Minggu, Maret 27, 2011

Eyes Set To Kill --- Give You My All Video

Your Lips ........
Gentle Kiss to cure My Pain ....


video


Selalu nangis kalo nonton ini :((

Eyes Set To Kill --- Give You My All



Glass hailed from the sky that night
I couldn't hide to save my life
Standing drenched in open wounds
You took my hand and pulled me through

I want to give you everything I'll give you my all
Because you gave me, you gave me your lips a gentle kiss
The medicine to cure my pain


Listen to all of this glass shatter
It pierced my ears and made them bleed
Now it sounds so beautiful, cause you're beautiful you're beautiful

I want to give you everything I'll give you my all
Because you gave me, you gave me your lips a gentle kiss
The medicine to cure my pain

I want to give you everything I'll give you my all
Because you gave me, you gave me your lips a gentle kiss
The medicine to cure my pain
------------------------------------------

Well ... sekarang aku disini ... jatuh ditempat dimana aku seharusnya gak berada
Satu-satunya yang bisa kulakuin sekarang adalah bertahan disini dengan segala kemampuan yang aku bisa ...
bertahan di tempat ini, duduk menatap keatas kepada bintang-bintang yang kucoba sapa
bertahan di tempat ini bersama kebahagiaan yang sinis ....

Well ... meski sekarang aku disini,.. terduduk di tempat yang aku seharusnya tak berada ...
menyesal? tidak
Ingin pergi? tidak

Waktu-waktu yang telah terlewatkan bersamamu tak satu 'part' pun yang aku sesalkan, justru yang aku sesalkan sekarang adalah, waktu-waktu yang dulu seharusnya bisa bersamamu namun waktu itu terlewat begitu saja tanpamu ...

Keinginan untuk pergi itu pernah terlintas, tapi bahkan untuk pergi, untuk berdiri saja kaki ini tak sudi, karena kaki ini bilang dia ingin tetap berada disini, tangan ini juga bilang ingin tetap berada disini, rambut ini juga bilang ingin tetap berada disini, hati ini bilang ingin terus disini, tubuh ini bilang ingin menghabiskan selamanya disini, roh ini bilang ingin tetap disini, batang otak bilang ingin tetap ditempat ini. semua bagian dari diriku bilang ingin tetap disini, hingga akhirnya aku bingung, bagian dari diriku yang mana yang pada awalnya tadi menginginkan untuk pergi, atau sebenarnya itu tak pernah ada dan cuma halusinasiku saja karena sebenarnya aku dan semua dari diriku ingin tetap berada di tempat ini tidak ingin pergi.....


I want to give you my all if I can ...
I want to give you my all if I available for that .....
Even now, when I couldn't do anything, I just still want to give you my all .....



Jumat, Maret 25, 2011

Saranghe Cute Song

video

Just found this one and so
Aigooo ... so cute XD

They just said "Saranghe" and did a cute dance ..

"Saranghe" means "I love You" :)

Kamis, Maret 24, 2011

If Loving You is Wrong ... by Luther Ingram


If loving you is wrong I don't wanna be right
If being right means being without you
I'd rather live a wrong doing life
Your mama and daddy say it's a shame
It's a downright disgrace
Long as I got you by my side
I don't care what your people say
Your friends tell you there's no future
In loving a married man
If I can't see you when I want to
I'll see you when I can
If loving you is wrong I don't wanna be right
If loving you is wrong I don't wanna be right
Am I wrong to fall so deeply in love with you
Knowing I got a wife and two little children
Depending on me too
And am I wrong to hunger
for the gentleness of your touch
knowing I got somebody else at home
who needs me just as much
And are you wrong to fall in love
With a married man
And am I wrong trying to hold on
To the best thing I ever had
If loving you is wrong I don't wanna be right
If loving you is wrong I don't wanna be right
Are you wrong to give your love
To a married man
And am I wrong trying to hold on
To the best thing I ever had
If loving you is wrong I don't wanna be right
If loving you is wrong I don't wanna be right
I don't wanna be right
If it means sleeping alone at night
I don't wanna be right
If it means coming home at night
I don't wanna, I don't wanna
I don't wanna never, never, never be right

Bulk Forming Laksatif (Medikamentosa Konstipasi)






Bulk-forming laxatives merupakan terapi awal yang paling umum direkomendasikan untuk konstipasi karena dapat bekerja dengan cepat dalam 12 jam atau efektif selama tiga hari.

Beberapa derivat dari bulk-forming laxatives diperoleh dari :
  1. Sumber alami seperti agar, psyllium, kelp( alginates), getah tanaman ( plant gum ).
  2. Senyawa selulosa sintetik seperti methylcellulose, carboxymethylcellulose.
Derivat bulk-forming laxatives dari sumber alami maupun sintetik mempunyai cara kerja yang sama yakni memperlancar kontraksi usus melalui peningkatan volume feces, membuat frekuensi defekasi lebih sering dan mudah.

Produk bulk-forming laxatives tersedia dalam bentuk bubuk ( powders ) yang dapat dicampur dengan air. Beberapa produk ini juga tersedia dengan bentuk seperti wafer yang dirancang untuk dimakan sebagai suatu hidangan untuk menyamarkan kesan obat pencuci perut.

