Tampilkan postingan dengan label Pesan Peri Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan Peri Hujan. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 05, 2012

Berpisah


Lama aku tidak menyapa rembulan yang sudah tertutup awan hitam, ah dia hanya tidak terlihat lagi dan aku mulai tidak peduli lagi :-/

Dulu aku marah dan bertanya mengapa kita tidak bisa bersama. Namun, seiring waktu berlalu aku mulai tahu bahwa mungkin benar adanya kita tidak bisa bersama karena disaat kau merindukanku dan aku merindukanmu, disaat aku menginginkanmu dan kau menginginkanku, itu bukanlah cinta, itu hanya sebuah reaksi .... Reaksi itu menghilang sekarang!

Apakah kau masih memperhatikanku dibalik awan hitam itu. Ah, kurasa tidak juga!

Kita berdua tahu bahwa sebenarnya memang kita tidak pernah benar-benar saling mencintai! Karenanya kita tidak bisa bersama

Kamis, Desember 08, 2011

Titipan Surat dari Karma





Aku temukan surat ini pada suatu hari di sebuah pojokan gelap
Aku membacanya dan kemudian aku tertegun beberapa detik, mengartikan apa yang dia katakan
Awalnya aku ketakutan dan aneh dengan isinya, lalu lama kelamaan aku mulai paham apa maksudnya, aku hanya tersenyum, yeah ..... Itu mengatakan padaku bahwa ternyata aku bukanlah seorang yang sebegitu baiknya sehingga berhak merasa 'mendapatkan penderitaan yang tidak seharusnya kudapatkan' karena ternyata mungkin dulu aku telah melakukan sesuatu yang salah... tapi aku telah melewatinya,bagiku sekarang semuanya sudah selesai, tapi bagi 'karma'  ini tidaklah selesai, ini akan berlanjut. Aku membaca kembali suratnya dan aku sepertinya bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini ....
Aku hanya akan melihat karena aku pun tidak bisa berbuat apa2 selain menyambutnya, 'Hi Karma' Welcome here ... I'm waiting for you for a long time, and I'll see you to do what you should do for long time as well... like what you said, I'll too ... Patiently waiting and watching!

Jumat, Desember 02, 2011

I Haven't Gone So Far


 Are you following me? -- Wait for forever (2010)

Watching then crying, that's actually me, and I love the way I did

Kadang aku merasa bingung, ketika dalam satu masa atau fase dihidup kita, kita mendapati ada satu atau sedikit orang yang selalu ada diwaktu tertentu dalam hidup kita. Rasanya seperti dia mengikuti sejauh apapun kita pergi. Aneh memang, tapi memang begitulah caranya.

Saat ini, setiap kali aku memandang pada cermin, aku melihat seseorang. Pada awalnya aku merasa dia asing, tapi lama-kelamaan aku mulai mengagumi caranya, dan semakin mendekat ke waktu sekarang aku mulai paham bahwa ketika kita melihat cermin, orang yang ada disana adalah diri kita sendiri. Aku tiba-tiba merasa seperti seorang anak tiga tahun yang baru paham bahwa memasukan gula ke dalam mulut adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Or, that what I was be ....

The last things I could remember, I was so selfish, I was so fragile, I was so fool, I was stupid while broken.

Ketika aku menempatkan diri sebagai seorang anak tiga tahun yang baru memahami bahwa memasukan gula kemulut sangatlah menyenangkan, aku mulai melakukannya terus-menerus, mencarinya terus menerus. Hingga aku sadar, orang-orang dewasa disekitarku sangat senang melihat kelucuan itu hingga aku sudah melakukannya kelewat batas dan mereka mulai mencoba melarangku dengan cara yang paling halus. Bahkan itupun akhirya membuatku menangis sedemikian kerasnya. Maybe, it wasn’t what I look like, but It was me exactly.
Orang-orang dewasa memang tidak selalu benar, tapi mereka selalu lebih tahu!

Ketika aku melihat cermin dan mendapati diriku memantulkan sebuah bayangan yang aku kagumi, aku tersenyum dan menengok ke belakang.
Sesuatu yang tidak pernah akan aku lupakan.
I won’t forget everything what brought me here!

That past just so painful. I never thought I can get through that way, but I did. I never thought I can stay alive without you, but I did. The selfish-ass-girl just gone!

Satu tahun yang lalu, disini, diruangan yang sama, dikursi yang sama, aku menangis dan menjadi lemah. Segala hal membuat aku hancur, melihatmu begitu jauh, melihatmu bersamanya, melihatmu berpura-pura tidak peduli, melihatmu masih saja hidup dalam pikiranku, itu begitu menyakitkan dan memuakan. Rasanya seperti, selamanya. Hidupku yang berharga terbuang selamanya untuk perasaan yang tidak bisa diwujudkan.

Waktu berlalu begitu cepat, dan sekarang aku bahkan telah berdiri jauh lebih kuat. Aku tidak pergi terlalu jauh, sebenarnya aku tidak kemana-mana, hanya saja aku membuat jendela yang lebih luas untuk memadang keluar. Menyenangkan.

Andai dulu aku tidak ‘sakit’ mungkin aku tidak akan sebaik ini. Orang-orang bertanya, bagaimana aku bisa berubah begitu cepat, sebuah perubahan yang mengagumkan dari sebuah balon udara menjadi pesawat jet hanya dalam rentang beberapa bulan. Akupun tidak menyangka, dan saat aku berbalik mencari siapa yang berjasa. Aku temukan kau disana.

Terima kasih sudah memberitahu padaku rasanya jatuh, dan aku akhirnya bangkit dengan kakiku sendiri.
Terima kasih kau membawaku ketempat yang tidak aku kenal dan meninggalkanku begitu saja disana, membuatku menjadi seorang yang pemberani
Terima kasih kau memberiku pengalaman bagaimana rasanya dibodohi sehingga sekarang aku terus berusaha menjadi lebih dan lebih pintar
Terima kasih kau mengenalkanku pada dunia dimana aku bisa jatuh begitu jauh kedalam lubang lalu kau berlalu dengan hidupmu seakan aku tidak pernah ada, itu membuatku pandai memanjat naik lebih baik dari orang lain
Terima kasih sudah membuat aku membencimu, aku akhirnya terus menerus berusaha menjadi seorang yang pemaaf..
Tidakah kau iri padaku.......
Aku senang membuat semua orang iri .....
Dan aku selalu pintar untuk berpura-pura tidak peduli .....

Aku berbalik mengingat masa lalu itu. Beberapa bilang aku harus menghancurkan memori itu tapi aku tidak melakukannya, aku akan terus mengingatnya, dan aku akan camkan dalam akalku bahwa hal itu tidak akan terjadi dua kali.

