Tampilkan postingan dengan label Blok Keluhan Menyangkut Muskuloskeletal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blok Keluhan Menyangkut Muskuloskeletal. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 23, 2011

Myiasis


1.     Penyakit : Myiasis

-        Klasifikasi : Secara umum terbagi menjadi obligat, fakultatif, dan accidental.  Obligat adalah ketika larva harus/wajib ditanam di jaringan hidup dan nekrosis, atau luka terbuka. Fakultatif berarti ketika diptera meletakan larvanya tidak langsung seperti obligat, mereka meletakan pada tanaman, daging, feses, atau diatas kulit didekat luka terbuka, larva tersebut masih mungkin bisa hidup meski ternyata tidak jatuh pada jaringan hidup tempat myiasis terjadi. Accidental atau myiasis karena kecelakaan adalah ketika sebenarnya larva tersebut memang tempat hidupnya bukanlah pada jaringan hidup yang ditinggalinya, hal itu terjadi hanya karena kecelakaan, misalnya larva tersebut ada pada daging yang akhirnya termakan dan tumbuh di usus.

-          Etiologi : Myiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh hidupnya larva dari ordo diptera pada jaringan hidup pada hewan vertebrata dan manusia baik pada jaringan yang telah nekrosis, luka terbuka dan kotor, bahkan mungkin jaringan yang secara fisik sehat.


-          Faktor risiko : Faktor risiko utama adalah higien lingkungan dan individu, usia (bayi dan anak-anak lebih rentan terkena terutama pada kasus Accidental myiasis), daerah dengan sosioekonomi rendah dan jauh dari pusat kesehatan.

-          Patofisiologi : Lalat yang telurnya perlu untuk dibiakan akan menempatkan telur itu pada serangga penghisap darah misalnya nyamuk, ketika nyamuk menghisap darah manusia, telur masuk bersamaan kedalam jaringan lalu menjadi larva, saat larva sudah matang maka akan keluar dan jatuh sendiri ketanah (Lalat bisa juga langsung hinggap pada luka terbuka dan meletakan telur disana untuk berkembang). Fase diagnostic dapat terdeteksi ketika telur telah menjadi larva.

         


-          Tanda dan Gejala : Secara umum akan didapati keadaan dimana larva menembus keluar kulit

-          Efek sesuai dengan tipe penyakit : (Efek umum : stress dan penurunan kualitas hidup, Infeksi level tinggi dan masuknya larva dalam jaringan penting akan menyebabkan kematian, kerusakan yang tersembunyi didalam jaringan tubuh, menyebabkan infeksi sekunder,)
a.       Cutaneous
1.       Furuncular. Infeksi kulit pada scalp, wajah, dan ekstrimitas. Area infeksi membengkak/swelling, Ada celah terbuka kecil yang muncul di permukaan kulit untuk respirasi, ekskresi dari larva yg sedang tumbuh.
2.       Creeping Myiasis. Infeksi ke manusia oleh larva horse bot flies dan cattle bot flies. Larva sebenarnya tidak seharusnya hidup di manusia, rasa sakit “Migrating lumps” dan terjadinya lorong panjang (Gasterophillus –mudah terlihat, ada dilapisan kulit pertama dan dapat dibuang dengan jarum- dan Hypoderma –dapat meninggalkan subkutan dan bermigrasi ke jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf-)
3.       Wound Myiasis. Lalat meletakan telur atau larva di luka terbuka, larva makan dan berjalan, dapat berkembang menjadi bentuk myiasis yang menyerang organ lain/tipe lain.
b.      Nasopharyngeal
Jarang terjadi pada manusia, terjadi pada orang yang terpapar lama dengan ternak disekitarnya, lalat memasukan larva melalui lubang hidung, larva dapat menyebabkan kerusakan ekstensif pada hidung, sinus, dan faring, selama makan pada jaringan hidup dan nekrotik. Dalam beberapa kasus, larva dapat migrasi ke mata, telinga, mulut, otal dan menyebabkan myiasis pula ditempat tersebut.

c.       Opthamomyiasis
Efek teradi pada orbita, dan jaringan periorbital. Larva menyebabkan kerusakan jaringan selama makan dan bermigrasi. Kadang menyebabkan larva yang bermigrasi itu menginfeksi jaringan lunak, dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati segera.
d.      Oral
Infestasi dari cavitas oral oleh larva lalat. Oportunistik infeksi dari lesi di mulut.
e.      Intestinal
Biasanya accidental myiasis, jadi bisa lewat mulut (kemakan) atau lewat rectal. Dapat juga sebagai akibat dari larva yang bermigrasi.
f.        Crebral
Sangat-sangat jarang sekali. Traumatik fraktur tengkorak mendeposit telur dan larva dalam luka (human botflies, screwworm flies), dapat juga akibat dari migrasi myiasis bagian tubuh lain yang sampai ke otak (cattle bot flies/hypoderma)

-          Prognosis : tergantung dari keparahan dan kedalaman larva merusak organ. Jika hanya dipermukaan dan cepat dideteksi hanya perlu dibersihkan segera atau bahkan perlu dibedah tanpa ada kerusakan parah, jika mengenai orang yang berusia tua dan mengenai organ-organ dalam dapat menyebabkan kematian.