Contoh produk bulk-forming laxatives adalah :
  1. Methylcellulose ( Citrucel ). [Methyl cellulose (or methylcellulose) is a chemical compound derived from cellulose. It is a hydrophilic white powder in pure form and dissolves in cold (but not in hot) water, forming a clear viscous solution or gel. It is sold under a variety of trade names and is used as a thickener and emulsifier in various food and cosmetic products, and also as a treatment of constipation. Like cellulose, it is not digestible, not toxic, and not allergenic.]
  2. Psyllium Hidrofil Mucilloid ( Metamucil ). [Psyllium is obtained from the ripe seeds of varieties of Plantago species. The seed coating is high in content of hemicellulose mucillages which absorb and swell in the presence of water, Bulk forming laxatives are used in patients where constipation is a re sult a too little fiber in their diets or when straining to defecate may be deleterious. Psyllium is considered to be the laxative of choice in the treatment and prevention of sand colic in horses., By swelling after absorbing water, psyllium increases bulk in the intes tine and is believed to induce peristalsis and decrease intestinal transit time. In the treatment of sand colic in horses, psyllium is thought to help collect sand and to help lubricate its passage through the GI tract.]
  3. Polycarbophil( Fibercon ). [This medication is used to treat constipation. Polycarbophil belongs to a class of drugs known as bulk-forming laxatives. It works by increasing the amount of water in the stool, making it softer and easier to pass.OTHER This section contains uses of this drug that are not listed in the approved professional labeling for the drug but that may be prescribed by your health care professional. Use this drug for a condition that is listed in this section only if it has been so prescribed by your health care professional.This drug may also be used to help relieve the symptoms of irritable bowel syndrome or diarrhea]
  4. Guar gum ( Benefiber ). [Guar gum is used as a laxative. It is also used for treating diarrheairritable bowel syndrome (IBS), obesity, and diabetes; for reducing cholesterol; and for preventing “hardening of the arteries” (atherosclerosis). In foods and beverages, guar gum is used as a thickening, stabilizing, suspending, and binding agent. In manufacturing, guar gum is used as a binding agent in tablets, and as a thickening agent in lotions and creams.]
  5. Malt soup extract ( Maltsupex ). [Active Ingredient: adiastatic barley malt extract, Dose Form Descriptions: liquid; powder for reconstitution; tablet, Route Description: oral, Malt soup extract Strength Descriptions: 16 g/15 mL; 750 mg; 8 g/15 mL]
Keuntungan penggunaan bulk-forming laxatives adalah :
  1. Bulk-forming laxatives tidak diserap dari usus ke seluruh tubuh sehingga aman untuk penggunaan jangka panjang dan juga aman untuk pasien usia lanjut yang mengalami konstipasi.
  2. Bulk-forming laxatives dapat digunakan pada pasien dengan kondisi iritasi anus, diverticulosis, dan pasca colostomi.
  3. Beberapa bulk-forming laxatives seperti guar gum dapat digunakan sebagai suplemen serat pada pasien dengan diet yang kekurangan serat, karena konsumsi serat tinggi dapat membantu mengontrol berat badan dan secara bertahap mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Aturan penggunaan bulk-forming laxatives meliputi :
  1. Setiap dosis bulk-forming laxatives harus diberikan dengan sedikitnya segelas penuh air ( 8 ons) agar aman dan efektif. Oleh karena itu, bulk-forming laxatives tidak cocok digunakan pada pasien yang harus membatasi konsumsi cairan secara oral seperti pada kasus gagal ginjal.
  2. Pasien seharusnyaa tidak menggunakan produk bulk-forming agen tanpa persetujuan doktor dalam kaitan dengan resiko hambatan pada usus atau kerongkongan, seperti pasien yang mengalami esophageal stricture, intestinal stricture, severe adhesions.
  3. Beberapa pasien mungkin alergi terhadap obat pencuci perut atau unsur lain yang terdapat pada produk tersebut, seperti pewarna atau pemanis sintetik.
  4. Perut kembung, tidak nyaman, dan sering kentut dapat terjadi dan cukup mengganggu bagi beberapa pasien menggunakan bulk-forming laxatives.
  5. Sebagian dari produk ini berisi gula sehingga pasien diabetess mellitus harus selektif memilih produk laksatif yang bebas gula.
  6. Bulk-forming laxatives dapat mengurangi penyerapan obat - obatan tertentu, seperti aspirin, warfarin( Coumadin ), carbamazepine( Tegretol ), produk ini dapat juga mengurangi kadar gula darah.


sumber : 

Time Capsule -- Amazing Jump of Time (OPENING)



Between this fucking tired of study for exam ....
I thought about everything ... Yeah I lost my time, spent it for just thinking of you and whole pain, then I try to think another things in my life.... After surf to deep in the internet and found something that 'stab' me and then I just said in my heart "It had been long time already, everything was changes, good changes and bad changes" I have many things in my mind about it ... Something that already changes but I can't to take it back, something that changes when I don't want it to changes, something that I want to changes but the fact those all cant really changes, everything never gone like what we hope at all, and that's how the life flew away. Take it to the future, with the teary eyes, with the cheerly smile, with everything ....