Saat itu adalah ketika pertama kali aku bersama seseorang dan aku mencintainya. Sebelumnya aku selalu mencintai seseorang yang aku bahkan sulit mengajaknya berbicara. Dan ketika aku bisa melewati waktu-waktu dimana aku mencintai seseorang, lalu aku bisa memeluknya, menangis dibahunya, menciumnya, tersenyum padanya, itu sungguh menyenangkan.... Lalu aku sadar, gula yang terlalu banyak itu tidak baik. Orang-orang dewasa disekitarku mulai melarangku makan gula terlalu banyak, aku memaksa dan menangis, lalu aku mulai memukul dan mengamuk.
Aku dewasa dengan sendirinya, membawa memori bahwa gula itu memabukan dan membahayakan

Sejak itu aku mulai keluar dari ruang sempit, aku pergi dari dapur gula. Aku masih dirumah yang sama, tapi sekarang aku diruangan yang lebih tenang. Bukan berarti aku tidak merindukan gula itu, aku rindu, tapi aku tidak akan mendekat terlalu dekat. Sejak itu aku memutuskan untuk menjadi lebih pintar. Aku benci dibodohi!!! Maka aku lepaskan diriku dari kecanduan gula.

Setelah waktu berlalu bukan berarti aku tidak bisa lagi mencintai seseorang.
Aku bisa, I can, I did, still do .....
Mengulang masa primitif, mengagumi seseorang yang begitu baik hati. Sayang sekali dia begitu jauh. Kami jarang bertemu, tapi setiap kami bertemu dia selalu berada pada keadaan ‘menolong’ku. Atau paling tidak, ada pada keadaan ‘seharusnya’ menolongku. Diluar itu kami hanyalah dua orang yang saling kenal yang kadang saling sapa atau saling pura-pura tidak melihat.
Aku tidak ingin mendekati ‘cinta’ terlalu dekat. Bukan karena aku jera, aku hanya tidak mau lagi dibodohi dan menambah daftar ‘person I have to hate for the rest of my life’
Aku kehilangan rembulanku saat aku menatap langit, tapi bintang-bintang tetap menerangi langitku. Dulu kupikir bintang-bintang itu hanya bisa kutatap, tapi sekali aku bertemu dan bicara, dia ternyata begitu baik. 

Then I have the star in my heart, the one I won't ever to getting close enough!

Rasa cinta itu awalnya begitu tulus dan menyenangkan, lalu segalanya mulai aneh ketika sentuhan demi sentuhan mengacaukan pikiranku. That feeling just feel so good until the touch by touch came to me, being so addicted and made me crazy. Then I looked for them over and over more than I looked for the love that I have wanted first.

It isn’t love anymore after the touch come to me and made me drunk
I love that kiss, I love that hug, I love that touch, I love that love as well until I wake up and everything just being so wrong by itself. I was dead for confuse!
And then while I was dying, I stand up and leaving!

Sesekali aku merindukan bulan. Tapi rindu bukan berarti berharap dia kembali.
Aku sudah pintar dan aku tidak akan bisa dibodohi lagi. Cobalah!

Sekarang aku berdiri didepan cermin dan menemukan sosok yang penuh dengan ambisi dan mimpi. Seseorang yang kakinya lebih kuat dari perempuan manapun, seseorang yang tersenyum entah apapun yang menimpanya, seseorang yang tetap menangis ketika menonton film sedih, seseorang yang masih kagum dengan wajah-wajah tampan baik hati yang berkeliaran di dalam layar laptopnya, seseorang yang lebih rajin untuk bangkit dan berkeliling ketempat yang berbeda, seseorang yang sangat berani, sosok yang sangat aku kagumi .... Itu aku!

Honestly, I haven’t gone so far! Sometime you could find me in the same place! But it seems you will never look for me wherever I am, so then .... I haven’t gone so far! I only gone. That’s it!

My reflection now, so adorable!

Selasa, November 15, 2011

Terima Kasih

Terima Kasih untuk kalian yang telah mendoakan agar kebencian hilang dalam hatiku
Terima kasih untuk kalian yang telah mendoakan agar dendam sirna dari hatiku
Terima kasih untuk kalian yang telah mendoakan agar aku kembali pada diriku yang dulu
Terima kasih untuk kalian yang telah mendoakan agar aku kembali peduli

Terima kasih kalian mau repot melihat dan berharap untukku
Tapi kebencian itu sudah terlanjur menancap kuat, dendam itu sudah memakan lebih dari setengah belas kasihan dan cinta ku, aku terlanjur menikmati menjadi diriku yang sekarang meski kalian menilai aku yang dulu jauh lebih baik, aku sudah lelah peduli saat itu dan tidak pernah merasa dihargai bahkan oleh rasa terima kasih, bagiku semua itu cuma omong kosong.

Terima kasih kalian mau repot peduli dan berdoa, semoga doa kalian dikabulkan, akupun berharap doa-doa itu dikabulkan karena hanya Tuhan yang bisa memutar balikan aku yang sekarang mendaur-ulang diriku, aku yang dulu berharga lalu pernah merasa menjadi sampah dan mencoba mendaur ulangnya kembali menjadi sesuatu yang lebih penting ....

Minggu, September 18, 2011

It's You by Super Junior [I don't need anyone else, it's only you]


lagu yang ketika mendengarkannya langsung bikin aku stuck dalam pekerjaan  apapun, dan langsung teringat dia. Kangen banget sama dia. Teringat gimana dulu aku cinta sama dia dan terus meyakini bahwa dia benar-benar mencintaiku. Kadang aku mikir, aneh ketika sebuah perasaan bisa terbagi dua untuk cinta dalam takaran yang sama kepada dua orang yang berbeda. Bukannya aku tidak percaya dengan kata-katanya dulu, aku percaya, sangat percaya. Aku terus percaya dia mencintaiku tapi untuk sekarang, entah mungkin cinta itu sudah tidak mungkin bisa ada lagi untukku, yang tersisa mungkin hanya rasa bersalah dan kasihan, karena aku sakit, tidak lebih.

Rasanya aneh mendapati aku masih merindukannya meski aku masih bisa melihatnya setiap hari. Seperti ada sebuah eksistensi yang hilang dan tidak mungkin bisa dikembalikan.

It's you........

