Selasa, Januari 11, 2011

I love EKG (Cara Baca EKG) versi SAYA :p

Besok ujian Interpretasi EKG -_-"
hari ini tinggal bernyanyi 'syalalalala'

Teman ... Tahukah kamu apa itu EKG
Adalah sebuah rentetan sandi yang berbentuk rumput
dan sekarang apakah rumput itu harus ditebas
tidak kawan, rumput itulah yang membantu perjuangan para dokter mengobati pasiennya
Sebuah sandi rumput yang lebih sulit dari sandi morse pramuka waktu sekolah
Sebuah sandi rumput yang lebih sulit daripada belajar naik sepeda pertama kali
Sebuah sandi rumput yang sangat sangat saya senang *kali ... hahaha....

Jadi bagaimana kalo kita review kilat ... Oke oke
Pertama Dasar Kerja dari EKG
Kelistrikan jantung yang disadap menggunakan sebuah mesin EKG dengan 4 kabel ektremitas dan 6 kabel sadapan dada (perikordial)
Kita tahu jantung mengeluarkan listrik dan listrik itulah yang disadap

Ada dua jenis sadapan
1. Sadapan Ekstrimitas
terdiri dari 4 buah kabel, berwarna merah untuk tangan kanan, kuning untuk tangan kiri, hijau untuk kaki kiri dan hitam untuk kaki kanan... cara masang, kenapa warnanya itu, kenapa harus di kaki ... ah baca aj buku EKG nya ya .... :)

2. Sadapan Perikordial
terdiri dari 6 buah kabel, (V1-V6), V1 di ICS 4 sebelah kanan, tepat di sisi parasternal, lalu V2 di sisi yang berlawanan dan sejajar, lalu V4 di ICS 5 tepat di bawah papila mamae (linea midklavikula) untuk laki2 tapi untuk cewek susah ya, lalu V3 di antara V2 dan V4, V5 pasang di ICS 5 (lina axilla anterior) dan V6 di ICS 5 Linea midaxilla

Kelistrikannya pelajari sendiri ya :)....

Ke EKG nya .... Oke siap siap ... jangan tegang, jangan gugup, ini susah beneran susah .. gak ko tapi ni gampang *plak....

Pertama liat hasil EKG 'print' nya ...
bakal keluar 12 lead dari 10 kabel tadi, yaitu lead I, II, III, aVL, aVR, aVF, V1, V2, V3, V4, V5, V6
Mau yang enak bacanya?
Baiklah percayakan pada yang saya katakan ....

Pertama ..... Liat aVR...
Posisi aVR normal adalah negatif, jadi jika aVR negatif itu justru normal (gimana tampang gelombang negatif? Buku EKG kawan...) Selesai? oke Ignore aVR .... Campakkan dia ...

Kedua... Liat lead II, kenapa II duluan? karena dia mewakili keseluruhan sosok si jantung yang hebat, posisinya strategis mempapar hampir keseluruhan perjalanan listrik jantung, .. gimana nemu Lead II (parah kalo gak nemu)
Pandangi dia dengan penuh hasrat keingintahuan yang besar dan tataplah hal pertama dari sana yaitu ...
Sinus atau tidak?

Ciri Sinus
1. Ada garis isoelektri
2. Gelombangnya lengkap mencakup P, kompleks QRS, dan T
3. Jarak R ke R yang teratur dan sama

Jika sinus .... maka liat jarak R ke R nya .... apakah normal, ataukah ada perlambatan/percepatan
1. Normal ritme (sinus)
P, QRS, T, beserta segmennya bagus, (kriteria bagus? buku EKG kawan)... HR nya antara 100-60,

Rumus HR
300/kotak besar(jarak R ke R) atau 1500/kotak kecil (jarak R-R)

2. Sinus Takikardi
P, QRS, T, juga baik2 saja, sehat walafiat tapi sayangnya HR nya diatas 100 yang artinya detak jantungnya cepat sekali .... bisa karena efek obat tertentu, atau efek saraf simpatis kayak gugup

3. Sinus Bradikardi
P, QRS, T, sama aj, fine, oke, nice, tapi jarak R ke R lebarrr banget (>5 kotak besar) ... HR nya kurang dari 60... Bisa aja karena keadaan tubuh tertentu yang kurang sehat, sinkop, hipoksia ...