Segalanya tidak bisa ditebak memang, apa yang kutemukan adalah apa yang kukagumi dulu, namun seiring waktu ternyata itu adalah hal yang sekarang aku ingin sekali dirubah ... Naif memang ketika kita melihat sesuatu begitu sempurnanya dan tak pernah melihat cacat didalamnya, atau tak pernah memperkirakan bahwa itu memang sempurna dan kita yang mengaguminya lah yang membawa sebuah cacat untuk kesempurnaan itu. Banyak hal di dunia ini, banyak hal yang mungkin lepas dari pemahaman dan pemikiran kita karena sebuah kenaifan......

Well, even, aku tak pernah menyesali apa yang telah lewat, aku tak pernah menginginkan ini dikembalikan. Even if I have chance, untuk kembali ke masa lalu dengan keadaan berkuasa penuh untuk merubah apapun agar takdir disini juga berubah, maka aku takkan merubah apa-apa karena memang tak satupun dari 'part' itu yang ingin aku rubah ......

It had been eighteen years since I was born
It had been seven years since I met my first love
It had been five years since I stepped on my high school
It had been four years since my truly friendship first made
It had been two years since I become medical student
It had been two years since I met you
It had been two months since my first kiss
It had been a day since my last cry
It had been hours since I miss you
It had been minutes since my last phone with my father
Everything had gone already ..................

Tidak pernah ada yang tahu apa yang selanjutnya akan terjadi, tapi.......... Waktu itu terikat dengan subjek yang mengelilinginya.... maka aku mulai merenungi satu persatiu yang telah lewat... Ketika dulu aku mencintai seseorang dengan sangat dan membiarkan dia bersama orang lain, ketika dulu aku bertemu lelaki yang kukira sempurna ternyata punya cacat besar dihatiku yang tak bisa hidupku terima, lalu semuanya silih berganti .... Menjadi naif itu memang menyenangkan, rasanya hidup ini bisa jadi mudah, tapi menjadi naif seperti membuat hidup ini sempit.....

Waktu yang sudah berlalu, kadang aku ingin menangisinya, tapi kenapa harus menangis, aku punya cukup banyak rancangan masa depan, jikapun harus menangis, aku akan menangisi keadaan sekarang daripada masa lalu, tentu setelah begitu banyak berlalu pemikiran pemikiran dewasa dan anak-anak... Ketika aku menemukan nama itu, membacanya, sakit rasanya, tapi aku adalah makhluk wanita yang muncul setelah waktu yang lama dengan berbagai peristiwa silih berganti, aku bukan siapa-siapa sebelumnya, saat itu, dan sekarang.... Saat kutatap tahun itu, it had been two years ... waow,, too much changes ....

Segalanya memang bukan masalah waktu, bukan siapa yang paling baik, bukan siapa yang lebih dulu hadir, bukan siapa yang lebih banyak berkorban, bukan siapa yang lebih kuat bertahan, bukan siapa yang juara satu dan dua, bukan siapa yang menang, bukan siapa yang menunggu lebih lama, bukan siapa yang mencintai lebih besar ... Segalanya adalah tentang waktu, bagaimana dia membawa takdir, membawa kesan, membawa makna, dan membawa karma .... Waktu adalah refleksi dari tangan Tuhan, waktu adalah pembawa takdir, Kun Fayakun_itu adalah tentang waktu ...

Aku masih tak paham dengan peraturan yang Tuhan buat terhadap aku dan semua manusia didunia ini, tapi satu hal yang sedang kulakukan, berusaha memahami apa yang telah Dia bawa kedalam hidup-Nya yang Dia titipkan padaku ... Aku sedang berusaha memahami sekuat tenaga yang tersisa untukku ...

Demi Waktu
Dalam Waktu
Aku merangkainya ... semuanya adalah tentang hidup

It's not about how it had been started or how it will end up
It's about how I walking on the way of my destiny, how I chose the right side, and how I learn and understand ....
Kesendirian membuat rasa sakit dalam dadaku
Tapi aku terseok merakit kedewasaan didalamnya, bersama waktu, dengan waktu, diawasi waktu, ......


Then .... What will happen there ..... again .....

Time Capsule List .....
1. Of Me
2. Of My Live
2. Of My Family
3. Of My Wish
4. Of My Obsession for being big Fandom
5. Of My Habit
6. Of My Ambition
7. Of My Friendship
8. Of My (Kidding)Childishly First Love
9. Of My Really Second Love
10. Of My Lovely Ever -- Of Us
Of The End .............................................................................----------------------------

Ciprofloxacin 500 mg (u/ DISENTRI)

Tentang Shigella
Kuman Shigella melakukan invasi melalui membran basolateral sel epitel usus. Di dalam sel terjadi multiplikasi di dalam fagosom dan menyebar ke sel epitel sekitarnya. Invasi dan multiplikasi intraselluler menimbulkan reaksi inflamasi serta kematian sel epitel. Reaksi inflamasi terjadi akibat dilepaskannya mediator seperti leukotrien, interleukin, kinin, dan zat vasoaktif lain. Kuman Shigella juga memproduksi toksin shiga yang menimbulkan kerusakan sel. Proses patologis ini akan menimbulkan gejala sistemik seperti demam, nyeri perut, rasa lemah, dan gejala disentri. Bakteri lain bersifat invasif misalnya Salmonella.