-          Komplikasi : Bermacam komplikasi dapat terjadi, seperti infeksi sekunder, terutama jika menyerang organ dalam yang penting yang bahkan bisa menyebabkan kematian.


-          Pemeriksaan :
·         Anamnesis : Semua yang tertera pada daftar pertanyaan umum anamnesis penting untuk ditanyakan. Jika myiasis telah dicurigai terutama jika sudah ada larva yang keluar dari kulit, maka penting untuk menanyakan riwayat kontak dengan orang dengan penyakit sama, atau jika anak2 riwayat kontak dengan benda-benda kotorm feses hewan, dan lain-lain. Riwayat penyakit dahulu, dan luka-luka yang dialami juga penting. Pengembangan pertanyaan sesuaikan dengan tipe dari myiasis sendiri, beberapa perubahan fisik, adanya batuk, dan gangguan saraf penting juga untuk diketahui karena ditakutkan akan menyerang mengenai saraf.

·         Fisik : Permukaan kulit, luka terbuka.


-          Tatalaksana :
·         Non farmakokinetik :
a.       Jika terdapat larva dibawah kulit maka perlu pembedahan, telur dan larva di rambut, kulit dan luka dapat dibersihkan dengan sabun dan air.
b.      Untuk myiasis saluran kencing biasanya sembuh dengan sendirinya atau kadang cytoskopik
c.       Untuk furunkuler dapat di sufokasi dan diekstraksi perlahan dari kulit
·         Farmakokinetik :
ü  Cuci perut dengan obat cacing untuk myiasis saluran pencernaan.
ü  Ivermectin
-          Follow up :
·         Pencegahan  :
a.       Larvasida
b.      Perangkap lalat
c.       Bersihkan bangkai yang ada disekitar dengan segera
d.      Menjaga hygiene lingkungan dan individu
e.      Menjaga kebersihan tempat bermain
f.        Menggunakan kawat kasa untuk melindungi hewa-hewan peliharaan yang mudah terjangkit penyakit
g.       Jika ada luka terbuka atau bernanah hendaknya tidak tidur di tempat terbuka

-          Morfologi Larva
a.       Larva lalat bukan pengisap darah stadium tiga yang matang biasanya mempunyai bagian posterior yang lebar dan buntung, ujung anterior lancip dengan processus seperti kait-kait dan papilla berpasangan, dan daerah yang menonjol pada setiap ruas. 
b.      struktur ujung anterior
c.       spirakel/lubang udara anterior bercabang, berbentuk seperti kipas pada ruas kedua
d.      yang paling penting, lubang udara posterior dengan lempeng noda yang lengkung
e.      ke dalam atau masuk permukaan dorsal ruas posterior.  [Dikutip dari slide kuliah dr. Nelly Al Audhah M.Sc]

Kamis, Agustus 18, 2011

Kind of Fracture

BUTTERFLY FRACTURE
(Has the slight comminution at the fracture site)


CLOSED FRACTURE
(no broken skin)



COMPRESSION FRACTURE
(In which bone has been compressed)


COMPOUND FRACTURE
(with broken skin)


GREENSTICK FRACTURE
(one side broken, other side bent)


HAIRLINE FRACTURE
(crack only outer layer of the bone)



INCOMPLETE FRACTURE
(the end of the bone do not completely separated)


MULTIPLE FRACTURE
(several fracture, in near part. Or on separate bone but generally due to the same injury)


OBLIQUE FRACTURE
(occuring at an angle across the bone)


SPIRAL FRACTURE
(twisting around the shaft)


UNSTABLE FRACTURE

Senin, Agustus 15, 2011

Oh Punggungku [Tutorial 1 skenario 1 Blok 15 Keluhan Berkaitan Muskuloskeletal] --> Pemanasan