oke sampai disini .....
Lalu kita bisa perhatikan keadaan gelombangnya masing-masing ....
Pertama Gelombang P .... ada apa di P? anggap saja normal dulu ... Kelainan itu akan dibahas di halaman lain :) ... udah menatap P selama beberapa detik,

maka pindah ke segmen PR, apakah jaraknya normal, terlalu jauh? .... kembali anggap saja normal lalu kita ke yang selanjutnya

Kompleks QRS ... apa yang dipelototin disitu? ya... pertama ada Q nya gak, kalo ada dalam gak, kalo gak ada fine sih tapi kalo ada, liat kalo terlalu dalam itu udah menjurus ke kelainan ... lalu setelah Q, maka tataplah dengan penuh perasaan pada R dan S, liat apakah mereka eksis atau gak, normalnya, R dan S seharusnya ada (untuk S masih kompensasi, kalo ga ada masih ga pa pa)

Lalu segmen ST, liat beneran datar apa mencong mencong bergelombang, adakah keanehan disitu, kalo ga ada ... lanjut ...

Liat T nya .... beres ga sih, apa jangan2 malah jatuh kebawah (T normal itu kan kaya gelombang, ya gundukan, kalo jadi cekungan, ya perlu dicurigai, apalagi kalo T nya ga da sama sekali) wah wah ....

Udah liatnya? udah ... he..... itu dalam catatan sinus lokh tadi ...
Lalu liat lead selanjutnya ... yaitu I, III, aVF, aVL, V1-V6 dengan tehnik yang sama tapi jangan terlalu terpaku ... jangan mikir banget, banyak kawan .... liat sekilas, pastikan oke.. baru lanjut, kalo ada yang aneh, ya diinget2 apa anehnya lalu lanjut ....

Setelah satu persatu, tiba saatnya memandang kombinasi .... Kombinasi? He...
1. Axis ....
Frontal dan Horizontal, tapi yang lebih penting adalah frontal ....
Frontal patokannya adalah .... I dan aVF, perhatikan kompleks QRS pada kedua lead ini, lihat nilainya ... kita anggap Q bernilai + dan S - maka hitung apakah nilai QRS + atau - (just remember, kita ga melibatkan Q dalam penghitungan) ... normalnya axis jantung itu adalah ketika lead I QRS positif dan aVF juga positif, jika lead I negatif berarti jantung deviasi ke kanan, dan jika aVF yang negatif jantung deviasi ke kiri, jika keduanya negatif ... wah! jarang terjadi tapi itu tidak bisa didefinisi, sudah pasti gelombang akan kacau karena itu berarti arah jantung terputar o_O *atau jangan2 EKG nya yang terbalik he .... *teliti loh sebelumnya!

Untuk Horizontal sebenarnya ga terlalu bermakna, hanya rotasi jantungnya saja, apakah normal, atau terotasi searah jarum jam atau berlawanan jarum jam.... liat saja V1 -V6, lihat perbandingan R dan S, diantar keenam lead yang manakah yang jumlah R dan S nya mendekati nol, itulah pusat dari jantungnya, normal biasanya terletak di V3 atau V4, V1 dan V2 itu CWR (clock Wise Rotation) dan kalo V5 dan V6 itu CCWR (counter clock wise rotation)

2. Kombinasi selanjutnya adalah melihat perbesaran Ventrikel
Gampang .. tinggal tatap aja V1-V6 ..... normalnya kan V1 itu seharusnya S lebih gede dari R jadi nilainya negatif, semakin ke lead yg lebih besar nilai S semakin kecil dan R semakin besar ....
Hipertrofi Ventrikel kanan terjadi ketika keadaan menjadi terbalik yaitu, di V1 justru R lebih besar dan S kecil dan di V6 malah S yang lbh besar dan R nya kecil ....
Lalu gimana liat Hipertrofi Ventrikel kiri?
Bentukannya sama dengan normal, tapi jika Vi-V6 atau V5 dijejerkan berdampingan, perbandingan tinggi mereka terlalu besar, selisihnya lebih dari 7 kotak kecil maka udah tuh, hipertrofi ventrikel kiri ...

Hayoooo ada yg bilang baca ekg susah ... Hwe ... udah selesai tuh baca EKG nya ... Tapi eits tunggu ... itu kan dalam keadaan sinus atau tidak ada masalah pada kompleks2 tertentu ....


Jika ternyata keadaan tidak memenuhi syarat normal ... maka disebutlah ARITMIA ....
ada banyak jenis aritmia ... akan dipostkan setelah ini ..... LANJUT..............

1 komentar:

bayu dharma mengatakan...

luar biasa bu dokter...salut...