----------------------
It's you by Super Junior



It’s you
It’s you
It’s you
It’s only you
It’s you
It’s you
I don’t need anyone else, it’s only you
When you ask again, it’s only you
Even if you already have another love
I can’t forget you, I can’t turn back around
Oh ~
The moment my eyes began to burn
The moment my heart was captured by you
I have no regret, I chose you
That’s right, it’s you
Chorus :
Oh whatever anyone anyone says, it doesn’t matter to me
Oh whoever whoever curses me, I’ll only look at you
Even when I’m born again, it’s still only you
(Still Still) Even as time goes by
Oh when you tell me you love me
When you tell me thousands and millions of times
Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out
Even when I’m born again, it’s still only you
(Still Still) Even as time goes by
Oh oh only for you Oh oh only for you
Oh oh only for you Oh oh only for you
Oh oh only for you Oh oh only for you
Oh oh only for you
It’s you
I don’t need any words. it’s just you
“ It’s too late “ , but for me it’s just you
I know our love is wrong
I can’t give up, I can’t let you go
Ah Ah
My lips, cold as can be, are even more blue
I cry out to find to find your warmth
I call, even though I call for you
And there’s no reply, I’ll wait for you
Chorus :
Oh whatever anyone anyone says, it doesn’t matter to me
Oh whoever whoever curses me, I’ll only look at you
Even when I’m born again, it’s still only you
(Still Still) Even as time goes by
Oh when you tell me you love me
When you tell me thousands and millions of times
Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out
Even when I’m born again, it’s still only you
(Still Still) Even as time goes by
Oh oh only for you Oh oh only for you
Oh oh only for you Oh oh only for you
Oh oh only for you Oh oh only for you
Oh oh only for you
For me, it’s you, it’s you
Why don’t you know, why don’t you know?
For me, it’s you, it’s you
Oh whatever anyone anyone says, it doesn’t matter to me
Oh whoever whoever curses me, I’ll only look at you
Even when I’m born again, it’s still only you
(Still Still) Even as time goes by
Oh when you tell me you love me
When you tell me thousands and millions of times
Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out
Even when I’m born again, it’s still only you
(Still Still) Even as time goes by
It’s you




pada akhirnya aku selalu menjadi cengeng dan tidak bisa menahan air mata. Karena menatanya kembali dari awal dengan keadaan seperti ini begitu sulit dan melelahkan.
It's really hard to re-arrange everything from beginning and tonight, I missing you a lot!

Sabtu, September 17, 2011

My Missing Puzzle

So many things I wanna write but when I faced my laptop it just gone away..... -_-"


okay! Let's do
Let's think like an adult, at least oh  ... come on let's think like a nineteen years old experienced girl!

-stuck for ten minutes-

uh... yeah well today or... what it exactly said!

Note : I don't need more evidence, okay, I have ear for hearing, I have eyes for seeing, I have heart for feeling, I hear, I see, and I feel. It's clear enough! You already stopped it, it's me who have to follow you stopping. I know, what I have to do, I can't to get out, I trapped, okay I know, so, now I have to take out my heart keep it again on the ice box, keep the feeling freezing, let my body here as a friend, let my mind for inspiring, and help my soul to runs away by your side. Ssshhh.... It doesn't really over, but I try to make it over, stay there and keep your girlfriend well, that what friend has to say, right? okay ..... I know I just hurt, pain, break in pieces, but let see, I still alive, I survive, well, yeah now I'll stay live, and take the rest of my precious life to continue everything. So, I'll be fine!

Somehow, I miss you, I know you miss me as well but... Miss sometimes doesn't mean wanna meet and repeat...

that's not a big deal for me... anymore!

The point is .............

Let give some attention!
point 1 --- I'm the limited puzzle
point 2 --- I'm extremely perfection voter for mate
point 3 --- I never stay to fall in un-serious relationship
point 4 --- I'm such a bad ass scandalous loner girl
okay! everything is clear!
I had ever falling in love with someone, but he doesn't make me complete, he is the wrong part for my life with his bossy-man personality, before we take the risk for will-end-up-broke relationship, I leave... Then after few months, I found that man, he's not a boy, he's a man, suitable for my perfection mind, his mind really for-future-minded , kinda bad little (I love that), not bossy, fine friend, but the one problem is, he doesn't love me when I loved him, and I doesn't love him when he loved me, the evidence that make me sure that we won't completing each other, we have no destiny to be together. For the same choice, I leave!

It hard at first, but .... I'm fine and now, it feels easy

Then, after years goes by since the last time I felt in love... I found him!
point 1 --- He's the limited edition missing-puzzle
Point 2 --- He's extremely perfection as well
Point 3 --- He's a serious person in friendship
Point 4 --- He's such a bad ass scandalous loner boy
Okay, everything complete --- I was thought---
One day, I fall in love with him, then he makes me feel completely complete, he exactly suitable with my empty-part on my puzzle, I love his good and bad personality and love how he try to be honest person. We have same mind. Everything seems perfect, it was looks perfect. After I gave attention for one thing, he just already becomes someone else missing-puzzle, he already makes complete another girl, he already makes that puzzle fix, he can't move or that puzzle will mess up again.

And then... I listened the wrong-sign bell rang.. Tetottt..... Wrong person! uh-oh... Fail!

I give more attention.
Okay, we're suitable, okay we're can complete each other, okay we love each other ... But, it's not fair for another puzzle. I'm the puzzle too, I know how it feels. I know how it feels when the perfect life that you thought just happened all of sudden getting messy because of the wonder limited women in other side, that's fail.............

I give more heart.
Okay, we can be still friend

I give more more attention and I realize, it just me who try to talk with myself to give confident to stay away! Complicated huh...

I give attention again. I look deeply, when we were together, yes I felt complete but, it just in a glance, when I saw it again and again, I know the shape of the puzzle was complete but not the picture. I need triangle and you're triangle, I need square and you're square, I need prism and you're prism, but the picture is wrong, I need yellow but you're orange -the orange one is she-, I need the last part of beach picture but you're the last part of mountain picture -the mountain picture one is she-, I need a part for a princess with pink dress picture, yes you're, you are the last part of the princess picture but with the withe dress, not pink -see it- the princess picture with white dress one is she-

Everything clear now, we're suitable in shape but the color just wrong!

I never know if it will forever or someday your color changes, whatever . Now, I wont make that perfect puzzle mess up. Stay calm...

-It's easy to say but hard to do-
I know you already know it since long long time ago and how fail I just realize it few times ago after I saw both of you went together (and saw how suitable both-of-you are like adam and eve, romeo and juliet). At least I try and I success to try, it just need time to do....

I still believe that we fated to be together, I still believe that we're layla and majnun, I still believe that someday I can hold your hand tightly without guilty feeling, I still believe I love you but............