Ciprofloxacin 500 mg 
Indikasi:
Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin, antara lain pada :
- Saluran kemih termasuk prostatitis.
- Uretritis dan serpisitis gonore.
- Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid.
- Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus.
- Kulit dan jaringan lunak.
- Tulang dan sendi.

Kontra Indikasi:
- Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat quinolone lainnya
- tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui,anak-anak pada masa pertumbuhan,karena pemberian dalam waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan tulang rawan.
- Hati-hati bila digunakan pada penderita usia lanjut
- Pada penderita epilepsi dan penderita yang pernah mendapat gangguan SSP hanya digunakan bila manfaatnya lebih besar dibandingkan denag risiko efek sampingnya.


Komposisi : 
Ciprofloxacin 250 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung Ciprofloxacin 250 mg
Ciprofloxacin 500 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg.

Farmakologi : 
Ciprofloxacin (1-cyclopropyl-6-fluoro-1,4-dihydro-4-oxo-7-(-1-piperazinyl-3-quinolone carboxylic acid) merupakan salah satu obat sintetik derivat quinolone. mekanisme kerjanya adalah menghambat aktifitas DNA gyrase bakteri, bersifat bakterisida dengan spektrum luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.
ciprofloxacin diabsorbsi secara cepat dan baik melalui saluran cerna, bioavailabilitas absolut antara 69-86%, kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke berbagai jaringan serta cairan tubuh. metabolismenya dihati dan diekskresi terutama melalui urine.

Dosis : 
1.Untuk infeksi saluran kemih :
- Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari
- Berat : 2 x 500 mg sehari
- Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari
2.Untuk infeksi saluran cerna :
- Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari 

3.Untuk infeksi saluran nafas, tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak :
- Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari
- Berat : 2 x 750 mg sehari
- Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari
- Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 x sehari.
- Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit.
Untuk infeksi akut selama 5-10 hari biasanya pengobatan selanjutnya paling sedikit 3 hari sesudah gejala klinik hilang.

Peringatan dan perhatian : 
- Untuk menghindari terjadinya kristaluria maka tablet siprofloksasin harus ditelan dengan cairan
- Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat keteranga pada dosis )
- Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
- Selama minum obat ini tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Efek samping : 
Efek samping siprofloksasin biasanya ringan dan jarang timbul antara lain:
- Gangguan saluran cerna : Mual,muntah,diare dan sakit perut
- Gangguan susunan saraf pusat : Sakit kepala,pusing,gelisah,insomnia dan euforia
- Reaksi hipersensitivitas : Pruritus dan urtikaria
- Peningkatan sementara nilai enzim hati,terutama pada pasien yang pernah mengalami kerusakan hati.
- Bila terjadi efek samping konsultasi ke Dokter 


HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Love the Way You Lie by Eminem feat Rihanna

Just gonna stand there
And watch me burn
But that's alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that's alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie


I can't tell you what it really is
I can only tell you what it feels like
And right now there's a steel knife
In my windpipe
I can't breathe
But I still fight
While I can fight
As long as the wrong feels right
It's like I'm in flight
High of a love
Drunk from the hate
It's like I'm huffing paint
And I love it the more that I suffer
I sufficate
And right before im about to drown
She resuscitates me
She fucking hates me
And I love it
Wait
Where you going
I'm leaving you
No you ain't
Come back
We're running right back
Here we go again
It's so insane
Cause when it's going good
It's going great
I'm Superman
With the wind in his bag
She's Lois Lane
But when it's bad
It's awful
I feel so ashamed
I snap
Who's that dude
I don't even know his name
I laid hands on her
I'll never stoop so low again
I guess I don't know my own strength

Just gonna stand there
And watch me burn
But that's alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that's alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie


You ever love somebody so much
You can barely breathe
When you're with them
You meet
And neither one of you
Even know what hit 'em
Got that warm fuzzy feeling
Yeah them chills
Used to get 'em
Now you're getting fucking sick
Of looking at 'em
You swore you've never hit 'em
Never do nothing to hurt 'em
Now you're in each other's face
Spewing venom
And these words
When you spit 'em
You push
Pull each other's hair
Scratch, claw, bit 'em
Throw 'em down

Pin 'em
So lost in the moments
When you're in 'em
It's the rage that took over
It controls you both
So they say it's best
To go your separate ways
Guess that they don't know ya
Cause today
That was yesterday
Yesterday is over
It's a different day
Sound like broken records
Playin' over
But you promised her
Next time you'll show restraint
You don't get another chance
Life is no Nintendo game
But you lied again
Now you get to watch her leave
Out the window
Guess that's why they call it window pane

Just gonna stand there
And watch me burn
But that's alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that's alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie


