melawan gerakan pasien guna menghindari cedera
Menurut Ngastiyah ( 1997: 236-239) pencegahan difokuskan pada pencegahan kekambuhan berulang dan penegahan segera saat kejang berlangsung.
1. Pencegahan berulang
a. Mengobati infeksi yang mendasari kejang
b. Penkes tentang
1) Tersedianya obat penurun panas yang didapat atas resep dokter
2) Tersedianya obat pengukur suhu dan catatan penggunaan termometer, cara pengukuran suhu tubuh anak, serta keterangan batas-batas suhu normal pada anak ( 36-37ºC)
3) Anak diberi obat anti piretik bila orang tua mengetahuinya pada saat mulai demam dan jangan menunggu sampai meningkat
4) Memberitahukan pada petugas imunisasi bahwa anaknya pernah mengalami kejang demam bila anak akan diimunisasi.
2. Mencegah cedera saat kejang berlangsung kegiatan ini meliputi :
a. Baringkan pasien pada tempat yang rata
b. Kepala dimiringkan unutk menghindari aspirasi cairan tubuh
c. Pertahankan lidah untuk tidak menutupi jalan napas
d. Lepaskan pakaian yang ketat
e. Jangan melawan gerakan pasien guna menghindari cedera
Prognosis
Kejadian kecacatan sebagai komplikasi kejang demam tidak pernah dilaporkan. Perkembangan mental dan neurologis umumnya tetap normal pada pasien yang sebelumnya normal. Penelitian lain secara retrospektif melaporkan kelainan neurologis pada sebagian kecil kasus, dan kelainan biasanya terjadi pada kasus dengan kejang lama atau kejang berulang baik umum maupun fokal
Resiko yang mungkin terjadi pada anak kejang demam:
a. 30-40% berulang kejang demam
b. Sebagian kecil menjadi epilepsi.
Resiko epilepsi di kemudian hari tergantung faktor:1
a Riwayat epilepsi dalam keluarga
b. Kelainan perkembangan atau saraf sebelum menderita kejang demam.
c. Kejang lama atau kejang fokal
Blok 13 Keluhan Neuropsikiatri Skenario 4 (Kenapa anaku)
Skenario
Kenapa Anakku ….
Seorang ibu membawa anaknya usia 4 tahun ke UGD karena kejang. Kejang terjadi dua kali sejak tadi pagi, dan setiap kali kejang berlangsung selama I menit. Kejang diawali dengan demam tinggi. Dalam anamnesis ada riwayat batuk pilek 5 hari yang lalu. Batuk disertai demam tinggi. Sudah dicoba dengan pemberian obat penurun panas namun demam tetap tidak turun juga. Pada pemeriksaan didapatkan suhu tubuh 40 derajat celcius nadi sedikit cepat. Tidak ditemukan kaku kuduk. Pada pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. Pasien diobservasi dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Catatan :
- Obat penurun panas contohnya : paracetamol dosisnya 10 -15 mg/kg BB/ kali, bisa diberikan maksimal 5 kali sehari dan Ibuprofen yang merupakan obat penurun panas yang juga punya efek anti radang (bukan antibiotik) dengan dosis 5-10mg/kg BB/kali, diberikan 3 kali sehari maksimal juga 5 kali.
- Suhu tubuh normal adalah sekitar 36 – 37,5 derajat celcius
- Nadi normal bayi: 120 - 150 x per menit Nadi normal anak: 80 - 150 x per menit Nadi normal dewasa: 60 - 90 x per menit
DD :
- Kejang Demam (kemungkinan utama, namun jika setelah pemeriksaan ditemukan infeksi intracranial, demam turun kejang tetap berlangsung, dan lain-lain, kejang demam bukan lagi diagnosis utama)
- Epilepsi (beda dengan kejang demam adalah adanya demam, epilepsy umumnya ga ada demam, tapi tetap tidak menutup kemungkinan akan diagnosis epilepsy sebeleum ditegakan dengan pemeriksaan penunjang, contohnya EEG)
- Meningoensefalitis (karena ada riwayat pilek, kemungkinan bisa saja, tapi kemungkinan ini bisa diruntuhkan oleh hasil tanda meningeal yang negative)
(Penjelasan masing-masing DD, ada di postingan terpisah J)
Pohon masalah
Anamnesis (gejala)
Diagnosis banding
Pemeriksaan fisik (tanda)
Diagnosis sementara
Pemeriksaan penunjang (hasil lab, radiologi, dll)
Diagnosis pasti
o Definisi dan Klasifikasi
o Manifestasi klinis
o Pemeriksaan
o Etiologi
o Epidemiologi à Faktor risiko
o Patogenesis, Patofisiologi, Patologi anatomi (jika ada)
o Tatalaksana (Medikamentosa, non-medikamentosa, mekanisme obat, dll)
o Pencegahan (Profilaksis jika ada, pencegahan non-medik, perubahan gaya hidup)
o Penyulit dan Komplikasi
o Prognosis (Bonam/Dubia/Malam, kemungkinan sembuh 100%, dll)
Sabtu, April 16, 2011
Goodbye My Lover by James Blunt
Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
'Cause I saw the end before we'd begun,
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.
So I took what's mine by eternal right.
Took your soul out into the night.
It may be over but it won't stop there,
I am here for you if you'd only care.
You touched my heart you touched my soul.
You changed my life and all my goals.
And love is blind and that I knew when,
My heart was blinded by you.
I've kissed your lips and held your hand.
Shared your dreams and shared your bed.
I know you well, I know your smell.
I've been addicted to you.
Chorus (2x)
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
I am a dreamer and when I wake,
You can't break my spirit - it's my dreams you take.
And as you move on, remember me,
Remember us and all we used to be
I've seen you cry, I've seen you smile.
I've watched you sleeping for a while.
I'd be the father of your child.
I'd spend a lifetime with you.
I know your fears and you know mine.
We've had our doubts but now we're fine,
And I love you, I swear that's true.
I cannot live without you.
Chorus (2x)
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
And I still hold your hand in mine.
In mine when I'm asleep.
And I will bear my soul in time,
When I'm kneeling at your feet.
Chorus (2x)
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
Outro (2x)
I'm so hollow, baby, I'm so hollow.
I'm so, I'm so, I'm so hollow.
Langganan:
Postingan (Atom)