Yeah I had ever said few years ago "Don't ever hurt her, I'm a woman too, I know how it feels, don't ever try to hurt her or I'll kill you" I said that as a warm-heart friend, I don't know if you remember or not, but now how surprise that I am the one who can be the reason she's hurt, sorry to say but that rule still rule! "Don't ever hurt her, take care your girlfriend" that what friend has to say...

I love you, and I love how she loves you or you love her. Somehow it hurts but I love you two! Stay with that serious love, or I'll getting upset to see what I try to make up just get a mess!

and keep it in your head, once I know that both of you getting mess again and being hurt, you won't ever can stop or runaway from me, I'll take my chance to get you as my damn-missing-puzzle, I won't be the warm-heart friend like this twice, just once .... You know how evil I can be!


From Your dearest friend, the-missing-puzzle-hunter

For, my dear, my missing-suck-puzzle

Stay believe in friendship! Fate just God knows! That's the point at all...
Keep missing me, I keep missing you, keep loving me, I keep loving you until the time comes and .... make it can be learned!

Rabu, Agustus 31, 2011

19 Tahun 2 Bulan 4 Hari


31 Agustus 2011
19 tahun 2 bulan 4 hari
Kupikir jalan pikiranku terlalu cepat tumbuh, entah sekitar satu tahun, dua tahun, atau lima tahun. Entah! Aku sadar begitu terburu-buru dengan keinginan-keinginan yang ada dalam pikiranku. Aku hanya takut, aku takut mungkin aku tidak akan sempat melalui satu tahun lagi, dua tahun lagi, lima tahun lagi. Membosankan membicarakan hal semacam itu tapi benar-benar tidak bisa benar-benar selesai untuk memikirkannya.

Aku memulai dengan memaafkan. Aku sudah lakukan.
Lalu aku ingin melangkah kearah melupakan. I’m totally stuck now!
Dan meski aku merasa cukup dewasa, ada satu sisi dimana ternyata aku hanyalah seorang gadis kecil. Aku masih anak-anak.

19 tahun 2 bulan 4 hari
Here I am.
Aku sudah berubah, aku yakin tapi. Ketika aku melihat rupa cinta dalam bentuk apapun dan merasakan lembutnya, senangnya, bahagianya, manisnya, meski itu hanya antara dua orang atau kumpulan orang yang tidak aku kenal, aku mengeluarkan air mata, aku tidak terisak, aku hanya menangis. Bahagia dan sedih. Bahagia, cinta itu masih ada dimana-mana dan terlihat jelas. Sedih karena, aku manusia dengan ego yang kuat merasa amat kosong, sebuah perasaan yang persis seperti sebuah gelas kosong yang memandang pada sebuah gelas penuh air murni disampingnya, sebuah perasaan aneh antara menginginkan air yang sama tanpa ingin mengurangi jumlah air gelas disamping.
Here I am.
Aku sudah berubah. Namun ada beberapa hal yang masih sulit untuk aku balikkan
Here I am. Dan aku masih berkata-kata dengan kalimat-kalimat yang kacau yang… aku bahkan tak tahu sebenarnya apa yang aku ingin sampaikan.

19 tahun 2 bulan 4 hari
Masih ada yang aku tidak ikhlas, tapi aku tidak tahu apa itu.

19 tahun 2 bulan 4 hari
Dan meski sepertinya aku cukup dewasa, ternyata aku harus mengakui, aku hanyalah gadis kecil egois yang kekanak-kanakan.

19 tahun 2 bulan 4 hari
Aku menyembunyikannya, berhasil menyembunyikannya.
Aku bukanlah orang yang suka menunjukan perasaan pada orang lain. Aku sering menangis, tapi sangat jarang didepan orang lain, seperti Yellowstone yang hanya akan meledak jika lahar panas sudah memenuhi seluruh tubuhnya. Dalam 19 tahun 2 bulan 4 hari, aku hampir tidak pernah menunjukan pada semua keluargaku dan kedua orang tuaku bagaimana menangis sedih itu. Maksudku diluar ketika kamu bandel, dimarahi orang tua dan menangis, maksud menangis disini adalah “See, mom, dad, I’m sad now”. Rasa-rasanya hanya dua kali, itupun tidak sengaja. Kali pertama saat SMP, aku tiba-tiba ‘ingin’ menangis, lalu aku menangis, my mom saw that, dan  bertanya. Aku hanya jawab, “Tidak tahu, tiba-tiba ingin menangis saja”. Yang kedua beberapa hari yang lalu, akupun tidak mengerti, seperti ada sesuatu yang menyesakan, akupun menangis, didepan mama lagi, dan aku bilang aku sakit. Aku tidak pernah berani tunjukan bahwa aku bisa sedih!  L
Orang selain orang tuaku yang pernah liat aku menangis, bahkan mendiamkan hanya sedikit sahabat-sahabatku. Sekitar tiga atau empat orang saja. Sisanya (kumpulan temanku, gadis-gadis yang sering duduk bersama menggosip) hanya pernah satu kali melihat tapi benar-benar tidak tahu dan tak pernah kubiarkan untuk tahu. Aku suka mengajak mereka bermain tebak-tebakan. Seiring dengan sifat itu aku tumbuh menjadi seorang gadis ceria yang kesepian. Seperti seseorang yang tidak pernah punya cinta dan merasakan nyamannya punya cinta (aku benci menambahkan kata sejati, aku benci merasakannya, aku benci!).

Aku ingat setiap detail kehidupanku, orang-orang yang berlalu, singgah dan pulang kembali kerumah, datang dan pergi, tersenyum dan marah, muncul dan lenyap. Tiap lekuk kenangan itu aku ingat dan aku tahu betul, aku selalu mempunyai cinta dalam hidupku, aku selalu mempunyainya dalam hatiku, aku selalu membawanya bersama hatiku, rasa senangku, dan kesedihanku. Aku hanya tidak pernah benar-benar memilikinya disampingku. Sesuatu yang cukup mudah untuk diakui. Easy, like it seems!

Namun akupun tahu, lewat itu aku tahu dan mengerti. Ternyata, satu-satunya tempat berkeluh dan berkasih sayang terbaik adalah Tuhan.

Tuhan adalah satu-satunya yang benar-benar tidak akan pernah pergi.

Aku selalu bermimpi, berkhayal seseorang yang bahunya begitu nyaman untuk aku bersandar ketika menangis.

Tapi pada akhirnya aku sadar bahwa tempat paling nyaman untuk menangis adalah bersandar di ‘bahu’ Tuhan. Hanya saja, kadang sensasinya terlalu nyata atau bahkan tidak terasa sama sekali.