Tutorial 1
Skenario 1
OH PUNGGUNGKU
Seorang wanita, usia 42 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri punggung hebat, yang sudah dialami 1 bulan yang lalu, tetapi memberat 1 minggu terakhir. Riwayat trauma, sebulan yang lalu pernah jatuh terduduk yang mengakibatkan timbulnya nyeri pada punggung belakang. Pasien juga menderita asma dengan mendapat pengobatan prednisone sejak kecil. Pada pemeriksaan fisik tampak penderita kesakitan jika bergerak. Tensi 100/70 mmHg, suhu 37oC, BB 56 Kg, tinggi 158 cm. Pada pemeriksaan kepala wajah bulat (moon face), organ lain tidak ditemukan kelainan. Status lokalis : tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan laboratorium Hb 14,2 g/dl, leukosit 6300/ml, ureum 39 mg/dL, kolesterol LDL 147 mg/dL, gula darah puasa 227 mg/dL. Pemeriksaan foto thorax dan EKG dalam batas normal. Penderita dianjurkan untuk foto tulang belakang.
Kata kunci : nyeri punggung, moon face, prednisone.

---Oke, kayak judulnya, kita pemanasan aja dulu. Manasin kepala baca skenarion sambil flash back kembali apa aj yang penting ketika kita melihat kasus dan menemukan sebuah diagnose---
Malas deh kalo meruntut sekarang tentang seven jump dan sejawatnya. Semua dari kita udah ngeh dengan itu. Yeah, baiklah, mungkin sedikit pembukaan aja -_- (gak konsisten)

IDENTIFIKASI ISTILAH :
 Sebenarnya ini cuma formalitas, coba deh perhatiin, emang banyak yang perlu dipersamakan persepsi dari istilah di kasus diatas, tapi semuanya sudah pernah toh? Kalo pun dibuka lagi di forum, itu cuma basa-basi seharusnya (kecali emang bener-bener lupa)
1.       Nyeri punggung hebat
2.       Asma
3.       Prednison
4.       Moon face
5.       Foto thorax, EKG, dan hasil lab lainnya.

Mari merenung pada kasus :
Jujur ya, selama liburan ini, aku baca beberapa literature dan beberapa buku-buku fiksi tentang kedokteran menyatakan bahwa seven jump hanyalah apa yang kita lakukan dalam kelompok, pada kasus sebenarnya, proses sepanjang seven jump ini harus dipercepat atau dikebiri (bahasanya parah)
Perhatian pertama kali bisa dilihat dari keluhan utama. Nyeri punggung yang hebat, saat mendengar itu hal yang pertama kali terlintas pasti “History of fall and injury” yang spontan akan diinformasikan oleh pasien bahwa beliau pernah jatuh sebulan yang lalu.
Perhatian selanjutnya (beruntun sesuai informasi dari kasus) adalah, kok jatuhnya sebulan yang lalu tapi nyerinya tambah para baru seminggu terakhir? Kenapa gak dari awal? Atau kenapa harus tambah parah? Proses apa yang terjadi?
--Udah kebayang apa yang terjadi sama si ibu? Sampai sini, sah sah aja kita memasukan “Fraktur tulang belakang” ke diagnose sementara, tapi pertanyaan kedua belum kejawab ya? Mari membaca tentang fraktur, prosesnya, terapinya, serta komplikasinya—Nah, secara ini kan kasus sengaja dibikin, pasien aslinya gak ada, ditambah kita belum melakukan rontgen tulang belakang, maka boleh aja kan menyimpulkan (sementara) bahwa si ibu mengalami komplikasi yaitu dari fraktur stabil ke tidak stabil, dikarenakan saat jatuh sebulan lalu, rasa nyerinya dibiarin aja padahal seharusnya dilakukan imobilisasi pada punggung yang nyeri, alhasil dari yang tadi stabil, tergoyang, tergesek, terpukul, lelah, tertekan, maka fraktur tambah parah dan menjadi tidak stabil. (Kalo ada spekulasi lain, monggo…. J, ini kan baru pemanasan, belum ada pemasukan materi matang ke dalam kepala ) --
Selanjutnya, riwayat penyakit. Nah, emang di anamnesis diajari rentetan pertanyaan penting yang membantu diagnose, tapi coba deh liat kebanyakan keadaan nyata, kalo penyakit dulu rada gak nyambung sama keluhan utama maka dilewatin gitu aja. Mungkin kalo gak ditekankan dalam kasus, atau dalam kata kunci maka pemikiran pada umumnya “Kan tadi sakitnya karena jatuh, asma ya asma” tapi notice lagi deh, kan dia konsumsi prednisone dari kecil. Hal selanjutnya yang terlintas ketika baca statement ini adalah “Efek samping prednisone jangka panjang” dan salah satunya ternyata adalah ‘Osteoprosis’ hal ini didukung juga denga faktor risiko berupa usia dan jenis kelamin. (See, kadang sesuatu yang secara kasat mata gak berhubungan, kalo diamati lagi ada kemungkinan sebuah hubungan).
Kan, kalo frakturnya diobati tapi osteoporosisnya kagak diterapi atau ditangani sesuai ketentuan, tetep aja sakit punggungnya ntar, tambah lama tambah ringkih si ibu.
Ada hal lain yang lucu di kasus itu. Pas tadi ngobrol sama temen-temen trus keluar statement, aneh masa orang jatuh, sakit punggung, malah diperiksa thorax sama EKG. Tapi pas dibaca lagi, dan diingat-ingat, emang mungkin sih, kan kali aja nyeri punggungnya gara-gara jantung iskemik? Nyeri alih dan sebenarnya waktu jatuh itu yang gak ada hubungannya. Semuanya kan perlu dipastikan, tapi gak ngasal, misalnya perutnya di USG, orang punggung sakit masa di USG emang hamil? (Relevan gak sih? Gak kan ya…)
Pemeriksaan labnya oke. Kemungkinan kecil masalah sum-sum tulang. Organ lain juga oke pada pemeriksaan fisik.
Penderita kesakitan saat bergerak, mendukung diagnosis fraktur.
Penderita terkena cushing syndrome. Mendukung kemungkinan terjadinya ‘efek samping’ dari pemakaian prednisone jangka panjang.
Well, banyak yang bisa kita gali dan pelajari selain beberapa hal diatas :
-          Tentang osteoporosis
-          Tentang fraktur
-          Tentang Cushing syndrome
-          Tentang Prednison terutama cara kerja dan efek samping
-          Tentang pembacaan hasil lab
-          Tentang kemungkinan ketidaknormalan pada organ
-          Tentang nyeri alih dan sakit yang mungkin bisa membuat nyeri alih pada punggung
-          Kemungkinan gangguan selain fraktur misalnya kelemahan otot, neurologis, dan hormon
-          Etc