Now I know we said things
Did things
That we didn't mean
And we fall back
Into the same patterns
Same routine
But your temper's just as bad
As mine is
You're the same as me
But when it comes to love
You're just as blinded
Baby please come back
It wasn't you
Baby it was me
Maybe our relationship
Isn't as crazy as it seems
Maybe that's what happens
When a tornado meets a volcano
All I know is
I love you too much
To walk away though
Come inside
Pick up your bags off the sidewalk
Don't you hear sincerity
In my voice when I talk
Told you this is my fault
Look me in the eyeball
Next time I'm pissed
I'll aim my fist
At the dry wall
Next time
There will be no next time
I apologize
Even though I know it's lies
I'm tired of the games
I just want her back
I know I'm a liar
If she ever tries to fucking leave again
I'mma tie her to the bed
And set the house on fire

Just gonna stand there
And watch me burn
But that's alright
Because I like
The way it hurts
Just gonna stand there
And hear me cry
But that's alright
Because I love
The way you lie
I love the way you lie
I love the way you lie

-----------------------
Well, ditengah keasikan baca slide dan posting bahan kuliah buat ujian besok .. Tiba-tiba lagu ini berputar di lepi ... So, yeah something reminded ... hagh ...


For me, one word for this song ... SPEECHLESS



F I L A R I A S I S






Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas



Filariasis Limfatik

W. bancrofti merupakan spesies yang sangat terkenal di dunia, meski hanya sedikit sekali mahasiswa kedokteran di dunia yang mempelajari secara intensif mata kuliah Parasitologi atau Tropical Medicine. Sekitar 115 juta manusia terinfeksi parasit ini di daerah subtropis dan tropis, meliputi Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Selatan, serta Kepulauan Karibia. Spesies dengan periodisitas subperiodik (kapan saja terdapat di darah tepi) ditemukan di Kepulauan Pasifik dengan vektor Aedes sp., sementara sebagian besar lainnya memiliki periodisitas nokturnal dengan vektor Culex fatigans dan Culex cuenquifasciatusdi Indonesia. Vektor Culex juga biasanya ditemukan di daerah-daerah urban, sedangkan vektor Aedesdapat ditemukan di daerah-daerah rural.
Brugia malayi lazim ditemui di China, India, Korea, Jepang, Filipina, Malaysia, dan tentu saja Indonesia. Sementara Brugia timori merupakan satwa khas Indonesia yang hanya bisa ditemui di kepulauan Timor. Mirip dengan W.bancroftiBrugia malayi memiliki juga memiliki dua bentuk periodisitas. Bedanya, biasanya B.malayi dengan periodisitas nokturnal ditemukan di daerah pertanian dengan vektor Anopheles atau Mansonia. Sedangkan spesies dengan periodisitas subperiodik ditemuakn di hutan-hutan dengan vektor Mansonia dan Coquilettidia (jarang).
Prinsip patologis penyakit filariasis bermula dari inflamasi saluran limfe akibat dilalui cacing filaria dewasa (bukan mikrofilaria). Cacing dewasa yang tak tahu diri ini melalui saluran limfe aferen atau sinus-sinus limfe sehingga menyebabkan dilatasi limfe pada tempat-tempat yang dilaluinya. Dilatasi ini mengakibatkan banyaknya cairan plasma yang terisi dari pembuluh darah yang menyebabkan penebalan pembuluh darah di sekitarnya.
Akibat kerusakan pembuluh, akan terjadi infiltrasi sel-sel plasma, esosinofil, serta makrofag di dalam dan sekitar pembuluh darah yang terinfeksi. Nah, infiltrasi inilah yang menyebabkan terjadi proliferasi jaringan ikat dan menyebabkan pembuluh limfe di sekelilingnya menjadi berkelok-kelok serta menyebabkan rusaknya katup-katup di sepanjang pembuluh limfe tersebut. Akibatnya, limfedema dan perubahan statis-kronis dengan edema pada kulit di atas pembuluh tersebut menjadi tak terhindarkan lagi.
Jadi, jelaslah bahwa biang keladi edema pada filariasis ialah cacing dewasa yang merusak pembuluh limfe serta mekanisme inflamasi dari tubuh penderita yang mengakibatkan proliferasi jaringan ikat di sekitar pembuluh. Respon inflamasi ini juga diduga sebagai penyebab granuloma dan proliferatif yang mengakibatkan obstruksi limfe secara total. Ketika cacing masih hidup, pembuluh limfe akan tetap paten, namun ketika cacing sudah mati akan terjadi reaksi yang memicu timbulnya granuloma dan fibrosis sekitar limfe. Kemudian akan terjadi obstruksi limfe total karena karakteristik pembuluh limfe bukanlah membentuk kolateral (seperti pembuluh darah), namun akan terjadi malfungsi drainase limfe di daerah tersebut.

WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.

Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).