19 tahun 2 bulan 4 hari
Aku masih menyembunyikannya. Aku masih sendirian, memilih sendirian, tapi dengan cinta didalam perasaan dan pikiranku, aku tahu cinta itu selalu mengiringiku meskipun belum benar-benar bisa aku miliki.

Lalu pada suatu malam dia –temanku itu- bilang : JIka kamu menginginkannya, minta sama Tuhan. Dia pasti ngasih apa yang kamu minta karena dia tahu sebesar apa kamu memintanya dan menginginkannya. Hanya ada dua kemungkinan setelahnya, Tuhan berikan dia atau yang lebih baik.
Entah aku tidak tahu, kenapa begitu sulit menyembunyikan yang terakhir ini kesemua orang, aku benci ketika mulai bersikap tidak ikhlas –lagi- tapi aku selalu berusaha….

Jika kamu menginginkannya, minta sama Tuhan

------------

Ya, kamu pasti tahu, dicintai itu kadang rasanya menyakitkan!

Selasa, Juli 12, 2011

I'm Confuse

Aku bingung ....
Aku tidak pernah tahu apakah memang tidak ada yang bisa menggantikannya, ataukah aku yang tidak pernah bisa memberi kesempatan orang lain mencoba untuk menggantikannya

Seandainya saat hari itu aku 'kambuh' dan yang datang bukan dia, tapi laki-laki lain dan bersikap sama, apakah akhirnya akan sama? aku akan mencintainya juga?

Seandainya sekarang tiba-tiba muncul seorang teman yang mencoba menggantikannya, menggantikannya menjadi pendengar yang baik, menggantikannya memanjakanku, menggantikannya.... mencoba menggantikannya... apakah akan sama akhirnya ...

Jujur, aku masih merasa bingung, jika sekarang aku mencoba memulainya lagi dengan seseorang, apakah itu sebuah pengkhianatan? Aku ingat pernah bilang akan terus mencintainya, dan aku terus mencoba mencintainya tapi aku tertekan, aku tidak mungkin terus mencintanya ketika dia sudah memiliki orang lain disampingnya. Aku berada di tempat yang tidak perlu. Tapi aku pernah bilang itu, bukan sebuah janji, tapi aku masih bingung, jika aku memulai lagi dengan orang lain (sejujurnya bukan orang lain, lebih tepatnya orang lama yang muncul lagi, well! memang agak aneh) apakah itu sebuah pengkhianatan? Apakah aku mengkhianati seseorang?

Apakah bisa? Jika aku mau, bisa kok ..... Tapi aku merasa takut, aku tidak tahu seandainya aku memulai ini lagi dengan seseorang, apakah memang benar-benar aku mencintai orang itu ataukah hanya sebagai pelarian. Aku tahu rasanya menjadi pelarian. Berkali-kali menjadi pelarian. Setiap laki-laki yang bersinggah dan dekat denganku dan akhirnya pergi lagi, hanya menjadikan aku pelarian. Sakit, tapi aku tidak bisa berbuat apapun. Dan aku tidak mau membuat orang lain merasakan sakit yang sama.

Apakah ini pengkhianatan?
Apakah ini pelarian?

Aku masih merasa salah.... Tapi aku lelah sendirian menghadapinya, aku memerlukan teman ... dan aku merasa nyaman ketika berbicara padanya even walaupun cuma jarak jauh dan lewat pesan singkat. Tapi ada satu hal yang menggangguku ....

Setiap ada orang lain yang membuat aku merasa nyaman bercerita . Hal yang pertama terlintas di kepalaku itu dirimu, so .... I'm so confuse .... really confuse
I never forget every-detail that had been happened and that makes me sick
I never forget that and that makes me confuse ...

Should I let it go on .... or I have to stop it now?

I'm confuse -_-"

Aku takut pada akhirnya aku hanya menambah daftar deretan 'tokoh' yang sakit hati

Okay .... God ....
I'll try...
I know You by my side and You'll always help me ... :)

Minggu, Juli 10, 2011

Membuang Masalah itu Ke Laut

Hari ini –well, kaya hari biasanya- banyak hal yang terjadi. Aku udah ngerasa aneh sejak beberapa hari dan selalu keinget rencana ke Tabanio Pleihari buat sirkumsisi masal, aku kira bakal apa yang terjadi. Well! It’s nothing, I mean, ga ada sesuatu yang vital yang terjadi.
Hanya aku mendapatkan pelajaran lagi hari ini. Pelajaran penting.
Aku adalah orang yang mudah sekali tertekan, dan how pathetic aku selalu menumpahkannya pada hal-hal yang kurang baik. Example, self-injury, it’s exactly me, I did it and still sometimes. Cut my finger, hand, vein, anything else. Bukan untuk bunuh diri, how could, aku masih pengen hidup seribu tahun lagi haha … Tapi ada sebuah kepuasan sendiri ketika aku merasakan sakit, some-way that’s scary right? Hoho …..
Tapi aku juga punya sesuatu yang kupikir unik. Aku adalah orang yang mudah menumpahkan sebuah masalah pada hal disekelilingku, easy, meskipun katarsisku kadang aneh dan membuat aku terlihat penyendiri dan perifer, aku merasa senang.
1.       Ketika aku lihat daftar nilai. How shit! Semua usahaku selama ini terbayar dengan IP 2,83. IP 3,xx ku tidak terselamatkan. I’m positive stress T_T, aku benar-benar tertekan.

2.       Mungkin benar, kita harus merasakan dulu baru setelah itu tahu apa efek hal itu terhadap kita, It can’t be predict at all. Gak pernah bisa diprediksi. Like what I got today, oh .. ternyata ya …. Kaget tapi biasa aja! It’s mean everything has been gone, everything stop already? Bukan, tapi … ya biasa aja. Kaget tapi biasa aja. Aku sama sekali gak merasakan hal yang kupikir –dulu- akan terjadi. Gak sama sekali. It’s no tear, it’s no angriness, it’s no stress, it’s no pain. Maksudku, yah gimana rasanya sih ketusuk jarum, kaget tapi well, seorang anak kuliahan tanpa sejarah hemophilia dan kasus ketusuk jarum adalah kasus biasa yang mengagetkan namun tidak menyakitkan sampai membuat menangis galau berkaca-kaca. How strong I am … cool! I’m proud of my self. Tapi dibalik itu ada suatu perasaan lega, perasaan lega seperti, leher kamu tergantung di sebuah pohon tinggi, kamu kesakitan tapi tidak bisa mati. Lalu tiba-tiba ada api yang membuat tali itu putus, kamu kepanasan karena api itu, lalu talinya putus dan kamu jatuh ‘gedebuk’ ke tanah, awww sakit pantatnya, tapi setelah itu kamu merasa seperti ‘terbebas’. Exactly that what I feel, aku merasa ‘terbebas’ dari sebuah rasa khawatir. Ada satu kebutuhan yang tak perlu lagi aku penuhi, ada sesuatu yang sudah tak perlu aku pastikan karena sudah pasti. It’s even better to know that, everything is fine, I’m happy to know that. Just wow okay, that’s cool and it’s the time for me to queen-ing myself, maksudnya ya, waktunya aku mengorbankan hidupku bukan untuk orang lain atau memikirkan orang lain, waktunya aku meratu-kan diriku sendiri, menghibur diriku, mengajaknya melihat dunia, bahkan mencari cinta yang available untuknya, tidak mudah memang tapi aku bisa. Aku yakin!