Ah, udahan deh pemanasannya, tar kalo terlalu panas bisa celaka. Ayo sari… semangat! Kali ini IP harus terbang lagi, lebih tinggiiii…. Gak ada waktu buat bersedih ria J

Jumat, Agustus 12, 2011

Square Knot Practice, Success

Kemarin, iseng latihan surgery sambil baca buku blok 15 tentang keluhan Muskuloskeletal (punya temen yang setahun lebih senior), dan ternyata skill lab nya seru, tentang bedah minor (remind about my obsession to be a surgeon) jadi baca dan mulai nyari video tentang jahit-menjahit.

Yang pertama kali aku pelajari itu cara buat "Square Knot" yang sumpah hampir kecele mataku liatnya kalo dibandingin sama Granny knot, mirip banget... Dari bentuknya sih bisa diakalin, tapi aku nyari video yang ngajarin bikin square knot yang baik dan benar.

Alhasil ketemu. Dan oh ternyata gak segampang yang terlihat *atau skill aku di surgery yg kurang, semoga tidak!

Alhasil belajar.... Alhasil bongkar-bongkarin tali sepatu buat dipermak talinya sebagai peragaan.... Alhasil sampai  membayangkan mengiris kaki sendiri lalu menjahitnya (yang terakhir becanda XD )

Selama setengah jam yang penuh intrik, mengulang mengulang mengulang ... sumpah bikin ketagihan... Tapi oke, belajar dari sebelumnya aku terjerumus kelembah hitam menyebabkan IP turun sejadi-jadinya, I have to fix my way to study, cara belajar mesti lebih teratur, gak terlalu terobsesi, lebih ke asas seimbang... Jadi kemarin seharian beresin Square aja...Rencananya hari ini mau belajar Surgeon's knot, tapi tadi diliat-liat lebih gampang (padahal bentuk jadi nya lebih ribet)

Jadi bingung, aku ini kan mahasiswa kedokteran, tapi sepintas rasanya kok tiba-tiba jadi anak pramuka, bikin simpul gitu-gitu, kadang juga jadi berasa 'taylor' gitu,bawa-bawa gunting benang jarum kesana kemari, trus pas baca 'fracture' lah bingung lagi, ini kerjaan kok kayak tukang kayu, pake sekrup, paku, palu, dan sejawatnya... ckckck..... oke selesai geleng-geleng kepalanya, balik  ke dunia normal lagi.

Intinya, aku sukses melakukan Square Knot dengan 'BAIK dan Benar' bukan hasil akal-akalan wkwkwkwk...

Plok plok plok XD

*ada yang kakinya mau dijahit? sini sini,... Gratis! :))))