Tanda dan Gejala Klinis

Umumnya, filariasis akan bersifat mikrofilaremia subklinis. Apalagi kebanyakan penderita penyakit ini merupakan masyarakat pedesaan hingga sama sekali tidak terdeteksi oleh pranata kesehatan yang berada di lingkungan tersebut. Namun demikian, jika telah parah dan kronis dapat menimbulkan hidrokel, acute adenolymphangytis (ADL), serta kelainan pembuluh limfe yang kronis. Di daerah-daerah yang endemis W.bancrofti juga sudah banyak orang yang kebal sehingga jika ada satu atau dua orang yang skrotumnya tiba-tiba sudah besar, kemungkinan sudah banyak sekali laki-laki yang terinfeksi parasit ini. Meski demikian, jika ingin mendeteksi secara dini, dalam fase subklinis penderita filariasis bancrofti akan mengalami hematuria dan atau proteinuria mikroskopik, pembuluh limfe yang melebar dan berkelok-kelok –dideteksi dengan flebografi- , serta limfangiektasis skrotum –dideteksi dengan USG. Namun tentu saja gejala-gejala yang disebutkan terakhir jarang sekali (kalau bisa dibilang tidak pernah) terdeteksi karena terjadi di pedalaman-pedalaman desa.
ADL ditandai dengan demam tinggi, peradangan limfe (limfangitis dan limfadenitis), serta edema lokal yang bersifat sementara. Limfangitis ini bersifat retrograd, menyebar secara perifer dari KGB menuju arah sentral. Sepanjang perjalanan ini, KGB regional akan ikut membesar atau sekedar memerah dan meradang. Bisa juga terjadi tromboflebitis di sepanjang jalur limfe tersebut. Limfadenitis dan limfangitis dapat terjadi pada KGB ekstremitas bawah dan atas akibat infeksi W.bancrofti dan Brugia. Namun khas untuk W.bancrofti, biasanya akan terjadi lesi di daerah genital terlebih dahulu. Lesi di derah genital ini meliputi funikulitis, epididimitis, dan rasa sakit pada skrotum. Nantinya lesi ini juga bisa menjadi limfedema hingga menjadi elefantiasis skrotalis yang sangat khas akibat infeksi W.bancrofti. Lebih jauh, edema ini juga bisa mendesak rongga peritoneal hingga menyebabkan ruptur limfe di daerah renal dan menyebabkan chiluria, terutama waktu pagi.
Pada daerah yang endemis infeksi filaria, terdapat tipe onset penyakit akut yang dinamakandermatolymphangioadenitis (DLA). Agak sedikit berbeda dengan ADL, DLA merupakan sindrom yang meliputi demam tinggi, menggigil, myalgia, serta sakit kepala. Plak edem akibat peradangan membentuk demarkasi yang jelas dari kulit yang normal. Pada sindrom ini juga terdapat vesikel, ulkus, serta hiperpigmentasi. Kadang-kadang dapat ditemui riwayat trauma, gigitan serangga, terbakar, radiasi, lesi akibat pungsi, serta kecelakaan akibat bahan kimia. Biasanya port d’entrée dari filaria tersebut terletak di daerah interdigital. Karena bentuknya yang tidak terlalu khas, sindrom ini sering juga didiagnosis sebagai selulitis.


Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah. 

Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat
Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 - 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.

Dari dulu sampai sekarang DEC merupakan pilihan obat yang murah dan efektif jika belum bersifat kronis. Selain DEC, terdapat pula Ivermectin yang sampai sekarang harganya pun semakin murah. Diethilcarbamazyne (DEC, 6 mg/kgBB/hari untuk 12 hari) bersifat makro dan mikrofilarisidal merupakan pilihan yang tepat untuk individu dengan filariasis limfe aktif (mikrofilaremia, antigen positif, atau deteksi USG positif cacing dewasa). Meskipun albendazole (400 mg dua kali sehari selama 21 hari) juga mampu menunjukan efikasi yang baik.
Pada kasus yang masih bersifat subklinis (hematuria, proteinuria, serta abnormalitas limfosintigrafi) sebaiknya diberikan antibiotik profilaksis dengan terapi suportif misalnya dengan antipiretik dan analgesik. Sedangkan jika sudah mikrofilaremia negatif, yakni ketika manifestasi cacing dewasa sudah terlihat, barulah DEC menjadi acuan obat utama.
Pasien dengan limfedema positif pada ekstremitas patut mendapatkan fisioterapi khusus untuk limfedema atau dekongestif. Pasien mesti dididik untuk hidup bersih dan menjaga agar daerah yang membengkak tidak mengalami infeksi sekunder. Sementara itu hidrokel bisa dialirkan secara berulang atau dengan insisi pembedahan. Jika dilakukan dengan baik ditambah DEC yang teratur, sebenarnya gejala pembengkakan ini bisa dikurangi hingga menjadi sangat minim.
Penggunaan DEC selama 12 hari dengan dosis 6 mg/kgBB (total dosis 72 mg) merupakan patokan standar yang telah dilaksanakan di negara-negara dengan filariasis. Sebenarnya dengan dosis tunggal 6 mg/kgBB selama sehari juga sudah mampu membunuh parasit-parasit yang ada di tubuh. Penggunaan selama 12 hari merupakan sarana supresi mikrofilaremia secara cepat. Namun biasanya penggunanan DEC dosis tunggal dikombinasikan dengan albendazole atau ivermectin dengan hasil mikrofilarisidal yang efektif.