It’s so stress-full today, beside acara sirkumsisi yang membawa banyak pelajaran baru untuk skill ku, today so stress-full. Well! Kelegaan dan kedewasaan tidak akan muncul begitu saja, aku berada di tempat yang tepat saat itu, aku benar-benar bisa menumpahkan katarsis untuk stress ku. Aku berjalan sendirian (mungkin orang bingung cewek jalan sendirian) di sepanjang pantai yang purely sunyi banget, ga ada siapapun kecuali seorang kakek yang ‘melunta’ dari kejauhan di tengah laut, dan seorang bapak yang mencuci ‘kelotok’ nya di pinggir juga dari kejauhan. Tempatku berdiri saat itu benar-benar 100% sepi dan aku sendirian persis seperti yang aku butuhkan. Aku lihat sebuah pohon yang roboh dan setengah badannya telah tertutup pasir, lalu ada dahan besar yang memanjang ke arah pinggir pantai. Aku menaikinya dan duduk disana, it’s great view. Aku hampir tertidur didahan itu menikmati angin sepoi-sepoi dan menyadari bahwa “DUNIA ITU CUKUP LUAS UNTUKKU YANG KECIL INI” dan itupun membuat aku sadar bahwa “AKU PUNYA BEGITU LUASNYA KESEMPATAN” yang seharusnya bisa membuat aku bangkit.
Agak autis juga sih tadi, teriak teriak nyanyi kayak orang gila, serasa artis yang ditonton oleh fans-fans nya kumpulan pohon besar nan rimbun, kerang-kerang, dan ombak yang mengalir, aku benar-benar menjadi diriku sendiri. Aku melempar batu, aku memungut kerang, persis anak kecil, tapi it’s work. Sambil aku berjalan aku berpikir, I have even bigger chance now. Aku bisa lakukan apapun yang aku inginkan jika aku mau berusaha. Segalanya tidak akan menjadi sulit jika aku tidak mempersulitnya. Aku memang masih merasa tertekan –buktinya aku menulis sekarang- tapi tidak seperti dulu, tampak seperti pesakitan yang tidak berdaya. Aku memang tidak bisa melakukan segalanya sendirian, aku tetap butuh teman, aku butuh kalian semua untuk membantuku, aku membutuhkanmu lebih dari apapun, even as friend it’s okay. Tapi I’m stronger now! Aku menyadari bahwa AKU PENTING, at least untuk orang-orang yang masih bertahan untuk menyayangiku meski musuhnya adalah waktu.
Kali kedua aku berjalan lagi, hari saat itu menjelang sore, agak lebih mendung dari yang pertama. Gak terlalu lama, kali itu aku duduk dipasir sambil menatap seorang kakek –masih- ‘melunta’ dengan penuh semangat. Being here just very fun! Aku menikmatinya, aku merenung, aku duduk menatap langit, menikmati pemandangan dan menghasilkan satu lagi pelajaran yang harus aku terapkan.
Lagipula, apa yang harus dikhawatirkan. Semua sudah diatur oleh Tuhan, kita hanya perlu berusaha sekuat tenaga, berjuang sebaik yang kita bisa, melupakan yang perlu dilupakan, berusaha meninggalkan yang harus ditinggalkan, menjalani sesuatu yang sudah jadi hidup kita. Well aku masih seperti orang bodoh disini karena aku masih berpikir bahwa ‘untuk inilah aku hidup’ karena itu aku tidak bisa kemana-mana but I’m very bery sure that someday there’s a man outside who ready to take me off of this situation, membawaku keluar dari semua ini, someone somewhere. Haha ini tidak pathetic, ini hanya sebuah keyakinan yang practically makes me stronger day by day.
Aku akan menyelesaikan novel kedua yang aku buat (Hell! Yang pertama aja belum dijawab apakah diterima ato tidak, padahal sudah berbulan-bulan, rasanya kayak menunggu jawaban dari sebuah pernyataan cinta, haha aku gak mungkin stuck, aku berusaha jadi orang yang produktif)
Well, untuk yang IP itu, haaahhhhhhh anjirrrr usahaku selama ini hanya terbayar segitu …
Okay udah!
Be calm
Yang bikin kacau adalah blok digesti, padahal rasanya itu yang paling semangat soalnya waktu itu ada dokter bedah yang ganteng itu selalu ngajar gak pernah kelewat. Kenapa bisa? Who knows, mungkin aku udah merasa cukup padahal belum maksimal, mungkin aku sudah merasa benar ternyata masih salah, who knows …. Ya pasti itu bukan salah siapapun but me, itu kesalahanku yang tidak cukup berusaha. Dan yeah aku ingat blok digesti aku sering banget sakit, mungkin gara-gara itu juga.
Oke untuk menghilangkan perasaan bersalah aku akan belajar lebih keras diliburan ini dan mengembalikan kedigjayaan IP diatas 3 ku yang sempat berlenggang di KHS. I hope it back again.
Setiap hidup ini tentu butuh prioritas, ini mungkin hikmahnya aku ‘practically’ belum punya pacar, dan selalu tersendat dengan hal yang berhubungan dengan ‘cinta’. Ini hal yang paling bikin aku distract ketika aku kira bisa menjalani keduanya dengan tanpa gangguan, yeah itu berjalan jika itu baik-baik saja, kalo ada masalah? Alhasil prioritasku kacau, aku sakit, aku anfal, semua hal terbengkalai, konsentrasi buyar, well done. Ketika aku telah siap mental dengan segala masalah tanpa efek samping sesulit itu baru aku akan mulai lagi. But if it comes fast aku gak bisa nolak juga sih, (hehe, nawar kerjaannya) … Yah at least aku bisa memperjelas sekarang apa prioritasku kedepan, meskipun masih akan distract tapi gak akan seburuk sebelumnya, it has to be better I think J
Aku akan berusaha lebih baik dan gak akan biarkan IP itu menjadi nasakom, gak akan, ini yang terburuk aku janji dan semester depan akan jadi yang terbaik, I’m really really sure. Prioritasku sudah di legalisasi, aku akan menjalaninya dengan sungguh sungguh.

By the way, aku belum ngucapin July-wish ku ya J
Hope I found my real purposed to live, itu adalah hal terbaik yang pernah aku impikan. Aku takut jika aku menjalani sesuatu yang tidak menjadi takdirku. Selama ini aku selalu ‘mengira’ apa yang aku jalani adalah memang tujuan hidupku, tapi semua itu selalu saja kabur. Sekarang aku berharap diterangkan jalan agar aku bisa memantapkan tujuan hidupku sebenarnya, cita-citaku, harapanku, dan belahan jiwaku, aw aw aw haha… ^^

Well! Mulai hari ini aku akan bilang kalau aku bukan hanya suka sama pantai, aku tergila-gila. Aku menemukan katarsis lain selain depresif dengan self-injury atau maniakal dengan menghabiskan uang di arena bermain fun-city, aku hanya perlu duduk sendirian dan melihat betapa luasnya dunia. Today, I get more positive mind J
Aku hanya ingin menikmati suasana pantai sendirian, hingga suatu hari aku menemukan belahan jiwaku dan berjalan dipinggir pantai bersamanya bergandengan tangan, bersama melihat luasnya dunia diluar sana, dan luasnya kesempatan yang Tuhan berikan dan menunjukan bahwa dia adalah orang yang sangat aku kasihi. Suatu hari dengan seseorang …. J


Nb : sorry, it’s to much ‘practically’ ; ‘well’ ; ‘even’ ; and ‘yeah’ haha …. To much today ^^
Nb II : Keadaan fisikku akhir-akhir ini semakin aneh, entah ada apa. Tapi setelah peristiwa menyakitkan (fisik lo ya) pertama ketika tabrakan dulu itu yang bikin aku jadi zombie dengan warna kaki yang hijau merah biru sekaligus jalan terseok persis deh zombie yang ngejar mangsa, argh argh argh, jalan pincang tapi tetep nyeremin wkwk ditambah lagi pas hari setelahnya jalan kaki eh keselip nih kaki aduh ….  (oke ini gak pantes jadi NB jadi postingan baru deng ya ... haduh haduh) (NB II /sebelum diedit segini ni panjangnya -_-)


Nb III : BTW, NB II panjang banget yah … ini sih cocok dijadiin postingan baru aja -_-“
NB IV : Beneran gue bikin postingan baru aja deh wkwkwkwk …..
NB V : Entah kenapa akhir-akhir ini aku ngerasa Beo makin unyu aja, aduh tambah imut banget, tambah sayang deh, jadi makin sering aku bawa tidur bareng, kadang-kadang aku ajak ngobrol juga (oke, aku masih sadar ko kalo beo itu sebenarnya adalah boneka tapi beo ngingetin aku sama Mpus hehe)

Sabtu, Juni 25, 2011

So Fragile ….


Aku lupa kapan aku mendaftar dalam permainan ini, aku bahkan lupa apakah aku pernah mendaftar atau tidak, tiba-tiba saja aku mendapati diriku berada dalam permainan ini dan aku tidak bisa keluar, sama sekali tidak bisa, ingin atau tidak, mau atau tidak, aku tidak bisa keluar dan harus menjalaninya sampai akhir. Buruknya, aku bahkan tak pernah tahu peraturan dari permainan ini dan kapan akan berakhir. Aku sudah mencoba dan tidak pernah bisa, seperti mencari sebuah buhul kecil benang diantara ratusan benang kusut, begitu sulit dan hampir mustahil.
Aku tersiksa, siapa mau dengar ini? Tidak ada tentunya, tapi aku tersiksa, aku tidak mengerti kenapa aku harus ‘berpura-pura’ aku tidak mengerti kenapa aku harus ‘bersembunyi’ aku bahkan tidak mengerti kenapa keberadaanku rasanya seperti ‘membahayakan’…
Should I …..
Hingga sekarang aku bertahan untuk tetap berada dalam jalur permainan ini tanpa siapapun disampingku. Aku cukup rapuh untuk hancur, bahkan sangat rapuh. Tapi aku sendirian dan karenanya aku bertahan, tidak ada tempat bersandar untukku ketika jatuh. Aku bahkan tak tahu adakah orang lain dalam permainan ini selain aku, ataukah sekarang semua ‘pemain’ sudah selesai dengan gilirannya dan tinggal aku yang berjuang sendirian. Filsafat mengatakan, jangan percaya 100% pada indera mu, jangan percaya 100% dengan apa yang kamu lihat, kamu dengar, kamu rasakan, karena itu belum tentu benar, masih ada lebih banyak yang tidak kamu lihat, dengar, dan rasakan. Aku mencoba menerapkannya, aku melihat memang tidak ada siapapun lagi selain aku, tidak ada ‘pemain’ lain kecuali aku yang terus berjuang atas sesuatu yang aku bahkan tidak tahu apa itu. sebegitu kecilnya perkembanganku, tapi aku menerapkan filsafat itu yang –entah bodoh atau memaksakan diri- aku tetap tidak percaya dengan yang aku lihat dan aku masih saja mempercayai hal absurd seperti ‘dibalik punggung ini, dibalik bayangan ini masih ada ‘pemain’ lain yang berjuang dengan keadaan yang sama. Aku hampir tidak percaya, tapi keadaan membuatku tetap mempercayainya, dan tahu tidak, sesuatu yang sangat amat klise tapi aku tidak bisa menyangkalnya bahwa satu hal juga yang membuat aku masih –dengan bodohnya- percaya dan bertahan adalah ‘cinta’ ….. cacat!
Should I go away ….? I can’t … but if I should to do, I’ll try ….. but I think I can’t
Aku masih belum benar-benar paham dengan apa yang aku jalani. Aku merdeka? Iya tentu, aku orang bebas yang bisa melakukan apapun yang aku inginkan, semua yang kujalani sekarang tulus, aku berada dimana aku seharusnya berada dan berusaha untuk tidak menuntut, tapi aku sulit menyembunyikan kesedihanku terus-terusan, aku benci ketika aku mulai melihat dan ‘menginginkannya’ diluar kebolehanku, aku benci ketika aku mulai tidak bisa mengendalikan tingkah laku, aku benci ketika aku tidak bisa tidak memperlihatkan kesedihan dan air mata, aku benci ketika tak bisa sembunyikan bahwa aku cemburu, aku benci mengucapkan kata-kata pedas yang menghakimi, tapi semua itu terjadi begitu saja karena aku sedang berada pada titik jenuh keretakan diriku, aku rapuh dan memang sangat rapuh untuk hancur kapan saja …..
I’m so fragile and I don’t know why …..
Aku kebingungan mencari seseorang, bukannya tidak ada, aku yakin pasti ada orang lain yang bersedia berusaha gantikan dia, tapi aku yang tidak bisa menerima begitu saja orang lain, aku sudah membuka diri selebar-lebarnya tapi rasa takut terus saja menjalar, aku takut hal semacam ini akan terulang dan aku takut aku tidak bisa lagi mencintai orang lain lebih dari ini, ketakutanku sederhana tapi begitu sulit dihilangkan. Kristal yang pecah itu biar dilem gimanapun retaknya gak akan hilang, dan aku belum menemukan orang lain yang bersedia menerima aku yang retak ini selain dia –penilaianku amat mentah, tidak relevan dan hanya berdasarkan apa yang sudah aku lewati, sungguh aku begitu rapuh dan mudah luluh-
AKu merasa sangat bodoh dengan membiarkan diriku tetap ‘bermain’ tapi aku tidak cukup bodoh dalam memilih peran, aku tidak rela dan tidak akan pernah tahan jika tidak ‘menjadi satu-satunya’ lalu bagaimana aku harus bersikap. Aku selalu ketakutan menghadapi esok hari, meski aku punya keyakinan esok akan lebih baik tapi aku juga mendapatkan ketidakpastian akan esok hari, dalam ketidakpastian itu apapun bisa terjadi, apapun yang bisa saja membuatku pecah hancur berkeping-keping tanpa seorang pun yang bisa menjadi sandaranku untuk menangis. Aku terus berusaha mandiri, dan aku melakukannya sekarang, aku kuat, tapi ada satu sisi diriku yang aku tidak bisa bohong, sakau tanpa kehadirannya disini. Aku muak dengan keadaanku seperti ini, adakah yang lebih busuk daripada keadaan mentalku sekarang yang menginginkan ‘milik’ orang lain sebegitu inginnya. Aku mengutuk diriku sendiri atas itu!
Tidak ada yang pernah tahu kapan ini berakhir …..
Besok pun tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi
Besok akan lebih baik aku yakin itu
Tapi aku tidak tahu apa yang akan aku lihat atau dengar besok
Tidak tahu dan tidak akan pernah tahu …..
Aku mencintainya, itu saja, aku tidak ingin yang lain tapi … aku benci melihat ‘kalian’ bersama, aku senang melihatnya bahagia, tapi aku tetap benci melihat kalian bersama, tidak pernah mudah menyingkirkan pikiran itu, aku benci ketika kalian bersama dan terlintas di benakku “It has to be me”
It suck …. Satu kata untuk itu …… Busuk!
Pikiranku yang begitu busuk …..