Efek samping dari DEC ialah demam, menggigil, artralgia, sakit kepala, mual, hingga muntah. Keberhasilan pengobatan ini sangat tergantung dari jumlah parasit yang beredar di dalam darah serta sering menimbulkan gejala hipersensitivitas akibat antigen yang dilepaskan dari debris sel-sel parasit yang sudah mati. Reaksi hipersensitivitas juga bisa terjadi akibat inflamasi dari lipoprotein lipolisakarida dari organisme intraseluler Wolbachia, seperti yang disebutkan di atas. Selain DEC, ivermectin juga memiliki efek samping yang serupa dengan gejala ini.
Yang penting selain pengobatan klinis filariasis ialah edukasi dan promosi pada masyarakat sekitar untuk memberantas nyamuk dengan gerakan 3M, sama seperti pemberantasan demam berdarah. Selain itu, di beberapa tempat perlu juga dilakukan pemberian DEC profilaksis yang ditambahkan ke dalam garam dapur khusus untuk masyarakat di daerah tersebut. Namun yang belakangan tidak terlalu populer di Indonesia






Sumber :
1. http://www.infeksi.com
2. http://www.majalah-farmacia.com


CUTANEOUS LARVA MIGRANS (CLM)

Cutaneous larva migrans (CLM) is the most common tropically acquired dermatosis whose earliest description dates back more than 100 years. Cutaneous larva migrans manifests as an erythematous, serpiginous, pruritic, cutaneous eruption caused by accidental percutaneous penetration and subsequent migration of larvae of various nematode parasites. Cutaneous larva migrans is most commonly found in tropical and subtropical geographic areas and the southwestern United States; however, the ease and the increasing incidence of foreign travel by the world's population have no longer confined cutaneous larva migrans to these areas



Pathophysiology

In cutaneous larva migrans (CLM), the life cycle of the parasites begins when eggs are passed from animal feces into warm, moist, sandy soil, where the larvae hatch. They initially feed on soil bacteria and molt twice before the infective third stage. By using their proteases, larvae penetrate through follicles, fissures, or intact skin of the new host. After penetrating the stratum corneum, the larvae shed their natural cuticle. Usually, they begin migration within a few days.

In their natural animal hosts, the larvae of cutaneous larva migrans are able to penetrate into the dermis and are transported via the lymphatic and venous systems to the lungs. They break through into the alveoli and migrate to the trachea, where they are swallowed. In the intestine they mature sexually, and the cycle begins again as their eggs are excreted.

Humans are accidental hosts, and the larvae are believed to lack the collagenase enzymes required to penetrate the basement membrane to invade the dermis. Therefore, cutaneous larva migrans remains limited to the skin when humans are infected.

Frequency

United States

Cutaneous larva migrans is rated second to pinworm among helminth infections in developed countries.

Mortality/Morbidity

Cutaneous larva migrans is benign and self-limited but can cause a disturbing pruritus.

Race

No specific racial predilection exists because cutaneous larva migrans depends on exposure.

Sex

Cutaneous larva migrans demonstrates no specific sexual predilection because cutaneous larva migrans depends on exposure.

Age

Cutaneous larva migrans can affect persons of all ages because it depends on exposure, but it tends to be seen in children more commonly than in adults.

Clinical

History

  • Tingling/prickling at the site of exposure within 30 minutes of penetration of larvae, although Archer describes a case of late-onset cutaneous larva migrans (CLM
  • Intense pruritus
  • Erythematous, often linear lesions that advance
  • Often associated with a history of sunbathing, walking barefoot on the beach, or similar activity in a tropical location
  • Predispositions to contracting cutaneous larva migrans include the following:
    • Hobbies and occupations that involve contact with warm, moist, sandy soil
    • Tropical/subtropical climate travel
    • Barefoot beachgoers/sunbathers
    • Children in sandboxes
    • Carpenter
    • Electrician
    • Plumber
    • Farmer
    • Gardener
    • Pest exterminator

Physical

  • Cutaneous signs of cutaneous larva migrans (CLM) include the following:
    • Pruritic, erythematous, edematous papules and/or vesicles
    • Serpiginous (snakelike), slightly elevated, erythematous tunnels that are 2- to 3-mm wide and track 3-4 cm from the penetration site
    • Nonspecific dermatitis
    • Vesicles with serous fluid
    • Secondary impetiginization
    • Tract advancement of 1-2 cm/d
  • Systemic signs include peripheral eosinophilia (Loeffler syndrome), migratory pulmonary infiltrates, and increased immunoglobulin E (IgE) levels, but are rarely seen.
  • Lesions are typically distributed on the distal lower extremities, including the dorsa of the feet and the interdigital spaces of the toes, but can also occur in the anogenital region, the buttocks, the hands, and the knees.
Patients who were sunbathing nude on a beach in M...

Patients who were sunbathing nude on a beach in Martinique presented with classic, erythematous, serpiginous tracts on the left heel.


Cutaneous larva migrans on the right thumb.