I’m so fragile and I don’t know why but … I’ll still here to see your smile …. I promise!

Senin, Juni 06, 2011

Alasan?

akupun mengerti alasan kenapa aku terus melangkah dibelakangmu! Aku tidak ingin menoleh kebelakang oleh masa lalu, aku hanya ingin terus memandang kedepan tanpa harus merasa kehilanganmu...


Akupun tidak pernah benar-benar tahu akan alasan itu, hanya saja aku merasa lebih nyaman seperti ini... Ketika aku merasa sedih, aku hanya perlu menunduk dan diam, ketika aku merasa takut aku hanya perlu membuka lebar mataku untuk memastikan aku tidak sendirian, meski dibelakangku tidak ada orang lain, aku tidak akan menoleh kebelakang, karena kau berada tepat didepanku dan aku tidak punya hal lain untuk dilakukan selain menatap kedepan...
Sekarang akupun mulai paham bahwa cinta itu sebenarnya adil, adil dengan caranya sendiri!

Rabu, Juni 01, 2011

Lupa Bersyukur

Mungkin aku hanya lebih ekspresif
Mungkin aku hanya tidak bisa diam

Maka aku bicara
AKu terus bicara
Karena aku ketakutan

Dan aku butuh seseorang yang bisa memelukku saat aku menangis!


Tapi ...
Aku melupakan sesuatu
Banyak hal ....
Apa yang telah dan sudah aku dapat'
Aku lupa bersyukur atasnya'
Karenanya mungkin , meminta kehadiran dan peranmu lebih dari apa yang bisa aku dapat sekarang adalah wujud sebuah keserakahan ..

Aku terlalu serakah
Bahkan sekarang pun aku sangat serakah menginginkanmu ....

Tuhan aku bersyukur atas apa yang Engkau beri ... Atas kehadiran dan eksistensinya
Maka setelah ini, apakah aku masih terlihat serakah jika meminta dia lebih dari apa yang kini aku bisa dapatkan.......?



IT'S DIFFERENT WHEN "I JUST GIVE UP" WITH "I KNOW, IT'S FINALLY HERE, WHERE I HAVE TO STOP" WELL MY BOO ... I KNOW (AND YOU KNOW TOO) I WON'T GIVE UP AND JUST GO ON (FOR LOVING YOU)

Minggu, Mei 29, 2011

Third Time

Ini sudah ketiga kalinya kamu memperlakukan aku seperti ini ....
Salahku mungkin bertingkah seakan-akan aku 'penting'
Tapi ini bukan masalah uang, waktu, atau tenaga yang sudah hilang
Lebih dari itu ...

Mungkin aku memang tidak bisa marah, purely kau memegang kartu As ku dan aku benar-benar tidak bisa marah
Tapi ini ketiga kalinya kamu memperlakukan aku seperti ini

Aku akan mengingatnya, terus mengingatnya hingga kau menjelaskan dan meminta maaf! Mungkin ini tidak penting untukmu ... Tapi aku akan terus mengingatnya hingga kau menjelaskan dan meminta maaf ....
Kau tahu ketika aku mengatakan sesuatu lebih dari sekali maka artinya aku serius!
Well.... Karma sedang membisikan sesuatu padaku, itu Tuhan, bukan aku ....

Aku tidak akan marah, aku hanya akan mengingatnya, sampai ..........................................


Seandainya ada yang keempat, mungkin akan aku beri sebuah payung cantik ... "Congratulation..."



I LOVE YOU, I REALLY LOVE YOU, I CAN'T WITHOUT YOU, BUT IT DOESN'T MEAN I CAN'T HATE YOU ... IF I WANT, I WILL HATE YOU, I WILL ANGRY TO YOU, AT LEAST, I CAN DO IT FOR FEW SECOND .... I DID IT LITTLE FEW SECOND AGO! and damn, I just back to love in the next second, STUPID