Cutaneous larva migrans on the right thumb.


Cutaneous larva migrans on the left thigh.

Cutaneous larva migrans on the left thigh.


Causes

  • Common etiologies and where the parasites of cutaneous larva migrans (CLM) are most commonly found include the following:
    • Ancylostoma braziliense (hookworm of wild and domestic dogs and cats) is the most common cause. It can be found in the central and southern United States, Central America, South America, and the Caribbean.
    • Ancylostoma caninum (dog hookworm) is found in Australia.
    • Uncinaria stenocephala (dog hookworm) is found in Europe.
    • Bunostomum phlebotomum (cattle hookworm)
  • Rare etiologies include the following:
    • Ancylostoma ceylonicum
    • Ancylostoma tubaeforme (cat hookworm)
    • Necator americanus (human hookworm)
    • Strongyloides papillosus (parasite of sheep, goats, and cattle)
    • Strongyloides westeri (parasite of horses)
    • Ancylostoma duodenale
    • Pelodera (Rhabditisstrongyloides

References

  1. Edelglass JW, Douglass MC, Stiefler R, Tessler M. Cutaneous larva migrans in northern climates. A souvenir of your dream vacation. J Am Acad Dermatol. Sep 1982;7(3):353-8. [Medline].
  2. Herbener D, Borak J. Cutaneous larva migrans in northern climates. Am J Emerg Med. Sep 1988;6(5):462-4. [Medline].
  3. Jones WB 2nd. Cutaneous larva migrans. South Med J. Nov 1993;86(11):1311-3. [Medline].
  4. Patel S, Sethi A. Imported tropical diseases. Dermatol Ther. Nov-Dec 2009;22(6):538-49. [Medline].
  5. Tamminga N, Bierman WF, de Vries PJ. Cutaneous larva migrans acquired in Brittany, France. Emerg Infect Dis. Nov 2009;15(11):1856-8. [Medline].
  6. Archer M. Late presentation of cutaneous larva migrans: a case report. Cases J. Aug 12 2009;2:7553. [Medline].
  7. Jones CC, Rosen T, Greenberg C. Cutaneous larva migrans due to Pelodera strongyloides. Cutis. Aug 1991;48(2):123-6. [Medline].
  8. Jelinek T, Maiwald H, Nothdurft HD, Löscher T. Cutaneous larva migrans in travelers: synopsis of histories, symptoms, and treatment of 98 patients. Clin Infect Dis. Dec 1994;19(6):1062-6. [Medline].
  9. Rodilla F, Colomina J, Magraner J. Current treatment recommendations for cutaneous larva migrans. Ann Pharmacother. May 1994;28(5):672-3. [Medline].
  10. Van den Enden E, Stevens A, Van Gompel A. Treatment of cutaneous larva migrans. N Engl J Med. Oct 22 1998;339(17):1246-7. [Medline].
  11. Richey TK, Gentry RH, Fitzpatrick JE, Morgan AM. Persiste


PENGOBATAN

Yang perlu disimak dalam pengobatan :
Pengobatan.
Sebelum tahun 1960-an, pengobatan cutaneous larva migrans menggunakanChlorethyl, obat anastesi semprot dingin (biasa juga dipakai di persepakbolaan).
Prior to the 1960s, topical modalities such as ethyl chloride spray, liquid nitrogen, phenol, carbon dioxide snow, piperazine citrate, electrocautery, and radiation therapy were used unsuccessfully because the larvae might be missed and/or not be killed. Lydia A Juzych, MD, April 10, 2006)
Ternyata obat semprot tersebut hanya menghambat, tidak membunuh cacing.
Perlu diketahui, larva cacing terhambat pada suhu di bawah 10 derajat cecius, tetapi tidak mati, dan baru bisa mati pada suhu minus 15 derajat celcius. Itulah mengapa disemprot Chlorethyl tak kunjung sembuh.
Yah, pindah berobat dong.

Obat yang dianjurkan antara lain:
Obat cacing: Obat pilihan adalah: thiabendazole, ivermectin dan albendazole, sedangkan obat lainnya Mebendazole.

Thiabendazole (apa sudah ada di Indonesia ?)
Dosis: 25-50 mg/kg berat badan/hari, diberikan 2 kali sehari selama 2-5 hari. Tidak diperkenankan melebihi 3 gram perhari.
Dapat juga diberikan secara topikal (obat luar) 10-15% dalam larutan.

Albendazole. ( pilih yang ini )
Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 400 mg perhari, dosis tunggal, selama 3 hari atau 200 mg dua kali sehari selama 5 hari.
Dosis anak kurang dari 2 tahun: 200 mg perhari selama 3 hari.
Atau 10-15 mg per kg berat badan, 4 kali perhari selama 3-5 hari. Jining Wang, MD, February 28, 2006

Mebendazole
Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 100-200 mg dua kali sehari, selama 4 hari .
Anak kurang dari 2 tahun: tidak dianjurkan

Anti alergi, untuk mengurangi alergi lokal, misalnya menggunakan hidrokortison cream atau sejenisnya.
Antibiotika, diberikan bila ada infeksi sekunder (bernanah)